Proses Inseminasi, Program Kehamilan yang Lebih Murah Dari Bayi Tabung

Inseminasi lebih murah dan minim risiko, yuk simak dulu Ma supaya lebih ngerti tentang ini

18 April 2019

Proses Inseminasi, Program Kehamilan Lebih Murah Dari Bayi Tabung
Freepik/prostooleh

Bagi kamu yang sedang melakukan program kehamilan, pasti sudah tidak asing lagi dengan program kehamilan bayi tabung atau IVF. Membayangkan proses dan biayanya yang cukup mahal tentu akan membuat kamu berpikir ulang untuk melakukannya.

Namun, pernahkah kamu mendengar juga tentang proses kehamilan inseminasi?

Apa itu Inseminasi?

Inseminasi adalah salah satu program kehamilan dengan teknik memasukkan sperma suami yang paling baik ke dalam rahim, untuk memudahkan proses pembuahan secara alami di dalam tubuh calon Mama. Teknik ini dinilai lebih aman dan memiliki biaya yang cukup murah jika dibanding program bayi tabung.  

Bagaimana Proses Inseminasi?

Seperti pada kehamilan alami, dalam teknik ini tetap dibutuhkan sperma yang sehat, sel telur yang sudah berovulasi, dan setidaknya salah satu saluran falopi yang masih bagus. Inilah urutan proses yang akan kamu jalani dalam proses inseminasi:

1. Periksa kesuburan

1. Periksa kesuburan
Freepik/yanalya

Sebelum melakukan proses inseminasi, dokter akan meyarankan untuk memeriksakan kesehatan organ reproduksi dan kesuburan calon Mama dan Papa. Hal tersebut bertujuan untuk mengetahui adanya masalah yang menghambat kehamilan secara alami.

2. Memilih sperma yang sehat

2. Memilih sperma sehat
Freepik

Untuk membuahi sel telur dalam proses inseminasi, dibutuhkan sperma yang sehat. Dalam teknik ini, akan diambil sperma yang masih segar atau bisa ‘dicuci’ terlebih dahulu dengan teknik khusus untuk memperbaiki kualitas sperma.

Dalam proses pencucian, dipilih sperma yang paling baik serta zat-zat kimia yang tersisa akan disingkirkan.

3. Menentukan waktu ovulasi

3. Menentukan waktu ovulasi
Freepik/tirachard

Peluang kehamilan tertinggi pada program ini akan terjadi sekitar 12 jam setelah pelepasan sel telur. Karena itu, inseminasi akan dilakukan pada masa ovulasimu. Untuk mengetahui kapan ovulasi terjadi, dokter akan melakukan tes darah, USG, atau alat khusus tes ovulasi.

Jika kamu mengalami masalah kesuburan yang bisa mengganggureproduksi, dokter mungkin akan memberi obat kesuburan pada awal menstruasi untuk merangsang ovarium agar menghasilkan beberapa telur matang.

Baca juga: 9 Fakta Menarik Tentang Ovulasi yang Perlu Kamu Ketahui

Editors' Picks

4. Inseminasi

4. Inseminasi
Freepik/whatwolf

Inilah adalah puncak dari program inseminasi. Dengan menggunakan selang tipis panjang yang disebut kateter, dokter akan memasukkan sperma melalui vagina ke leher rahim atau saluran tuba falopi, atau langsung ke rahim.

Nantinya, pembuahan akan terjadi seperti kehamilan alami.

Prosedur ini biasanya tidak menimbulkan rasa sakit, tetapi beberapa perempuan merasakan kram ringan pada perut.

Baca juga: 

Tingkat Keberhasilan Inseminasi

Tingkat Keberhasilan Inseminasi
Freepik/4045

Setelah itu, tugasmu adalah memperhatikan adanya gejala awal kehamilan. Silakan lakukan tes kehamilan terutama jika gejala kehamilan mulai terlihat, rata-rata sekitar dua minggu setelah prosedur inseminasi.

Tingkat keberhasilan teknik ini tergantung dari masalah kesuburan dan usia dari masing-masing pasangan. Rata-rata, kesuksesan kehamilan inseminasi sekitar 10-20 persen.

Meskipun peluangnya tidak sebesar bayi tabung, teknik ini tergolong minim risiko dan lebih murah biayanya. Namun, sebagian ahli percaya bahwa teknik ini memiliki risiko terjadinya kehamilan kembar atau ganda pada satu siklus.

Baca Juga: Serba-Serbi Proses IVF yang Harus Diketahui Pasangan Suami-Istri

Siapa Saja yang Disarankan untuk Menjalani Prosedur Inseminasi?

Siapa Saja Disarankan Menjalani Prosedur Inseminasi
Freepik/pressfoto

Alasan paling umum untuk melakukan inseminasi adalah jumlah sperma laki-laki yang sedikit atau penurunan mobilitas dan ‘daya renang’ sperma. Namun, teknik inseminasi langsung ke rahim bisa dipilih untuk seseorang yang memiliki kondisi berikut:

  • Infertilitas yang tidak diketahui penyebabnya
  • Masalah pada lendir serviks
  • Adanya jaringan parut pada organ reproduksi akibat tindakan operasi sebelumnya, sehingga menghambat sperma memasuki rahim.
  • Disfungsi ejakulasi.

Itulah penjelasan mengenai program kehamilan melalui teknik inseminasi. Sebelum memutuskan, pelajari dahulu mengenai masing-masing keuntungan dan kelemahan dari masing-masing program kehamilan. Pilihlah yang sesuai dengan kebutuhan serta kondisi kamu dan pasangan, ya! Selamat berjuang!

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!