Banyak dari kita yang percaya bahwa semakin sering dan berat olahraga yang dilakukan, maka tubuh akan semakin sehat. Bagi Mama yang sedang merencanakan kehamilan atau menjalani program hamil (promil), menjaga kebugaran memang menjadi salah satu kunci utama. Olahraga rutin diketahui mampu membantu menyeimbangkan hormon penting seperti estrogen dan progesteron, serta menjaga berat badan ideal agar proses ovulasi berjalan lancar.
Namun, pernahkah Mama mendengar istilah bahwa sesuatu yang berlebihan itu tidak baik? Ternyata, hal ini juga berlaku untuk urusan aktivitas fisik. Meskipun olahraga sangat disarankan untuk meningkatkan kualitas kesehatan reproduksi, porsi yang terlalu ekstrem justru bisa menjadi bumerang. Pertanyaan yang sering muncul di benak para pejuang garis dua adalah: apakah rutinitas olahraga yang sangat intens justru menghambat peluang untuk hamil?
Melansir dari Reproductive Science Center of New Jersey, keseimbangan adalah kunci utama dalam hal ini. Aktivitas fisik yang tepat memang bisa menurunkan stres dan hormon kortisol yang berdampak positif pada kesehatan reproduksi. Namun, jika dilakukan secara berlebihan tanpa istirahat yang cukup, tubuh justru akan merasa "terancam" dan mulai menghemat energi dengan cara mengganggu fungsi sistem reproduksi.
Berikut Popmama.com bagikan fakta-fakta mengenai olahraga berlebihan dengan dampaknya terhadap tingkat kesuburan Mama dan Papa. Yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini, Ma!
