- Jumlah sperma (sperm count)
Cara Cek Kesuburan Laki-Laki

- Pemeriksaan kesuburan pria penting dilakukan sebelum program hamil untuk mengetahui kualitas sperma dan faktor yang memengaruhi peluang kehamilan.
- Tahapan utama meliputi pemeriksaan fisik, analisis sperma, tes hormon, serta pemeriksaan genetik dan USG skrotum guna mendeteksi kelainan reproduksi.
- Biopsi testis dan analisis urin pasca ejakulasi menjadi langkah lanjutan jika ditemukan masalah produksi atau aliran sperma.
Mengecek kesuburan tidak hanya penting bagi perempuan, tetapi juga bagi laki-laki, Pa. Kesuburan laki-laki menjadi salah satu faktor utama dalam keberhasilan program hamil.
Sayangnya, masih banyak laki-laki yang belum memahami pentingnya pemeriksaan kesuburan, terutama untuk mengetahui kualitas sperma. Padahal, informasi ini sangat dibutuhkan sebelum memulai promil agar peluang kehamilan bisa lebih optimal.
Untuk mengetahui kondisi kesuburan dan kualitas sperma, ada beberapa jenis tes yang dapat dilakukan. Kabar baiknya, prosedur pemeriksaan ini umumnya tidak rumit dan bisa dilakukan dengan mudah.
Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini Popmama.com telah merangkum informasi buat Papa tentang cek kesuburan pada laki-laki. Disimak ya!
Table of Content
1. Pemeriksaan fisik dan riwayat medis

Tes kesuburan pertama yang dijalani adalah pemeriksaan fisik dan riwayat medis yang pernah dijalani. Dalam pemeriksaan fisik, biasanya dokter akan memeriksa kondisi fisik dan organ reproduksi laki-laki.
Pemeriksaan ini biasanya bertujuan untuk mencari atau melihat tanda-tanda varikokel atau pembengkakan pembuluh darah di penis yang dapat memengaruhi sperma. Selain itu, gaya hidup juga masuk dalam pemeriksaan fisik.
Sedangkan riwayat medis dilakukan guna mengumpulkan informasi mengenai riwayat penyakit, pengobatan yang sudah atau sedang dijalani, serta tindakan medis yang pernah dijalani.
Pengecekan ini bukan tanpa alasan, namun untuk mengetahui tes lanjutan apa yang relevan dengan kondisi Papa.
2. Analisis sperma

Cara paling umum untuk mengecek kesuburan laki-laki adalah melalui analisis sperma. Pemeriksaan ini dilakukan di laboratorium dengan mengambil sampel air mani untuk dianalisis lebih lanjut.
Dilansir dari Mayo Clinic, tes ini menilai jumlah sperma (sperm count), bentuk atau morfologi dan pergerakan atau motilitas.
Dalam rangkaian tes ini, akan dihitung berpa jumlah sperma yang ada dalam air mani. Melansir WHO, sampel air mani yang normal memiliki setidaknya 20 juta sperma per mL.
- Bentuk atau morfologi
Untuk bentuknya sendiri dilihat dari ekor sperma yang membantu untuk berenang menuju sel telur, pada bagian tengah sperma yang mengandung mitokondria, kepala sperma yang menampung nukleus atau materi genetik dan vesikel akrosomal yaitu ujung sperma yang mengandung enzim untuk menembus sel telur.
- Pergerakan atau motilitas
Motilitas mengacu pada cara sperma bergerak. Melansir Extend Fertility, sperma didorong maju oleh flagela yang ada pada ekornya. Pergerakan ini dilihat dari presentasi sperma yang bergerak secara normal dan sperma yang bergerak secara optimal atau progresif.
Selain itu, volume air mani dan tingkat keasaman (pH) juga bisa diperiksa untuk melihat apakah lingkungan sperma mendukung pembuahan. Sebagai tambahan, sebelum tes biasanya pria diminta untuk tidak ejakulasi selama 2–5 hari agar hasil lebih akurat. Hasil analisis ini sering menjadi langkah awal untuk menentukan perlu tidaknya pemeriksaan lanjutan.
3. Tes hormon

Hormon punya peran penting dalam kesuburan laki-laki, sehingga sangat penting untuk melakukan tes hormon guna mengetahui kesuburan. Tes hormon dilakukan melalui prosedur pengambilan sampel darah, untuk mengukur kadar testosteron, hormon perangsang folikel (FSH), hormon luteinizing (LH), dan prolaktin.
Tes hormon sangat dianjurkan untuk mengidentifikasi apakah ada hormon yang tidak seimbang atau terdapat kelainan homonal yang dapat memengaruhi kesuburan Papa.
4. Tes genetik dan USG skrotum

Selain cek kesuburan dengan pemeriksaan fisik, analisis sperma dan hormon, tes genetik juga tidak boleh dilewatkan. Melansir dari Mayo Clinic, tes genetik digunakan untuk mendeteksi kelainan kromsom yang dapat memengaruhi produksi sperma dan kesuburan.
Tes ini biasanya dianjurkan sebagai tes lanjutan yang lebih spesifik jika hasil tes awal menunjukan adanya masalah. Sementara USG dapat membantu melihat kondisi dan struktur organ reproduksi seperti penyumbatan atau adanya kelainan pada saluran sperma.
5. Biopsi testis

Melansir dari Festifa, biopsi testis dilakukan dengan mengambil sampel kecil dari jaringan testis untuk memeriksa penyebab infertilitas.
Biopsi testis diperlukan untuk mengetahui penyebab masalah pada produksi sperma, seperti adanya kerusakan pada testis atau kanker testis.
Biopsi testis merupakan prosedur tingkat lanjut jika ditemukan masalah pada cairan ejakulasi seperti sperma yang sedikit atau bahkan kosong.
6. Analisis urin setelah ejakulasi

Kondisi ini disebut juga sebagai retrogade ejaculation. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat sperma dalam urin.
Tanda yang muncul biasanya adalah saat ejakulasi air mani yang keluar sangat sedikit, karena sperma berbalik masuk ke dalam kandung kemih. Hal inilah juga yang membuat urin jadi keruh saat buat air kecil.
Nah, itulah tadi cara cek kesuburan laki-laki yang dapat dilakukan. Cek kesuburan sangat penting dilakukan terutama Papa sedang menjalani program halim dan merupakan proses yang sederhana.
Berkonsultasilah dengan dokter agar mendapatkan perawatan yang sesuai dan proses berjalan denganlebih mudah dan nyaman.


















