Banyak perempuan karier sering kali merasa khawatir jika kesibukan harian berdampak buruk pada peluang kehamilan. Rutinitas kantor yang padat dan menumpuk kerap dituding sebagai penyebab utama tertundanya kehadiran buah hati tercinta di rumah.
Padahal, memahami kaitan antara aktivitas profesional dan sistem reproduksi butuh penjelasan medis yang sangat akurat. Tekanan pekerjaan yang datang terus-menerus juga sering kali memicu lonjakan tingkat stres mental yang cukup mengganggu keseimbangan hormon tubuh.
Kondisi emosional yang tidak stabil ini tentu membuat sebagian pasangan merasa cemas berlebihan saat menjalani program kehamilan. Oleh karena itu, penting sekali mengetahui fakta medis di balik mitos kesibukan kerja dan tingkat kesuburan. Berikut Popmama.com bagikan benarkah sibuk dan stres bekerja membuat sulit punya anak.
