Wajib Tahu! 40% Kasus Sulit Punya Anak dari Laki-Laki

- Faktor pria menyumbang sekitar 30–40% kasus infertilitas, menegaskan pentingnya pemeriksaan kesuburan dilakukan bersama, bukan hanya fokus pada kondisi perempuan.
- Pemeriksaan berdua membantu dokter memahami kondisi kesehatan pasangan secara menyeluruh, mempercepat identifikasi penyebab infertilitas, dan meningkatkan efektivitas program hamil.
- Gaya hidup tidak sehat seperti stres, polusi, dan kurang olahraga dapat menurunkan kualitas sperma; perubahan pola hidup positif menjadi kunci mendukung keberhasilan promil.
Menanti kehadiran buah hati memang penuh perjuangan. Sering kali, saat sulit hamil, perhatian hanya tertuju pada kondisi Mama. Padahal, masalah kesuburan bukanlah beban satu pihak, melainkan perjalanan yang harus dilalui bersama.
Fakta ini diungkap oleh dr. Ardiansjah melalui tayangan YouTube TS Media berjudul "Menjaga rahim dan tubuh perempuan bersama dr. Ardiansjah Dara Sjahruddin, Sp.OG". Beliau menekankan bahwa male factor menyumbang 30 hingga 40 persen kasus infertilitas, membuktikan anggapan "perempuan saja yang harus diperiksa" sudah ketinggalan zaman.
Jika Mama dan Papa sedang menjalani promil, tenang saja. Berikut Popmama.com bagikan informasi penting mengenai pemeriksaan kesuburan bagi suami dan istri agar rencana kehamilan Mama lebih optimal.
Table of Content
1. Mengapa pemeriksaan harus berdua

Banyak pasangan masih beranggapan bahwa pemeriksaan kesuburan hanyalah tugas istri. Padahal, kehamilan adalah hasil kerjasama antara sel telur dan sperma yang sehat, sehingga kesehatan Papa memegang peran yang sama krusialnya dengan kesehatan Mama.
Pemeriksaan berdua saat melakukan program hamil (promil) membuat edukasi dari dokter menjadi lebih efektif dan komprehensif. Dokter dapat memantau kondisi kesehatan kedua belah pihak secara langsung, sehingga langkah medis yang diambil pun lebih tepat sasaran.
Komunikasi antara dokter dan pasangan juga akan jauh lebih baik jika dilakukan bersama. Mama dan Papa bisa mendapatkan pemahaman yang sama mengenai apa yang harus dilakukan, sehingga tidak ada lagi beban mental yang ditanggung sendirian oleh Mama.
2. Memahami kategori infertilitas primer

Jika Mama dan Papa sudah menikah selama satu tahun namun belum dikaruniai momongan, kondisi ini sudah masuk ke dalam kategori infertilitas primer. Penting bagi Mama untuk segera melakukan pemeriksaan medis bersama setelah melewati masa satu tahun tersebut.
Pemeriksaan dini ini bertujuan agar penyebab kesulitan kehamilan dapat segera diidentifikasi. Semakin cepat diketahui, semakin cepat pula tindakan medis atau perubahan gaya hidup yang bisa Mama dan Papa lakukan untuk meningkatkan peluang hamil.
Jangan menunggu terlalu lama atau hanya mencoba salah satu pihak saja. Dengan memeriksakan diri berdua sejak awal, Mama dan Papa sudah selangkah lebih maju dalam menjaga peluang mendapatkan buah hati yang dinanti.
3. Kompleksitas kesehatan reproduksi perempuan

Secara medis, memang benar bahwa sistem reproduksi perempuan cenderung lebih kompleks dibandingkan pria. Mama memiliki berbagai faktor yang memengaruhi kesuburan, mulai dari kesehatan sel telur, kondisi jalan lahir, saluran tuba yang paten, hingga keseimbangan hormonal.
Namun, kompleksitas ini tidak boleh menutupi fakta bahwa sperma Papa juga bisa mengalami masalah. Berbagai penelitian terbaru menunjukkan bahwa kualitas sperma pria zaman sekarang sering terganggu, salah satunya dipicu oleh gaya hidup yang kurang sehat.
Maka dari itu, pemeriksaan bagi Mama harus tetap dibarengi dengan analisis sperma bagi Papa. Memahami kondisi kesehatan keduanya adalah kunci utama agar dokter bisa memberikan solusi yang paling efektif bagi pasangan.
4. Dampak gaya hidup terhadap kesuburan

Faktor gaya hidup saat ini disinyalir menjadi salah satu penyebab utama menurunnya kualitas sperma pada pria. Paparan polusi, pola makan yang tidak terjaga, stres, hingga kurangnya aktivitas fisik dapat berdampak buruk pada kesehatan reproduksi Papa.
Sering kali, masalah pada sperma tidak menunjukkan gejala fisik yang jelas. Itulah sebabnya, pemeriksaan di laboratorium sangat diperlukan untuk mengetahui secara akurat bagaimana kualitas, jumlah, dan pergerakan sperma Papa.
Jika ditemukan masalah pada gaya hidup, Papa bisa mulai memperbaikinya melalui pola makan sehat dan olahraga teratur. Perubahan gaya hidup yang positif ini tentu akan sangat membantu meningkatkan peluang keberhasilan program hamil mama.
5. Mengatasi kendala jadwal kontrol

Terkadang, kesibukan pekerjaan membuat Papa sulit untuk ikut serta saat jadwal kontrol ke dokter. Namun, dokter biasanya akan selalu mengingatkan agar pada kunjungan berikutnya Papa sebisa mungkin ikut hadir untuk mendengarkan edukasi langsung.
Jika jadwal benar-benar tidak memungkinkan untuk setiap pertemuan, Mama dan Papa bisa berdiskusi dengan dokter untuk mencari waktu yang tepat. Jangan sampai hambatan waktu membuat pemeriksaan suami terabaikan dalam jangka panjang.
Ingat, dukungan Papa tidak hanya dibutuhkan saat di rumah, tetapi juga saat proses medis di klinik. Kehadiran Papa memberikan kekuatan emosional bagi Mama yang sedang berjuang, sekaligus memastikan bahwa rencana promil ini memang diprioritaskan bersama.
Perjuangan untuk memiliki anak adalah momen berharga yang menguji kekompakan Mama dan Papa sebagai pasangan. Jangan ragu untuk terbuka satu sama lain dan saling menguatkan, karena keberhasilan program hamil akan jauh lebih bermakna jika dilalui dengan dukungan penuh dari kedua belah pihak. Terus semangat menjalani prosesnya, ya Mama!





















