Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Benarkah Stres Bisa membuat Sperma Cepat Keluar?

Benarkah Stres Bisa membuat Sperma Cepat Keluar?
Freepik.com
Intinya Sih
  • Stres kronis dapat memicu reaksi fight or flight yang membuat tubuh sulit rileks, sehingga menurunkan gairah dan kontrol terhadap respons seksual pada laki-laki.
  • Lonjakan hormon stres seperti kortisol menekan produksi testosteron dan mengganggu aliran darah ke organ reproduksi, berdampak pada kemampuan ereksi serta keseimbangan fungsi seksual.
  • Kadar serotonin rendah akibat stres melemahkan kontrol ejakulasi, meningkatkan risiko sperma keluar lebih cepat; olahraga rutin disarankan untuk membantu menjaga kestabilan hormon dan relaksasi tubuh.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Stres merupakan respons alami tubuh terhadap berbagai perubahan atau tekanan yang membutuhkan penyesuaian agar fungsi tubuh tetap berjalan normal. Reaksi ini bisa muncul dalam berbagai bentuk, mulai dari fisik, emosional, hingga mental.

Menariknya, setiap orang dapat merasakan stres dengan cara yang berbeda. Ada yang mengalaminya dalam bentuk kelelahan, sulit tidur, hingga perubahan suasana hati. Namun, pada kondisi stres yang berlangsung dalam jangka panjang atau kronis, dampaknya bisa lebih luas, termasuk memengaruhi kehidupan seksual.

Melansir pada penjelasan Qonitah Pranadisti (@qonitcah) kreator konten edukasi kesehatan dan gaya hidup yang juga seorang tenaga medis ini menjelaskan bahwa pada laki-laki, stres kronis diketahui dapat berkaitan dengan berbagai masalah seksual, salah satunya perubahan dalam kontrol ejakulasi. Lalu benarkah stres bisa membuat sperma cepat keluar?

Berikut Popmama.com telah rangkum informasi mengenai hubungan sperma yang cepat keluar dengan stres. Disimak ya!

Table of Content

1. Stres bisa picu fight or flight dalam tubuh

1. Stres bisa picu fight or flight dalam tubuh

Benarkah Stres Bisa membuat Sperma Cepat Keluar
Freepik.com/ cookie_studio

Kamu pernah mendengar fight or flight response? Jika belum, fight or flight response merupakan reaksi alamiah tubuh ketika seseorang mengalami stres, dan membuat tubuh masuk dalam kondisi siaga yang membuat tubuh lebih tegang dan waspada.

Melansir dari Verywell Mind, respon ini memicu perubahan fisiologis yang jika dalam jangka waktu panjang dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik dan mental.

Jika sedang dalam kondisi ini, tubuh cenderung sulit untuk rileks. Karena itulah, Pa, respon stres ini membuat laki-laki bisa mengalami penurunan gairah seksualitas karena tubuh tidak dapat rileks dan mengontrol respons seksual.

2. Lonjakan hormon stres bisa mengganggu fungsi tubuh

Benarkah Stres Bisa membuat Sperma Cepat Keluar
Freepik.com/ gpointstudio

Melalui akun Instagram @qonitcah, Qonitah menjelaskan, ketika stres meningkat, tubuh akan memproduksi hormon yang memengaruhi gairah seksual dan aliran darah ke organ reproduksi.

Selain itu, melansir Healthy Male, kadar hormon kortisol yang tinggi juga dapat menekan produksi testosteron, yaitu hormon seks utama pada laki-laki yang berperan penting dalam mengatur gairah seksual atau libido.

Penurunan testosteron ini juga dapat memengaruhi aliran darah ke area reproduksi, yang pada akhirnya berdampak pada kemampuan untuk mempertahankan ereksi.

Hormon-hormon ini memang berguna dalam kondisi darurat, terutama pada situasi waspada, tetapi jika terus-menerus meningkat, justru bisa mengganggu keseimbangan tubuh, termasuk fungsi seksual

3. Respons fisik terhadap lonjakan hormon stres

Benarkah Stres Bisa membuat Sperma Cepat Keluar
Freepik.com/mdjaff

Karena tubuh yang sedang dalam mode fight or flight inilah juga yang membuat respon fisik dan tubuh lebih sensitif terhadap rangsangan.

”Dampaknya nadi itu jadi meningkat dan pernafasan jadi lebih cepat, karena dipicu oleh hormon adrenalin dan juga kortisol” jelas Qonitah Pranadisti.

Hal  ini merupakan mekanisme tubuh untuk menghadapi tekanan. Namun, jika kondisi ini terjadi terus-menerus, kontrol tubh termasuk saat berhubungan seksual bisa jadi lebih sulit.

Tak hanya itu, melansir Obsidian Mens Health, respon fisik lainnnya yang dapat dirasakan adalah:

  • Peningkatan ketegangan otot
  • Tekanan darah tinggi
  • Aliran darah ke area genital berkurang
  • Kelelahan fisik
  • Sistem kekebalan tubuh yang melemah

4. Stres bisa memicu ejakulasi dini

Benarkah Stres Bisa membuat Sperma Cepat Keluar
Freepik.com/jcomp

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa stres tidak hanya berdampak pada kesehatan mental dan fisik, tetapi juga dapat memengaruhi performa seksual laki-laki. Salah satu dampaknya adalah meningkatkan risiko ejakulasi dini.

Melansir dari North West Gynaecology, berikut adalah beberapa alasan stress dapat memicu ejakulasi dini:

  • Stres mengenai performa seksual

Kekhawatiran akan kemampuan bertahan terlalu lama saat berhubungan intim, justru mempercepat terjadinya ejakulasi dini.

  • Stres umum

Tekanan dari pekerjaan, keuangan, atau hubungan pribadi dapat memengaruhi otak dan tubuh, sehingga meningkatkan risiko ejakulasi dini.

  • Perubahan Hormon

Stres dapat memengaruhi kadar serotonin dan kortisol dalam tubuh, yang berperan penting dalam mengatur fungsi seksual.

  • Pengalaman Masa Lalu

Trauma seksual sebelumnya atau rasa takut gagal saat berhubungan intim dapat menimbulkan ketegangan, yang memicu ejakulasi dini.

5. Rendahnya sorotonin membuat kontrol ejakulai jadi melemah

Benarkah Stres Bisa membuat Sperma Cepat Keluar
Freepik.com/tonodiaz

Saat stres, tubuh memproduksi sorotonin dalam jumlah yang rendah. Padahal, sorotonin ini memiliki peran penting dalam fungsi reproduksi laki-laki, yaitu hormon yang dapat membantu mengontrol ejakulasi.

Jika kadarnya menurun, kemampuan tubuh untuk mengendalikan ejakulasi ikut berkurang, sehingga sperma bisa keluar lebih cepat.

Untuk memperpanjang durasi saat berhubungan, penting menjaga kondisi tubuh tetap optimal. Salah satu caranya adalah rutin berolahraga, karena aktivitas fisik terbukti dapat meningkatkan kadar serotonin dan dopamin di otak, sehingga membantu tubuh lebih rileks dan kontrol seksual lebih baik.

Itulah informasi seputar stress yang dapat memicu sperma keluar lebih cepat. Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Onic Metheany
EditorOnic Metheany
Follow Us

Latest in Pregnancy

See More