Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Apa yang Terjadi setelah Proses Transfer Embrio?

Apa yang Terjadi setelah Proses Transfer Embrio?
Freepik.com/tirachardz
  • Program bayi tabung atau IVF melibatkan persiapan panjang, mulai dari memperoleh sel telur matang dan sperma terbaik hingga proses pembuahan.
  • Pembuahan menghasilkan embrio yang kemudian dimasukkan ke dalam rahim melalui prosedur bernama embrio transfer.
  • Setelah embrio transfer dilakukan, artikel membahas hal-hal yang mungkin terjadi dalam tahap lanjutan program kehamilan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Setelah proses persiapan IVF yang panjang, akhirnya tiba waktunya melakukan embrio transfer. Nah, kira-kira apa yang akan terjadi setelah proses ini? 

Program hamil dengan cara bayi tabung atau IVF memiliki jalan yang panjang dan penantian yang berlapis. Setelah mendapatkan telur yang matang dan sperma yang terbaik, dilakukan pembuahan. Akhirnya, terbentuklah embrio yang nanti akan dimasukkan ke rahim kamu. 

Proses masuknya embrio ke dalam rahim dinamakan embrio transfer. Bisa dibilang, dari sini sudah tangan Tuhan yang bekerja karena semua usaha sudah maksimal dilakukan. 

Kira-kira, apa saja yang mungkin terjadi setelah embrio transfer? Popmama.com akan merangkumkannya untuk Mama. 

  1. 1. Mengenal 2 weeks wait

    Vivfc.com
    Vivfc.com

    Two Weeks Wait atau TWW adalah masa tunggu selama 2 minggu (14 hari) yang mendebarkan setelah menjalankan embrio transfer. Di fase ini, embrio berproses untuk menempel atau implantasi ke dinding rahim. 

    Selama 2 minggu ini, calon ibu biasanya diminta untuk tidak banyak berkegiatan yang berat, mengurangi stres, dan menjalankan gaya hidup yang sehat. 

  2. 2. Apa yang terjadi setelah embryo transfer? 

    IDN Times
    IDN Times

    Setelah proses transfer embrio ke dalam rahim sudah dilakukan, embrio akan beradaptasi dan mulai implantasi atau menempel ke dinding rahim dalam waktu sekitar 6 hingga 10 hari.

    Dengan dinding rahim yang tepat dan hormon yang sesuai, embrio akan mencari posisi terbaik untuk menempel dan berkembang menjadi kehamilan, demikian dilansir dari Healthline

  3. 3. Gejala yang mungkin akan dialami

    Magnific.com
    Magnific.com

    Setelah transfer embrio, biasanya calon Mama akan merasakan beberapa gejala ringan. Pertama, terasa kram perut ringan yang sensasinya seperti nyeri haid ringan di perut bawah. Hal ini terjadi karena proses penempelan embrio atau efek hormon. 

    Lalu, terdapat flek ringan yang mungkin muncul sebagai pertanda kalau embrio berhasil menempel di rahim. Namun, tidak semua orang mengalami hal ini. Kemudian, kamu juga mungkin merasakan sensitivitas berlebih di payudara seperti terasa kencang atau nyeri. 

    Terakhir, tubuh akan mudah merasa lelah dan sering mengantuk. 

  4. 4. Yang harus dilakukan selama menunggu

    Pexels.com/cottonbro
    Pexels.com/cottonbro

    Di masa TWW, kamu disarankan untuk memanjakan diri karena kamu baru saja melakukan prosedur yang mungkin akan mengubah hidupmu sepenuhnya, demikian dilansir dari Healthline.

    Di minggu pertama setelah embryo transfer, usahakan untuk bedrest atau cuti untuk memaksimalkan proses penempelan embrio, apalagi jika mendapatkan rekomendasi untuk bedrest oleh dokter. 

    Juga, jangan pernah skip mengonsumsi obat yang diberikan oleh dokter. Kebanyakan, para calon ibu tetap perlu mengonsumsi obat untuk menjaga hormon progesteron untuk meningkatkan peluang kehamilan.

    Kamu juga bisa memaksimalkan kesempatan dengan mulai mengonsumsi asam folat untuk kesempurnaan pembentukan janin. 

    Untuk mendukung itu semua, pastikan untuk mengonsumsi makanan yang sehat dan diet yang seimbang. Catat keperluan nutrisi harian dan penuhi kebutuhan tubuh. Selain itu, terapkan gaya hidup yang sehat, dan hindari stres. 

  5. 5. Yang tidak boleh dilakukan

    Freepik.com/freepik
    Freepik.com/freepik

    Untuk keberhasilan penempelan embrio, pastikan agar menghindari melakukan hubungan seksual di masa TWW. Kegiatan seksual bisa memicu kontraksi uterus yang mengganggu embrio yang baru ditransfer ke rahim. 

    Selanjutnya, hindari melakukan olahraga yang terlalu berat atau kegiatan yang memerlukan tenaga berlebih. Terakhir, hindari langsung mengecek dengan test pack karena sebelum 2 minggu, biasanya belum ada hasil yang bisa terlihat.

    Sedangkan melihat hasil test pack yang negatif bisa membuat mood kamu berubah negatif. Padahal, di fase ini tidak disarankan untuk mengalami stres. 

    Selama 2 minggu, pastikan untuk menjalani gaya hidup sehat dan mengurangi kegiatan fisik berlebih. Perbanyak doa dan tetap jauhi stres. Semoga segera positif, ya!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More