Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Efek Samping Menggunakan Pelumas saat Berhubungan Intim
Freepik.com
  • Pelumas digunakan untuk mengatasi kekeringan pada area intim, namun pemakaian berlebihan atau salah pilih produk bisa menimbulkan efek samping bagi kesehatan vagina.
  • Beberapa kandungan seperti pewangi, gliserin, dan bahan kimia tertentu dapat menyebabkan iritasi, reaksi alergi, hingga gangguan keseimbangan pH alami vagina.
  • Pemilihan pelumas yang aman dan sesuai kebutuhan penting dilakukan agar tidak memicu infeksi jamur atau kerusakan jaringan sensitif di area genital.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pelumas atau lubricants  seringkali dipakai saat berhubungan sehingga hubungan terasa lebih nyaman. Namun, pada dasarnya tubuh perempuan sudah memiliki pelumas alami yang dirpoduksi oleh vagina saat ada rangsangan.

Cairan alami ini berfungsi untuk mengurangi gesekan sehingga aktivitas intim dapat berlangsung dengan lebih nyaman. Namun, dalam beberapa kondisi, produksi pelumas alami bisa berkurang sehingga area vagina terasa lebih kering. Ketika hal ini terjadi, penggunaan pelumas tambahan dapat menjadi solusi untuk membantu mengurangi rasa tidak nyaman selama berhubungan.

Meski umum digunakan, penggunaan pelumas yang terlalu sering dan kurang cermat saat membersihkannya dapat meimbulkan efek samping yang tidak nyaman bagi perempuan.  Selain itu, sensitivitas tubuh terhadap beberapa kandungan dapat memperburuk efek samping yang timbul.

Agar memahami efek samping  penggunaan pelumas saat berhubungan, Popmama.com sudah merangkum informasinya berikut ini.

1. Iritasi pada area intim

Freepik.com/ ArtPhoto_studio

Risiko yang dapat ditimbulkan adalah iritasi pada area intim, Ma. Beberapa pelumas mengandung bahan seperti pewangi, gliserin, atau propilen glikol yang dapat memicu iritasi pada kulit sensitif. Kondisi ini bisa menyebabkan rasa gatal, perih, atau kemerahan pada area genital setelah pemakaian.

Melansir Verywell Health, bahan tambahan seperti parfum atau zat kimia tertentu dalam pelumas dapat membuat kulit area intim menjadi lebih sensitif.

Jika digunakan terlalu sering atau tidak cocok dengan kondisi kulit, iritasi bisa muncul dan menimbulkan rasa tidak nyaman.

2. Reaksi alergi

Freepik.com/ cookie_studio

Sebagian orang mungkin mengalami reaksi alergi terhadap kandungan tertentu dalam pelumas. Gejalanya bisa berupa ruam, gatal, sensasi terbakar, atau pembengkakan ringan pada area yang terkena produk.

Menurut Verywell Health, reaksi alergi biasanya dipicu oleh bahan tambahan seperti parfum, pengawet, atau zat kimia tertentu dalam produk pelumas. Karena itu, penting untuk memperhatikan komposisi produk dan melakukan uji coba pada area kecil kulit terlebih dahulu sebelum digunakan.

3. Dapat meningkatkan risiko infeksi jamur

Freepik.com

Penggunaan pelumas tertentu juga dapat memengaruhi keseimbangan mikroorganisme alami di area vagina. Ketika keseimbangan bakteri baik terganggu, kondisi ini dapat membuat sebagian perempuan lebih rentan mengalami infeksi jamur. Melansir Healthline, perubahan lingkungan alami pada vagina dapat memicu pertumbuhan jamur yang berlebihan.

Selain itu, pelumas yang mengandung gula atau gliserin juga dapat menciptakan lingkungan yang lebih lembap, sehingga memungkinkan jamur berkembang lebih cepat pada sebagian orang.

4. Dapat membuat pH vagina tidak seimbang

Freepik.com/ atlascompany

Vagina memiliki tingkat pH alami yang berfungsi menjaga keseimbangan bakteri baik sekaligus melindungi area intim dari infeksi. Jika keseimbangan pH ini terganggu, lingkungan vagina dapat menjadi lebih rentan terhadap iritasi maupun pertumbuhan mikroorganisme yang tidak diinginkan.

Melansir Healthline, penggunaan pelumas dengan komposisi tertentu dapat memengaruhi keseimbangan pH vagina, terutama jika produk tersebut tidak diformulasikan khusus untuk area intim.

Sementara itu, dilansir dari Cleveland Clinic, bahwa perubahan pH pada vagina dapat mengganggu bakteri baik yang berfungsi menjaga kesehatan area tersebut, sehingga berpotensi meningkatkan risiko iritasi atau infeksi.

5. Menimbulkan iritasi pada jaringan sensitif

Freepik.com

Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan oleh Mayo Clinic, beberapa pelumas dengan komposisi tertentu dapat menyebabkan iritasi pada jaringan sensitif jika digunakan terlalu sering atau tidak sesuai kebutuhan.

Hal ini terutama dapat terjadi pada pelumas dengan tingkat osmolaritas tinggi yang berpotensi memengaruhi lapisan jaringan di area genital. Karena itu, memilih pelumas dengan kandungan yang lebih lembut dan aman untuk area intim menjadi hal yang penting.

Untuk itu, dalam memilih pelumas pastikan bahwa kandungan tersebut aman ya, Ma.

Jika mengalami kendala atau merasakan ketidaknyamanan setelah memakai pelumas, pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan perawatan yang tepat.

Editorial Team