- Tablet: obat ini dapat berpengaruh pada tubuh dan harus dibawah pengawasan medis.
- Suntikan: biasanya disebut sebagai suntikan kortikosteroid.
- Inhaler: biasanya digunakan bagi penderita tuberkulosis.
- Salep: biasanya digunakan untuk bekas luka pada kulit.
Efek Steroid pada Kesuburan Perempuan dan Laki-Laki

- Penggunaan steroid dapat mengganggu keseimbangan hormon dan berisiko mengganggu ovulasi pada perempuan serta produksi sperma pada laki-laki.
- Steroid dapat menurunkan kadar testosteron alami pada laki-laki, menyebabkan gangguan fungsi seksual dan penurunan kualitas sperma.
- Penggunaan steroid juga dapat menyebabkan gangguan menstruasi pada perempuan, meningkatkan risiko komplikasi kehamilan, namun fase pemulihan dari steroid memungkinkan fungsi reproduksi membaik setelah penghentian penggunaan.
Gaya hidup modern yang menekankan perawatan diri dan penampilan membuat sebagian orang tertarik menggunakan steroid untuk menunjang kebugaran atau bentuk tubuh.
Steroid merupakan obat yang digunakan untuk meredakan peradangan dalam tubuh, terutama dari kelompok kortikosteroid.
Obat ini umumnya diresepkan untuk mengatasi berbagai kondisi peradangan, seperti gangguan sendi, asma, radang usus, ginjal, hingga mata.
Padahal, di balik manfaat yang sering dijanjikan, penggunaan steroid dapat membawa dampak serius terhadap kesehatan reproduksi.
Berikut Popmama.com merangkum efek penggunaan steroid terhadap kesuburan yang penting untuk diketahui, melansir dari Kofinas Fertility Group dan sumber lainnya. Yuk simak berikut ini.
Table of Content
1. Penggunaan steroid dapat mengganggu keseimbangan hormon

Steroid bekerja yang dapat memengaruhi sistem hormon dalam tubuh. Jika digunakan tanpa pengawasan medis, zat ini dapat menekan produksi hormon alami yang berperan penting dalam sistem reproduksi.
Menurut Healthline, penggunaan steroid anabolik dapat memengaruhi kerja sistem hormon tubuh, sehingga keseimbangan hormon reproduksi menjadi terganggu.
Ketidakseimbangan hormon inilah yang kemudian berisiko mengganggu ovulasi pada Mama maupun produksi sperma pada Papa.
2. Risiko gangguan seksual

Efek yang terjadi pada Papa berhubungan dengan masalah fungsi seksual, seperti disfungsi ereksi dan impotensi.
Mengutip dari Healthline, bahwa penggunaan steroid berisiko menurunkan kadar testosteron alami, yang dapat memengaruhi fungsi seksual pria.
Kondisi ini terjadi karena steroid dapat menurunkan kadar testosteron alami yang berperan dalam gairah dan performa seksual. Jika dibiarkan, gangguan ini bisa memengaruhi peluang terjadinya pembuahan.
3. Penurunan kualitas sperma

Tidak hanya berdampak pada fungsi seksual, steroid juga dapat menghambat proses pembentukan sperma. Akibatnya, jumlah sperma bisa menurun secara signifikan dan kualitasnya tidak optimal. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Mama dan Papa yang sedang menjalani program hamil.
4. Gangguan menstruasi pada perempuan

Pada perempuan, penggunaan steroid dapat menyebabkan siklus menstruasi menjadi tidak teratur. Haid yang jarang, terlambat, atau bahkan berhenti sementara menandakan terganggunya proses ovulasi.
Melansir dari Healthline, dampak steroid pada perempuan dapat memengaruhi keteraturan siklus menstruasi dan proses ovulasi. Jika ovulasi tidak terjadi secara optimal, maka terjadi penurunan peluang untuk hamil.
5. Risiko komplikasi kehamilan

Penggunaan steroid dalam jangka panjang juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko komplikasi kehamilan.
Jika kehamilan terjadi saat tubuh masih terpapar steroid, perkembangan janin bisa terganggu dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan sejak lahir.
Oleh karena itu, kondisi tubuh yang benar-benar siap sangat penting sebelum merencanakan kehamilan.
6. Fase pemulihan dari steroid

Dampak steroid terhadap kesuburan tidak selalu bersifat permanen, karena fungsi reproduksi dapat membaik setelah penggunaan steroid dihentikan.
Melansir dari Healthline, bahwa fungsi kesuburan dapat membaik setelah penggunaan steroid dihentikan, meski proses pemulihannya bisa berlangsung cukup lama.
Namun, proses pemulihan membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Khususnya pada Papa, kualitas sperma bisa memerlukan waktu hingga satu tahun untuk kembali optimal, sementara untuk Mama dianjurkan berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan kesiapan tubuh sebelum hamil.
7. Langkah aman sebelum merencanakan kehamilan

Jika Mama atau Papa memiliki riwayat penggunaan steroid, langkah terbaik adalah menghentikan pemakaian jenis obat ini.
Melansir dari The New York Times, pentingnya pemeriksaan medis bagi individu yang pernah menggunakan steroid sebelum merencanakan kehamilan, mengingat dampaknya terhadap keseimbangan hormon dan kesuburan.
Konsultasi dengan dokter atau tenaga medis sangat disarankan agar dapat mengetahui kondisi hormon dan kesehatan reproduksi secara menyeluruh.
8. Jenis-jenis yang tergolong dalam steroid

Inilah penjelasan tentang penggunaan steroid yang berdampak pada kesuburan Mama dan Papa, terutama jika digunakan tanpa pengawasan medis.
Oleh karena itu, penting bagi Mama dan Papa untuk lebih berhati-hati serta mempersiapkan tubuh dengan baik sebelum merencanakan kehamilan.


















