5 Kondisi yang Membuat Kamu Perlu Bertemu Ahli Fertilitas

Jangan ditunda karena bisa mempersulit kehamilan

2 Agustus 2021

5 Kondisi Membuat Kamu Perlu Bertemu Ahli Fertilitas
Freepik/jcomp

Bagi hampir semua pasangan menikah, punya anak adalah impian yang besar. Namun, tidak semua pasangan bisa langsung diberikan karunia anak dengan alami dan mudah. 

Mendatangi dokter kandungan untuk melakukan promil bukanlah sesuatu yang tabu. Kamu tak perlu menundanya jika sudah mengalami beberapa keadaan ini. 

Ada beberapa yang harus berusaha lebih, memperpanjang langkah untuk bertemu sang buah hati. 

Jika Mama bingung, Popmama.com akan menjabarkan kapan saja kondisi yang membuat kamu perlu bertemu dokter spesialis kesuburan dan segera merencanakan promil.  

1. Kamu telah mencoba hamil alami selama lebih dari setahun

1. Kamu telah mencoba hamil alami selama lebih dari setahun
Freepik/freepik

Menurut data dari nm.org, pasangan yang sudah mencoba melakukan pembuahan alami selama setahun lebih sebaiknya segera meminta bantuan ke ahli fertilitas. Cara alami ini berarti melakukan hubungan intim tanpa menggunakan KB, kondom, atau sengaja menunda untuk punya anak. 

Dengan konsul pada ahlinya, kamu dan pasangan bisa dicek lebih lanjut mengenai bagian yang mungkin tidak berjalan sesuai keinginan. 

Semakin cepat proses pengecekan, maka semakin mudah perbaikan yang bisa dilakukan. Menunda hanya menyulitkan untuk memperbaiki keadaan. 

Editors' Picks

2. Kamu sudah berumur lebih dari 35 tahun

2. Kamu sudah berumur lebih dari 35 tahun
Freepik/lookstudio

Semakin bertambah umur perempuan, semakin sedikit jumlah sel telur yang dimiliki. Sehingga, perlu cara tersendiri untuk mewujudkan kehamilan. 

Beberapa keadaan yang disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan adalah saat kamu sudah berumur di atas 35 tahun dan telah mencoba hamil alami selama 6 bulan, demikian dilansir dari parents.com

Kemudian, jika kamu lebih dari 40 tahun maka otomatis kamu masuk dalam daftar orang dengan kategori kehamilan risiko tinggi. Karena, kebanyakan perempuan yang hamil di umur ini memiliki risiko keguguran dan komplikasi yang lebih tinggi. 

3. Kamu mengalami keguguran lebih dari 3 kali

3. Kamu mengalami keguguran lebih dari 3 kali
Chemsec.org

Tak ada yang benar-benar tahu penyebab pasti kenapa seseorang bisa mengalami keguguran. Kategori keguguran itu sendiri merupakan kehilangan kehamilan di bawah umur 20 minggu. 

Dilansir dari healthcare.utah.edu mengungkap bahwa keguguran bisa disebabkan karena kesalahan kromosom sehingga janin tidak berkembang semestinya. Lalu, bisa juga ada masalah di perkembangan janin itu sendiri. 

Nah, jika Mama sudah pernah mengalami keguguran lebih dari 2 atau 3 kali, penting sekali untuk mengecek kesehatan secara mendetail sembari menyiapkan kehamilan. Berkonsultasi dengan dokter kandungan atau ahli kesuburan bisa memberikan jawaban lebih pasti mengenai kenapa kamu kerap keguguran. 

4. Pasanganmu punya masalah dengan ereksi

4. Pasanganmu pu masalah ereksi
Freepik/wayhomestudio

Keberhasilan kehamilan tak hanya terletak pada pihak perempuan saja, namun juga pada laki-laki. Jika hasil tes kamu tak menunjukkan sesuatu yang abnormal, kini saatnya mengecek pasanganmu. 

Kamu bisa mendatangi spesialis urologi atau andrologi untuk mengecek kesehatan organ reproduksi pasangan. Dengan begitu, masalah bisa diketahui dan diselesaikan dengan tepat. 

5. Kamu punya masalah kesehatan dengan organ reproduksi

5. Kamu pu masalah kesehatan organ reproduksi
Freepik

Beberapa perempuan sudah tahu dengan masalah yang dihadapinya sejak sebelum menikah. Beberapa di antaranya seperti nyeri haid berlebihan, haid tidak lancar, dan sejenisnya. 

Alangkah baiknya jika segera berkonsultasi dan mengeceknya ke dokter kandungan untuk mengetahui kondisi organ reproduksi. Jika ternyata memang ada masalah, kamu bisa langsung diberikan jalan keluar yang paling tepat dan sesuai dengan keadaan kamu saat ini. 

Itu dia beberapa keadaan yang membuat kamu perlu mendatangi ahli kandungan dan kesehatan organ reproduksi. Semakin cepat semakin baik, Ma. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.