Mama, pernah mendengar kelenjar tiroid? Itu lho, organ berbentuk kupu-kupu yang ada di leher atau di bawah jakun. Kelenjar tiroid memiliki fungsi untuk mendukung sistem metabolisme dalam tubuh yang sangat penting bagi manusia. Sebab itu, jika terjadi gangguan kesehatan pada organ ini akan mengakibatkan timbulnya beberapa penyakit, salah satunya adalah infertilitas pada perempuan.
Infertilitas atau kemandulan pada perempuan bisa terjadi karena hipertiroidisme atau kelebihan hormon tiroid. Selain itu kemandulan juga bisa disebabkan karena hipotiroid atau kerja kelenjar tiroid yang kurang aktif dalam menghasilkan hormon. Gangguan tiroid pada perempuan bisa terjadi sejak masa pubertas.
Seorang peneliti di Inggris mengatakan bahwa gangguan kelenjar tiroid berefek besar pada fungsi reproduksi baik sebelum, selama dan setelah pembuahan. Masalah pada kelenjar tiroid ini sejak dahulu memang selalu dikaitkan dengan siklus haid yang tidak teratur dan masalah ovulasi.
Pada anak-anak dan remaja perempuan, hipotiroidisme dikaitkan dengan kondisi terlambat puber.
"Ketidaknormalan pada fungsi tiroid berdampak pada kesehatan reproduksi yang menyebabkan kesulitan pembuahan, meningkatkan risiko keguguran, dan menurunkan kualitas kehamilan," kata peneliti Amanda Jefferys.
Berdasarkan studi terdahulu dan pendapat berbagai pakar kesehatan reproduksi, gangguan pada kelenjar tiroid berkaitan dengan risiko masalah selama kehamilan, termasuk keguguran, preeklampsia, pertumbuhan janin yang buruk, kelahiran prematur, dan kelahiran mati (stillbirth).
