Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Haid Terlalu Sering Bisa Picu Anemia, Kenali Tanda Siklus Bermasalah

Haid Terlalu Sering Bisa Picu Anemia, Kenali Tanda Siklus Bermasalah
Popmama.com/Erica Santoso/AI
  • Menstruasi dua kali dalam satu bulan kalender masih dapat normal bila jarak dari hari pertama haid ke berikutnya lebih dari 24 hari, misalnya dari tanggal 1 ke 28.
  • Perdarahan yang berulang tiap sekitar dua minggu atau berlangsung terlalu lama perlu diwaspadai; pada remaja, kondisi ini kerap terkait sistem hormon yang belum stabil.
  • Siklus terlalu dekat dapat menguras zat besi dan meningkatkan risiko anemia dengan gejala lemas, pusing, serta mudah lelah; catat jadwal haid untuk membantu pemantauan dan konsultasi dokter.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Mengalami menstruasi dua kali dalam satu bulan sering kali membuat perempuan cemas. Banyak yang langsung menduga adanya gangguan kesehatan reproduksi yang serius pada tubuh mereka.

Melansir melalui akun instagram @dr.erfenesho.spog, kondisi menstruasi dua kali sebulan sebenarnya bisa saja normal, asalkan jarak antarsiklusnya masih di atas 24 hari. Hitungan ini dimulai dari hari pertama haid sebelumnya hingga hari pertama haid berikutnya.

Memahami siklus menstruasi sangat penting agar Mama tidak cemas berlebihan namun tetap peka terhadap tubuh. Berikut Popmama.com bagikan penjelasan mengenai haid 2 kali sebulan normal atau tidak yang perlu Mama ketahui!

  1. 1. Penentuan normal berdasarkan rentang jarak siklus

    Penentuan normal berdasarkan rentang jarak siklus
    Popmama.com/Erica Santoso/AI

    Kunci utama menentukan keamanan haid dua kali sebulan terletak pada jarak antarsiklusnya. Jika Mama haid di awal bulan lalu haid lagi di akhir bulan dengan jarak lebih dari 24 hari, kondisi ini normal.

    Kalau jaraknya lebih dari 24 hari, ini tidak masalah. Misalnya, kamu tanggal 1 dapet haid, lalu selanjutnya lagi tanggal 28. Kan selesainya di tanggal 27-28 udah siklus yang baru, berarti kan sekitar 27 hari. Itu tidak masalah," ungkap dr. Erfen Esho, Sp.OG melalui akun instagramnya.

    Kemunculan dua kali haid dalam satu bulan kalender hanya disebabkan oleh siklus alami yang berdekatan dengan pergantian bulan. Mama tidak perlu khawatir selama jarak harinya sesuai hitungan medis.

  2. 2. Kondisi haid berjarak pendek yang perlu diwaspadai

    Kondisi haid berjarak pendek yang perlu diwaspadai
    Popmama.com/Erica Santoso/AI

    Kondisi yang patut diwaspadai adalah ketika darah haid keluar dengan jeda waktu sangat singkat. Jika perdarahan terjadi setiap dua minggu sekali secara berulang, hal ini mengindikasikan adanya masalah.

    "Yang menjadi masalah itu kalau misalnya dalam waktu sebulan itu, muncul haidnya 2 minggu sekali. Jadi tanggal 1 muncul, tanggal 14 muncul lagi. Sudah muncul 10 hari, kelamaan," jelas dr. Erfen Esho, Sp.OG melalui akun instagramnya.

    Siklus yang terlalu pendek menandakan organ reproduksi tidak berjalan semestinya dalam satu siklus penuh. Perdarahan terlalu sering dan lama dapat mengganggu kesehatan tubuh Mama secara keseluruhan.

  3. 3. Ketidakmaturan impuls hormon pada tubuh

    Ketidakmaturan impuls hormon pada tubuh
    Popmama.com/Erica Santoso/AI

    Perdarahan yang terlalu sering kerap terjadi akibat sistem hormon yang belum stabil. Hal ini memengaruhi bagaimana sinyal dari otak diterima oleh organ reproduksi untuk melepaskan sel telur.

    Kondisi ketidakseimbangan impuls hormon ini paling sering dialami pada awal masa remaja. Saat sistem hormonal belum matang, dinding rahim bisa meluruh lebih cepat dari jadwal seharusnya.

    Meski umum terjadi pada remaja, kondisi haid terlalu sering ini tetap membutuhkan pemantauan medis. Hal ini penting untuk memastikan tidak ada gangguan lain pada organ reproduksi.

  4. 4. Risiko bahaya anemia akibat perdarahan berlebih

    Risiko bahaya anemia akibat perdarahan berlebih
    Popmama.com/Erica Santoso/AI

    Dampak nyata dari siklus menstruasi yang terlalu pendek adalah risiko berkurangnya kadar darah merah. Tubuh tidak memiliki cukup waktu untuk memproduksi kembali sel darah yang hilang.

    Perdarahan berulang dalam jangka pendek membuat cadangan zat besi dalam tubuh terkuras cepat. Gejala seperti lemas, pusing, dan gampang lelah sering kali menyertai kondisi ini.

    Oleh sebab itu, masalah siklus haid yang terlalu dekat tidak boleh diabaikan. Penanganan cepat dapat mencegah timbulnya komplikasi anemia.

  5. 5. Pentingnya pencatatan siklus haid secara rutin

    Pentingnya pencatatan siklus haid secara rutin
    Popmama.com/Erica Santoso/AI

    Untuk membedakan perdarahan normal atau tidak, Mama sangat disarankan rutin mencatat tanggal haid. Pencatatan ini membantu mengukur durasi pasti dari siklus bulanan Mama.

    Memantau siklus secara berkala juga mempermudah Mama saat berkonsultasi ke dokter spesialis kandungan. Data tanggal yang akurat mempermudah analisis penyebab gangguan menstruasi.

    Dengan catatan yang rapi, Mama bisa langsung tahu apakah siklus masih berada di angka 24 hari ke atas. Mama pun bisa mengambil tindakan medis lebih awal jika ditemukan kejanggalan.

    Mengenali dan memahami siklus tubuh sendiri adalah langkah awal menjaga kesehatan reproduksi, jadi tetap tenang, rutin catat tanggal haid Mama, dan jangan ragu berkonsultasi ke dokter jika menemukan kejanggalan ya, Ma!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More