Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Magnific.com
  • Merokok dapat menurunkan kualitas sperma dan merusak DNA, sementara hampir 40 persen penyebab sulit hamil dapat berasal dari faktor laki-laki.

  • IUD yang dipasang setelah persalinan memiliki risiko bergeser atau terlepas sekitar 6–10 persen; pilihan KB perlu didiskusikan bersama pasangan dan dokter.

  • Mood swing menjelang menstruasi berkaitan dengan fluktuasi hormon, sedangkan nyeri haid berat, lama, atau memburuk dapat menandakan gangguan reproduksi seperti endometriosis, miom, atau adenomiosis.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kesehatan reproduksi adalah hal penting yang perlu dipahami oleh setiap pasangan, ya. Namun, ternyata ada beberapa informasi yang masih jarang diketahui oleh pasangan suami istri yang sedang mempersiapkan kehamilan.

Seorang dokter kandungan, dr. Dinda Derdameisya, Sp.OG, yang telah berpraktik selama 12 tahun membagikan sejumlah hal penting yang diharapkan dapat lebih banyak diketahui oleh perempuan lewat Instagram pribadinya (@tanyadokdin).

Penasaran apa saja informasinya? Berikut ini sudah Popmama.com rangkum enam hal tentang kesehatan reproduksi yang perlu diketahui perempuan. Yuk, disimak!

1. Sperma perokok lebih rentan mengalami kerusakan DNA

Magnific.com

Dilansir dari Healthy Male, kebiasaan merokok dapat menurunkan kualitas sperma, mulai dari jumlah yang lebih sedikit, volume air mani berkurang, hingga pergerakan sperma yang kurang optimal. 

Bahkan, perokok ringan yang mengisap kurang dari 10 batang per hari juga berisiko mengalami penurunan kualitas sperma. Selain itu, merokok dapat menyebabkan kerusakan DNA pada sperma yang dikaitkan dengan peningkatan risiko keguguran, lho.

2. Risiko IUD bergeser lebih tinggi jika dipasang tepat setelah persalinan

ashasexualhealth.org

IUD atau alat kontrasepsi dalam rahim jadi salah satu pilihan untuk mencegah kehamilan. Namun, waktu pemasangannya juga perlu diperhatikan, Ma, terutama untuk perempuan yang baru melahirkan.

Di unggahannya, dr. Dinda mengingatkan kalau risiko IUD bergeser atau terlepas lebih tinggi, yakni sekitar 6-10%, apabila dipasang setelah persalinan. Karena itu, Mama sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan waktu pemasangan yang sesuai dengan kondisi tubuh, ya.

3. Perubahan mood menjelang menstruasi bukan lebay

magnific.com/benzoix

Pernah nggak, Ma, merasa lebih sensitif, mudah marah, atau tiba-tiba sedih menjelang menstruasi? Kondisi ini cukup umum dialami perempuan dan dikenal sebagai mood swings.

Perubahan suasana hati itu bisa berkaitan dengan fluktuasi hormon selama siklus menstruasi. Jadi, Mama tidak perlu langsung menganggap diri sendiri berlebihan karena mengalami perubahan emosi menjelang haid.

4. Keputusan menggunakan KB perlu dibicarakan bersama pasangan

Magnific.com

Perencanaan keluarga bukan hanya tanggung jawab salah satu pihak, Ma. Keputusan untuk menggunakan kontrasepsi atau KB sebaiknya dibicarakan sama pasangan dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan dan kebutuhan masing-masing.

dr. Dinda menjelaskan terkait KB tidak seharusnya diambil oleh satu pihak saja. Kalau adsa diskusi, pasangan bisa memahami pilihan kontrasepsi yang tersedia dan menentukan metode yang paling sesuai.

5. Masalah kesuburan juga bisa berasal dari laki-laki

Magnific.com

Sulit hamil tidak selalu disebabkan oleh masalah kesehatan reproduksi perempuan. Faktor laki-laki juga punya peran dalam masalah kesuburan pasangan.

Di unggahannya, dr. Dinda menyebutkan kalau hampir 40 persen penyebab kesulitan hamil bisa berasal dari faktor laki-laki. Oleh karena itu, pemeriksaan kesuburan idealnya dilakukan oleh kedua pasangan agar penyebabnya diketahui jelas.

6. Nyeri haid bisa berkaitan dengan masalah reproduksi

Magnific.com

Pernah merasa nyeri haid sampai sulit beraktivitas, Ma? Nyeri menstruasi ringan sebenarnya umum terjadi karena adanya kontraksi otot rahim dan tidak menyebabkan kerusakan organ reproduksi maupun kesuburan.

Tetapi, dilansir dari Evewell, nyeri haid yang parah, berlangsung lama, atau semakin memburuk bisa jadi tanda adanya kondisi medis tertentu. Beberapa masalah kesehatan tersebut berpotensi memengaruhi kesuburan, contohnya endometriosis, miom rahim, dan adenomiosis. 

Nah, jadi kesehatan reproduksi mencakup banyak hal yang perlu dipahami pasangan suami istri, Ma, mulai dari perubahan hormon sampai faktor yang memengaruhi kesuburan. 

Jadi, jangan ragu untuk mencari informasi dan membicarakan kesehatan reproduksi bersama pasangan maupun tenaga medis, ya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article