Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Perempuan dengan PMOS Bisa Berkeringat Berlebih?
Popmama.com/Reisya Adelia/AI
  • PMOS dapat memicu hiperhidrosis, yaitu keringat berlebih tanpa kebutuhan pendinginan tubuh akibat gangguan pengaturan hormon dan metabolisme.

  • Ketidakseimbangan androgen, resistensi insulin, peningkatan berat badan, serta stres emosional disebut meningkatkan risiko keringat berlebih pada perempuan dengan PMOS.

  • Penanganan meliputi pola makan sehat, olahraga, pengurangan gula dan karbohidrat olahan, antiperspiran aluminium klorida, serta konsultasi dokter bila keluhan berlanjut.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Polyendocrine Metabolic Ovarian Syndrome (PMOS) merupakan gangguan hormonal yang biasa terjadi pada perempuan. Kondisi ini sering memengaruhi sistem metabolisme tubuh, termasuk cara tubuh mengatur suhu internal serta respons terhadap hormon. 

Salah satu keluhan yang sering dirasakan penderita PMOS ialah keringat berlebih yang muncul tiba-tiba tanpa pemicu yang jelas. Banyak perempuan merasa bingung ketika tubuhnya memproduksi keringat dalam jumlah banyak meski tidak sedang berolahraga atau berada di lingkungan panas. 

Keringat berlebihan ternyata bukan sekadar masalah kebersihan, melainkan sinyal dari kondisi hormonal yang sedang tidak seimbang di dalam tubuh.

Yuk, cari tahu penyebab hingga cara mengatasinya agar Mama bisa lebih tenang menjalani aktivitas sehari-hari. Berikut Popmama.com telah rangkum penjelasannya, disimak ya!

1. Kenalan dengan hiperhidrosis

Popmama.com/Reisya Adelia/AI

Hiperhidrosis ialah kondisi yang ditandai dengan keluarnya keringat secara berlebihan, bahkan ketika tubuh tidak membutuhkan proses pendinginan. Pada dasarnya keringat merupakan mekanisme alami tubuh untuk menjaga suhu, namun pada penderita hiperhidrosis saraf simpatis yang mengatur kelenjar keringat menjadi terlalu aktif.

Kondisi ini bisa membuat Mama terus-menerus merasa basah di area tubuh tertentu seperti ketiak, telapak tangan, atau dahi. Meskipun bukan penyakit berbahaya, tetapi hiperhidrosis bisa memengaruhi kenyamanan sehari-hari. 

Bagi perempuan, ternyata hiperhidrosis bisa lebih buruk saat memasuki masa pubertas. Jika Mama sering mengalami baju yang basah meski sedang bersantai, mungkin ini saatnya untuk mengenali tanda-tanda hiperhidrosis lebih dalam.

2. Ketahui gejalanya

Popmama.com/Reisya Adelia/AI

Gejala utama hiperhidrosis ialah munculnya keringat dalam jumlah yang sangat banyak, pakaian yang sering terlihat basah di area ketiak atau punggung jadi tanda yang sering dikeluhkan. Selain itu Mama mungkin akan mengalami kulit yang tampak pucat atau kemerahan akibat kelembaban berlebih. 

Selain di ketiak, area tubuh lainnya seperti telapak tangan juga sering menjadi lokasi favorit munculnya keringat berlebih. Bagi beberapa perempuan, tetesan keringat bahkan bisa terlihat di wajah saat beraktivitas ringan. 

Gejala ini bisa muncul kapan saja tanpa harus dipicu oleh suhu panas atau aktivitas fisik yang berat. Bagi penderita PMOS, bisa menjadi lebih intens terutama saat hormon sedang tidak stabil.

3. Penyebab terjadi hiperhidrosis

Popmama.com/Reisya Adelia/AI

Pemicu utama keringat berlebih pada penderita PMOS berkaitan erat dengan ketidakseimbangan hormon androgen dan resistensi insulin. Ketika tubuh memiliki resistensi terhadap insulin, metabolisme tubuh akan terganggu sehingga memicu respons saraf yang tidak stabil. 

Selain itu, PMOS sering kali menyebabkan peningkatan berat badan yang kemudian memengaruhi suhu inti tubuh secara keseluruhan. Saat suhu tubuh meningkat akibat metabolisme yang terbebani, tubuh secara otomatis mencoba mendinginkannya dengan memproduksi keringat lebih banyak. 

Inilah yang menyebabkan perempuan dengan PMOS lebih rentan mengalami keringat berlebih dibandingkan perempuan lainnya, stres emosional yang sering dialami juga berperan penting dalam memicu kelenjar keringat melalui sistem saraf otonom.

4. Ternyata bisa membuat anxiety

Popmama.com/Reisya Adelia/AI

Keringat berlebih sangat berpotensi memicu kecemasan bagi para penderitanya, rasa malu saat baju basah di tempat umum sering membuat seseorang menarik diri dari pergaulan. 

Bagi penderita PMOS yang sudah berjuang dengan perubahan fisik seperti jerawat atau kenaikan berat badan, masalah keringat ini tentu menambah beban mental. Dampak seperti kurang percaya diri sangat nyata dan dapat mengganggu produktivitas Mama di lingkungan sosial. 

Jika Mama merasa stres setiap kali harus keluar rumah karena takut keringat berlebih, jangan ragu untuk mencari dukungan sekitar. Berbicara dengan teman atau keluarga yang bisa membantu Mama mengelola perasaan cemas tersebut.

5. Cara mengatasi hiperhidrosis

Popmama.com/Reisya Adelia/AI

Langkah pertama untuk mengatasi keringat berlebih ialah dengan mengelola kondisi PMOS itu sendiri melalui pola makan sehat dan olahraga teratur. Mengurangi konsumsi gula dan karbohidrat olahan dapat membantu menstabilkan insulin yang nantinya akan mengurangi beban metabolisme tubuh. 

Selain itu, menggunakan deodoran antiperspiran khusus yang mengandung aluminium klorida juga bisa membantu menutup kelenjar keringat sementara. Jika perubahan gaya hidup belum cukup, konsultasikan ke dokter sehingga dapat mend terapi seperti penggunaan obat-obatan. 

Jangan pernah Mama merasa sendirian dalam menghadapi kondisi ini, karena banyak perempuan lain yang juga berjuang melawan tantangan yang sama. 

Semoga informasi ini bisa membantu memahami kondisi keringat berlebih pada penderita PMOS serta cara menghadapinya, ya Ma!

Curated For You

Editorial Team

Related Article