Ketahui Faktanya, Apakah Kista Bisa Membuat Haid Berhenti?

Kista fungsional dapat mengganggu keseimbangan estrogen dan progesteron, sehingga menstruasi terlambat, tidak teratur, atau berhenti sementara.
PCOS terjadi saat sel telur tidak matang dan terlepas sempurna, memicu ketidakseimbangan androgen yang dapat menghentikan siklus menstruasi.
Kista juga dapat menyebabkan nyeri panggul intens dan perdarahan deras; terapi hormonal dapat membantu menstabilkan hormon, sementara keluhan berat perlu diperiksakan ke dokter.
Perubahan siklus bulanan seperti menstruasi yang terlambat atau berhenti total sering kali memicu rasa cemas bagi perempuan. Kondisi ini kerap menimbulkan pertanyaan terkait kesehatan organ reproduksi.
Kista ovarium merupakan salah satu penyebab umum gangguan menstruasi. Memahami keterkaitannya dengan hormon tubuh sangat penting agar Mama dapat mengenali gejalanya sejak dini.
Penasaran dengan penjelasan medis lengkapnya? Berikut Popmama.com bagikan ketahui faktanya, apakah kista bisa membuat haid berhenti!
Table of Content
1. Ketidakseimbangan hormon yang menunda jadwal menstruasi

Popmama.com/Erica Santoso/AI Siklus menstruasi sangat bergantung pada kestabilan hormon estrogen dan progesteron di dalam tubuh. Kista fungsional dapat mengganggu pelepasan hormon tersebut sehingga proses peluruhan dinding rahim menjadi tertunda.
Melansir dari Woman's Clinic, kista yang terus menghasilkan hormon secara berlebih dapat membuat menstruasi berikutnya datang terlambat atau tidak muncul sama sekali.
Kondisi ini menyebabkan siklus bulanan Mama menjadi tidak teratur atau terhenti sementara waktu.
2. Kondisi PCOS yang menghambat proses pelepasan sel telur

Popmama.com/Erica Santoso/AI Sindrom Ovarium Polikistik atau PCOS merupakan kondisi saat ovarium memiliki banyak kista berukuran kecil. Benjolan-benjolan kecil ini muncul akibat sel telur yang tidak mampu matang dan terlepas secara sempurna.
Dampaknya, ketidakseimbangan hormon androgen terjadi dan secara langsung menghentikan siklus menstruasi bulanan.
Penanganan medis yang tepat sangat diperlukan agar kestabilan hormon dan fungsi reproduksi dapat kembali pulih.
3. Kram dan nyeri panggul yang terasa lebih intens

Telat haid (pexels.com/Kwangmozza) Keberadaan kista di area panggul sering kali menekan jaringan saraf dan organ di sekitarnya. Hal ini menyebabkan rasa kram menstruasi yang Mama alami terasa jauh lebih menyiksa dibanding biasanya.
Nyeri tajam umumnya memburuk pada satu sisi perut, yaitu di area tempat kista tersebut tumbuh.
Peradangan selama masa menstruasi juga dapat memperpanjang durasi rasa ngilu pada area panggul.
4. Volume pendarahan menstruasi menjadi lebih deras

Popmama.com/Erica Santoso/AI Beberapa jenis kista dapat memicu peningkatan kadar estrogen sehingga lapisan dinding rahim menebal melebihi kondisi normal. Saat menstruasi akhirnya tiba, lapisan tebal ini akan luruh dan memicu pendarahan hebat.
Mama mungkin perlu mengganti pembalut lebih sering serta menemukan gumpalan darah berukuran cukup besar.
Jika pendarahan terlalu deras hingga memicu rasa pusing, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan.
5. Penggunaan terapi hormonal untuk mengatur siklus haid

Ilustrasi perempuan mengalami nyeri haid saat menstruasi. Sumber: Hello Sehat. Dokter spesialis kandungan biasanya akan merekomendasikan konsumsi pil KB hormonal untuk mengatasi gangguan menstruasi. Pengobatan ini berfungsi menghentikan proses ovulasi sehingga pembentukan kista baru dapat dicegah.
Meskipun tidak mengecilkan kista yang sudah ada, terapi ini efektif menyeimbangkan kadar hormon tubuh.
Siklus menstruasi Mama secara bertahap akan kembali teratur dan rasa kram dapat berkurang.
Memantau keteraturan siklus menstruasi harian merupakan bentuk kepedulian utama terhadap kesehatan organ reproduksi. Jika Mama mengalami menstruasi yang terhenti dalam waktu lama atau disertai nyeri hebat, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan kepercayaan, ya!




















