Apakah Sering Berhubungan Seks Bisa Memengaruhi Peluang Kehamilan?

Sering berhubungan seks dapat menurunkan kesuburan, mitos atau fakta ya, Ma?

27 November 2021

Apakah Sering Berhubungan Seks Bisa Memengaruhi Peluang Kehamilan
Freepik/ijeab

Sebagian besar pasangan suami istri ingin segera memiliki momongan untuk melengkapi kebahagiaan keluarga.

Untuk mewujudkan impian tersebut, sepasang suami istri biasanya meningkatkan frekuensi berhubungan intim dengan harapan peluang kehamilan juga akan meningkat. 

Namun, ada yang berpendapat bahwa sering berhubungan intim justru dapat menurunkan kesuburan dan membuat perempuan susah hamil.

Oleh karena itu, beberapa orang lebih memilih memberi jarak waktu untuk berhubungan intim. 

Jadi sebenarnya apakah sering berhubungan intim memang bisa membuat cepat hamil atau justru sebaliknya?

Nah, untuk menjawab pertanyaan tersebut. Kali ini Popmama.com telah merangkum informasinya untuk Mama. Langsung saja disimak ya, Ma!

1. Apakah sering berhubungan seks dapat memengaruhi peluang hamil?

1. Apakah sering berhubungan seks dapat memengaruhi peluang hamil
Freepik/ArthurHidden

Mungkin Mama sudah dibuat bingung dengan berbagai informasi mengenai peluang kehamilan.

Tak sedikit informasi yang beredar mengenai sering berhubungan seks dapat menurunkan kesuburan dan menyebabkan perempuan sulit hamil. 

Lantas apakah benar sering berhubungan seks menyebabkan sulit hamil? Jawabannya adalah tidak, Ma. Hal tersebut hanyalah mitos belaka. 

Dilansir dari Baby Center, semakin sering pasangan berhubungan seks, justru peluang hamil akan semakin meningkat. Sering berhubungan seks dapat membuat sperma laki-laki menjadi sehat. 

Jarang berhubungan seks memang dapat meningkatkan jumlah sperma. Namun, hal tersebut juga dapat menurunkan motilitas sperma.

Jadi, Mama tidak perlu menunggu masa subur untuk berhubungan dengan suami agar memiliki anak.

Editors' Picks

2. Seberapa sering harus berhubungan seks agar hamil?

2. Seberapa sering harus berhubungan seks agar hamil
Freepik/gpointstudio

Spermatogenesis, atau proses pembentukan sel sperma membutuhkan waktu sekitar 60-70 jam atau dua sampai tiga hari untuk mencapai kematangan penuh.

Dengan demikian, jika ingin memiliki anak disarankan untuk berhubungan seks dua hingga tiga hari sekali.

Meskipun sering berhubungan intim tidak berkaitan dengan susah hamil, tetapi Mama juga tidak perlu berhubungan seks setiap hari untuk dapat hamil. 

Berhubungan seks terlalu sering juga dapat menyebabkan 'kelelahan', bahkan bisa menyebabkan stres karena Mama atau pasangan mungkin akan menganggap berhubungan seks hanya sebagai tugas pra-ovulasi.

Terlalu sering berhubungan seks juga dapat membuat salah satu atau kedua pasangan mungkin tidak tertarik untuk berhubungan seks di saat perempuan sedang dalam masa subur. Hal ini justru bisa membuat Mama kehilangan kesempatan untuk hamil.

3. Waktu ideal untuk berhubungan seks

3. Waktu ideal berhubungan seks
Freepik/Racool_studio

Mama mungkin bertanya-tanya mengenai waktu yang ideal untuk berhubungan seks agar cepat hamil.

Dilansir dari Parents, waktu terbaik untuk berhubungan seks adalah pagi hari atau setelah Papa mendapatkan istirahat yang cukup di malam hari. Hal ini karena saat laki-laki tertidur, tubuhnya akan meregenerasi sperma yang hilang di siang hari. 

Sebuah penelitian dari Universitas Zurich, Swiss, yang dipublikasikan di Chronobiology International membuktikan bahwa sperma yang dihasilkan di pagi hari, tepatnya sebelum jam 7.30 AM, sedang dalam kualitas yang terbaik.

Sperma di pagi hari terbukti memiliki konsentrasi lebih tinggi dan lebih banyak jumlahnya dibandingkan waktu lain.

Jadi, jika Mama dan Papa sedang menjalani program hamil, Mama bisa berhubungan intim di pagi hari karena kemungkinan hamil lebih besar di pagi hari saat kualitas sperma paling bagus.

4. Posisi ideal berhubungan seks untuk mencapai kehamilan

4. Posisi ideal berhubungan seks mencapai kehamilan
Pixabay/sasint

Dengan ratusan juta sperma yang dilepaskan setiap laki-laki orgasme, posisi apapun dapat berpotensi menyebabkan kehamilan.

Jadi, apapun posisinya, selama sperma masuk ke dalam vagina, Mama memiliki peluang untuk hamil.

Namun, ada beberapa posisi tertentu yang baik untuk membuat sperma menemukan jalan ke sel telur lebih mudah. Posisi misionaris dan doggy-style memungkinkan penetrasi lebih dalam dan membawa sperma lebih dekat ke serviks.

Meskipun begitu, posisi lain tidak mengurangi peluang Mama untuk hamil.

Perlu Mama ketahui bahwa sperma adalah perenang yang cukup baik, sehingga setelah disimpan di vagina, sperma dapat mencapai serviks dalam waktu kurang lebih 15 menit.

5. Tips untuk meningkatkan peluang hamil

5. Tips meningkatkan peluang hamil
Freepik/Jcomp

Mengubah praktik seks bukanlah satu-satunya cara untuk meningkatkan peluang hamil.

Berikut ini adalah hal lain yang dapat Mama lakukan untuk meningkatkan kesuburan:

  • Orgasme

Bagi suami, ejakulasi sangat berpengaruh untuk membuat pasangannya hamil. Namun, hal ini juga berlaku bagi perempuan.

Meskipun perempuan tidak harus mencapai klimaks untuk hamil, namun gerakan orgasmenya dapat membantu mendorong sperma lebih dekat ke serviks.

  • Kontrol berat badan 

Memiliki berat badan terlalu berat atau terlalu kurus bisa menurunkan kesuburan karena berat badan memengaruhi kesuburan melalui kadar hormon.

Hormon berperan penting bagi proses dan tahapan kehamilan, mulai dari pelepasan sel telur, hingga perkembangan hasil pembuahan menjadi janin di dalam rahim.

  • Jangan merokok

Merokok memang tidak berdampak langsung pada kemandulan. Namun, merokok dapat menyebabkan menurunnya kinerja organ reproduksi sehingga menyebabkan seseorang menjadi lebih sulit hamil.

Nah, itulah informasi seputar pengaruh frekuensi berhubungan seks dengan peluang kehamilan.

Jadi, sering berhubungan intim tidak memengaruhi peluang kehamilan ya, Ma. Meski begitu, Mama tidak perlu memaksakan untuk berhubungan seks setiap hari.

Yang terpenting adalah kenyamanan Mama dan Papa saat berhubungan intim. Semoga informasi ini membantu ya, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.