Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kuret setelah Keguguran, Apakah Bisa Menghambat Peluang Hamil Lagi?
Magnific.com
  • Tidak semua keguguran memerlukan kuret; pada keguguran komplit, ketika seluruh jaringan kehamilan sudah keluar dari rahim, tindakan tambahan biasanya tidak dibutuhkan.

  • Kuret berlebihan berisiko mencederai lapisan basal endometrium dan mengganggu regenerasinya, tetapi tidak setiap prosedur kuret otomatis membuat perempuan sulit hamil kembali.

  • Dokter dapat memilih penanganan konservatif, seperti obat pemicu kontraksi rahim, berdasarkan kondisi klinis, jaringan tersisa, dan risiko komplikasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Keguguran berulang bisa menimbulkan kekhawatiran lagi bagi pasangan yang sedang menjalani program hamil, termasuk tentang penanganan medis yang perlu dilakukan. Salah satu tindakan yang mungkin diperlukan adalah kuret.

Prosedur kuret ada kaitannya dengan lapisan rahim, yaitu untuk mengeluarkan jaringan kehamilan yang masih tertinggal. Maka dari itu, muncul pertanyaan apakah kuret bisa membuat perempuan sulit hamil kembali.

Nah, jadi, apakah benar kuret setelah keguguran berulang bisa dipastikan menghambat peluang hamil lagi?

Berikut Popmama.com sudah merangkum penjelasan medis dari Dr. dr. Kanadi Sumapradja, Sp. O.G, Subsp. F.E.R., M.Sc. Yuk, simak selengkapnya!

Tidak Semua Keguguran Memerlukan Tindakan Kuret

Magnific.com

Perlu diketahui kalau penanganan keguguran itu bergantung pada kondisi tertentu, termasuk apakah seluruh jaringan kehamilan sudah keluar dari rahim atau masih ada yang tertinggal. Nah, pada keguguran komplit, saat seluruh jaringan sudah keluar, tindakan tambahan biasanya tidak diperlukan, lho.

“Apabila terjadi sebuah keguguran, tentu keguguran ini macam-macam. Ada keguguran yang bersifat komplit, artinya semua hasil pembuahan itu sudah dikeluarkan dari rongga rahim ini, tentu kondisi seperti ini tidak perlu mendapatkan tindakan apa pun,” jelas Dr. dr. Kanadi Sumapradja, Sp. O.G, Subsp. F.E.R., M.Sc, Dokter Spesialis Kebidanan dan Penyakit Kandungan - Fertilitas Endokrinologi Reproduksi, di Exclusive Media Interview bertajuk ‘Keguguran Berulang dalam rangka Miscarriage Awareness Month’, Jumat (16/10/2026) di Jakarta.

Sementara itu, pada keguguran inkomplit, dokter bisa mempertimbangkan penanganan lebih lanjut untuk mencegah komplikasi, seperti perdarahan berkepanjangan atau infeksi.

Kuret yang Berlebihan Berisiko Mencederai Lapisan Rahim

Magnific.com

Tindakan kuret yang berlebihan berisiko mencederai lapisan rahim, khususnya bagian basal endometrium yang berperan dalam pembentukan kembali lapisan tersebut.

“Pada beberapa tindakan kuret yang berlebihan, maka tanpa sengaja tindakan kuret itu juga, katakanlah mengerok lapisan bawah dari dinding rahim,” ujar dr. Kanadi.

Cedera pada bagian ini bisa mengganggu proses regenerasi endometrium. Meski begitu, bukan berarti setiap tindakan kuret akan menyebabkan kerusakan lapisan rahim atau membuat perempuan sulit hamil kembali, ya. 

Risikonya tetap tergantung kondisi dan pelaksanaan prosedur, karena kesehatan endometrium jadi salah satu aspek yang penting tentunya dan ada hubungannya dengan peluang kehamilan setelah tindakan kuret ini.

Dokter Bisa Mempertimbangkan Penanganan yang Lebih Konservatif

Magnific.com

Untuk mengurangi risiko tindakan yang tidak diperlukan, dokter bisa mempertimbangkan penanganan yang lebih konservatif sesuai kondisi pasien. Salah satunya yaitu pemberian obat yang membantu merangsang kontraksi rahim agar jaringan kehamilan bisa keluar secara keseluruhan.

“Dalam melakukan tata laksana pada kasus keguguran, misalnya diawali dengan terjadinya keguguran, maka biasanya dokter umumnya akan berusaha melakukan upaya yang lebih konservatif,” jelas dr. Kanadi.

Meski demikian, pilihan penanganan tetap perlu disesuaikan dengan kondisi klinis, jumlah jaringan yang tertinggal, serta risiko komplikasi. 

Jadi, kuret yang dilakukan secara berlebihan berpotensi mengganggu lapisan rahim, tetapi bukan berarti tindakan ini otomatis menghambat peluang hamil kembali, ya, Ma. 

Keguguran berulang juga bisa disebabkan oleh berbagai faktor lain, sehingga penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan penanganan yang tepat dan menjaga kesehatan rahim untuk kehamilan berikutnya. Tetap semangat, Ma! 

Curated For You

Editorial Team

Related Article