Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

7 Penyebab VBAC Gagal dan Terasa Menyakitkan

5 min read
7 Penyebab VBAC Gagal dan Terasa Menyakitkan
Unsplash/Jimmy Conover
  • Keberhasilan VBAC dipengaruhi kondisi rahim, ukuran dan posisi bayi, proses persalinan, serta jarak kehamilan.

  • Ruptur uteri, persalinan macet, induksi yang tidak tepat, dan panggul sempit dapat menghambat VBAC serta memperkuat nyeri.

  • Keputusan VBAC perlu dibahas bersama dokter kandungan dengan pemeriksaan dan pemantauan medis sejak masa kehamilan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Melahirkan secara normal usai menjalani operasi caesar atau dikenal dengan istilah vaginal birth after cesarean (VBAC) menjadi pilihan bagi sebagian Mama yang ingin merasakan persalinan melalui vagina.Ā 

Namun, keberhasilan VBAC dipengaruhi oleh berbagai faktor. Dalam beberapa kondisi, VBAC dapat mengalami hambatan dan menimbulkan rasa nyeri yang intens.

Bahkan, proses persalinan mungkin perlu dihentikan dan dilanjutkan dengan operasi caesar demi menjaga keselamatan Mama dan si Kecil.

Oleh karena itu, penting bagi Mama untuk memahami berbagai faktor yang dapat menyebabkan VBAC gagal serta mendiskusikan rencana persalinan bersama dokter kandungan.

Lantas, apa saja penyebab VBAC gagal dan terasa menyakitkan? Yuk, simak penjelasannya telah Popmama.com siapkan.Ā 

  1. Apa Itu VBAC?

    Apa Itu VBAC?
    Magnific/DC Studio

    VBAC atau vaginal birth after cesarean adalah persalinan lewat vagina usai sebelumnya melahirkan dengan operasi caesar. Keamanan VBAC bergantung pada riwayat kesehatan dan kondisi kehamilan saat ini.Ā 

    Keputusan Mama menjalani VBAC perlu dibuat bersama dokter kandungan. Itu sebabnya, pemeriksaan sejak masa kehamilan dibutuhkan untuk membantu menilai manfaat, risiko, serta kesiapan fasilitas persalinan.

  2. Penyebab VBAC Gagal dan Terasa Menyakitkan

  3. 1. Ruptur uteri atau robekan pada dinding rahim

    Ruptur uteri atau robekan pada dinding rahim
    Freepik/atlascompany

    Salah satu komplikasi paling serius yang dapat menyebabkan VBAC gagal adalah ruptur uteri atau robeknya dinding rahim, terutama pada area bekas sayatan operasi caesar sebelumnya.Ā 

    Kondisi ini dapat terjadi ketika jaringan rahim tidak mampu menahan tekanan selama kontraksi persalinan. Ruptur uteri dapat menimbulkan rasa sakit yang sangat tajam dan muncul secara tiba-tiba di bagian perut.Ā 

    Nyeri tersebut bisa terasa berbeda dari kontraksi persalinan biasa, terutama jika menetap atau disertai perubahan kondisi Mama dan janin. Namun, robekan rahim tidak selalu ditandai dengan rasa sakit yang khas sehingga pemantauan medis tetap diperlukan.

    Jika dokter mencurigai adanya ruptur uteri, proses VBAC perlu segera dihentikan dan tindakan operasi darurat mungkin diperlukan untuk menyelamatkan Mama serta bayi. Komplikasi ini termasuk kondisi gawat darurat yang membutuhkan penanganan secepat mungkin.

  4. 2. Disproporsi kepala-panggul (CPD) atau panggul sempit

    Disproporsi kepala-panggul (CPD) atau panggul sempit
    Freepik/Lifestylememory

    Disproporsi kepala-panggul atau cephalopelvic disproportion (CPD) merupakan kondisi ketika kepala bayi terlalu besar untuk melewati panggul mama. Kondisi ini dapat menjadi salah satu faktor yang menghambat keberhasilan persalinan melalui vagina, termasuk VBAC.

    Ketika kepala bayi sulit melewati panggul, kontraksi rahim dapat terus berlangsung tanpa menghasilkan kemajuan pembukaan yang berarti. Akibatnya, Mama mungkin merasakan nyeri persalinan yang berkepanjangan dan mengalami kelelahan karena proses persalinan tidak berjalan sesuai harapan.

  5. 3. Persalinan macet atau distosia

    Persalinan macet atau distosia
    Freepik/wavebreakmedia_micro

    Persalinan macet atau distosia merupakan kondisi ketika proses persalinan mengalami hambatan sehingga tidak menunjukkan kemajuan yang memadai.Ā 

    Pada Mama yang menjalani VBAC, kondisi ini dapat terjadi ketika pembukaan serviks berhenti bertambah atau kepala bayi tidak kunjung turun ke jalan lahir meskipun pembukaan sudah lengkap.

    Kontraksi yang berlangsung selama berjam-jam tanpa kemajuan berarti dapat membuat Mama mengalami kelelahan fisik dan tekanan emosional. Rasa nyeri yang muncul berulang kali juga bisa terasa semakin sulit ditoleransi, terutama ketika tubuh tidak mendapatkan waktu istirahat yang cukup di antara kontraksi.

  6. 4. Penggunaan induksi persalinan yang tidak tepat

    Penggunaan induksi persalinan yang tidak tepat
    Pexels/kaboompics

    Penggunaan obat induksi, seperti oksitosin atau misoprostol, perlu dilakukan secara hati-hati dan disertai pemantauan ketat. Jika kontraksi menjadi terlalu sering atau terlalu kuat, kondisi tersebut dapat menyebabkan hiperstimulasi rahim, meningkatkan tekanan pada jaringan rahim, serta menimbulkan rasa sakit yang lebih intens.Ā 

    Pada Mama dengan riwayat operasi caesar, stimulasi persalinan yang tidak tepat juga dapat meningkatkan risiko ruptur uteri. Perlu diketahui bahwa tidak semua metode induksi aman digunakan pada Mama yang menjalani VBAC.Ā 

    Oleh sebab itu, metode induksi harus dipilih oleh dokter berdasarkan riwayat persalinan, kondisi kehamilan, dan kesiapan fasilitas untuk melakukan operasi darurat apabila diperlukan.

  7. 5. Makrosomia atau ukuran bayi terlalu besar

    Makrosomia atau ukuran bayi terlalu besar
    Pexels/Tom Fisk

    Makrosomia merupakan kondisi ketika bayi memiliki berat lahir yang lebih besar dari rata-rata. Dalam konteks persalinan, berat bayi yang mencapai 4.000 gram atau lebih sering digunakan sebagai salah satu batas untuk mendefinisikan makrosomia.Ā 

    Ukuran bayi yang besar dapat membuat proses persalinan melalui vagina menjadi lebih sulit, terutama apabila kepala atau tubuh bayi mengalami hambatan ketika melewati panggul sang mama.Ā 

    Kondisi ini dapat meningkatkan kemungkinan persalinan macet dan kebutuhan akan tindakan medis tambahan. Mama juga mungkin mengalami proses persalinan yang lebih lama atau merasa semakin lelah ketika kemajuan persalinan terhambat.Ā 

  8. 6. Posisi janin tidak normal atau malpresentasi

    Posisi janin tidak normal atau malpresentasi
    Pexels/Pavel Danilyuk

    Posisi janin merupakan salah satu faktor yang memengaruhi kelancaran persalinan melalui vagina. Agar persalinan dapat berlangsung optimal, posisi bayi yang paling diharapkan adalah kepala berada di bawah dan mengarah ke jalan lahir.Ā 

    Sebab, jika posisi bayi melintang, sungsang, atau wajah menghadap ke depan (malposisi), tekanan kepala bayi pada tulang belakang atau panggul Mama akan jauh lebih besar.

    Kondisi ini menyebabkan back labor alias nyeri punggung yang luar biasa parah dan membuat persalinan sulit dilakukan.Ā 

  9. 7. Jarak kehamilan terlalu dekat

    Jarak kehamilan terlalu dekat
    Pexels/Amina Filkins

    Jarak antara persalinan caesar sebelumnya dan kehamilan berikutnya juga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan ketika Mama mempertimbangkan VBAC. Apabila jarak antara persalinan sebelumnya dan persalinan berikutnya kurang dari 18 bulan, jaringan parut pada rahim kemungkinan belum pulih sepenuhnya.Ā 

    Akibatnya, rahim menjadi lebih sensitif dan terasa nyeri saat meregang menahan kontraksi hebat persalinan normal, serta meningkatkan peluang kegagalan akibat jaringan parut yang rentan robek.

    Demikian informasi mengenai penyebab VBAC gagal dan terasa menyakitkan. Semoga bisa menjadi ilmu baru bagi Mama.Ā 

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More