Anemia
Talasemia
Penyakit sel sabit
Fibrosis kistik
Penyakit Tay-Sachs
Sindrom Fragile X
Distrofi otot atau Muscular dystrophy (MD)
Pentingnya Tes Kesehatan Wajib Sebelum Promil, Ini Daftarnya!

Tes kesehatan wajib sebelum promil sangat penting untuk mendukung kehamilan yang sehat dan melahirkan bayi yang sehat.
Cervical screening test (CST) dan pemeriksaan payudara adalah dua dari beberapa tes kesehatan yang wajib dilakukan sebelum promil.
Pemeriksaan infeksi menular seksual (IMS), tes TORCH, dan tes genetik juga perlu dilakukan untuk menjaga kondisi ibu dan tumbuh kembang janin tetap optimal.
Menyiapkan kehamilan bukan hanya sekadar keinginan, namun juga mengenai kesiapan mental dan fisik calon orangtua. Persiapan kehamilan sangat penting bagi orangtua yang merencanakan kehamilan.
Persiapan ini juga dapat mendukung kehamilan yang sehat untuk melahirkan bayi yang sehat. Oleh karena itu, tes kesehatan sebelum menjalani program hamil atau preconception check-up sangat disarankan.
Melalui tes kesehatan ini Mama dapat mempersiapkan diri untuk menjalani kehamilan yang lebih aman dan sehat. Pemeriksaan prakonsepsi memungkinkan tenaga medis mendeteksi lebih awal berbagai kondisi yang berpotensi memengaruhi kesuburan maupun perkembangan janin di kemudian hari.
Berdasarkan rekomendasi American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), perawatan sebelum kehamilan terbukti membantu menekan risiko komplikasi seperti preeklamsia, diabetes gestasional, hingga persalinan prematur.
Untuk menjalani serangkaian test ini, biasanya dianjurkan dilakukan sekitar 3 hingga 6 bulan sebelum memulai program hamil. Rentang waktu tersebut memberi kesempatan bagi calon Mama untuk melakukan penyesuaian gaya hidup, menjalani terapi medis bila diperlukan, serta melengkapi vaksinasi yang dianjurkan agar promil bisa berjalan lancar.
Berikut Popmama.com merangkum informasi mengenai tes kesehatan yang wajib dilakukan sebelum promil. Disimak ya!
Table of Content
1. Cervical screening test (CST)

Cervical screening test (CST) adalah serangkaian prosedur medis yang dilakukan guna mendeteksi sel-sel abnormal pada rahim hingga tes virus human papillomavirus (HPV). Untuk mendeteksi kanker serviks sejak dini, terdapat dua jenis pemeriksaan utama yang umum dilakukan, yakni Pap smear dan tes HPV.
Dilansir dari The Royal Women’s Hospital Australia, pada prosedur Pap smear, dokter akan mengambil sampel sel dari leher rahim untuk kemudian dianalisis. Pemeriksaan ini bertujuan menemukan perubahan sel abnormal yang berpotensi berkembang menjadi kanker. Sementara itu, tes HPV juga dilakukan dengan mengambil sampel dari area yang sama, namun fokus pemeriksaannya adalah mendeteksi keberadaan human papillomavirus (HPV), virus yang menjadi penyebab utama kanker serviks.
Meski Pap smear masih menjadi metode skrining yang paling sering digunakan, dalam kondisi tertentu dokter dapat menyarankan tes HPV, terutama jika hasil Pap smear menunjukkan kelainan. Tes HPV dinilai lebih akurat dalam mengidentifikasi perempuan yang memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker serviks.
2. Pemeriksaan payudara

Sebelum menjalani promil, sebaiknya Mama juga melakukan pemeriksaan payudara. Ini dilakukan untuk meminimalisir sel kanker yang dapat membesar akibat perubahan hormon selama kehamilan dan terjadinya komplikasi yang dapat membahayakan Mama dan bayi.
Organisasi kesehatan seperti American Cancer Society (ACS) menekankan bahwa deteksi dini kanker payudara dapat meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan dan menurunkan risiko komplikasi yang lebih serius. Karena itu, pemeriksaan mandiri yang dilakukan secara konsisten, ditambah pemeriksaan medis rutin, menjadi langkah efektif yang sangat dianjurkan bagi perempuan di berbagai usia.
Mungkin Mama punya pertanyaan mengapa pemeriksaan payudara sebaiknya dilakukan sebelum promil? Alasannya jika Mama melakukan pemeriksaan payudara saat kehamilan, radiasi dari mammografi dapat mengganggu pertumbuhan janin, sehingga jika pemeriksaan ini dilakukan saat kehamilan, sebaiknya pastikan agar dokter mengetahui kondisi kehamilan Mama ya.
3. Menjalani pemeriksaan infeksi menular seksual (IMS)

Melansir Med Park Hospital, untuk pemeriksaan terkait infeksi menular seksual (IMS) prosedur yang dijalani biasanya melalui tes darah dan urine. Tes ini juga bertujuan mendeteksi adanya infeksi menular seksual, termasuk HIV, hepatitis B dan C dan sifilis.
Oleh karena itu, deteksi sejak dini menjadi kunci agar langkah pencegahan dapat segera dilakukan, baik melalui pengobatan medis maupun penyesuaian rencana kehamilan.
Tak hanya itu, guna tes darah dan urine dilakukan untuk memantau berbagai indikator kesehatan, mulai dari kadar gula darah, hemoglobin, hingga fungsi organ vital seperti hati dan ginjal.
4. Tes TORCH

TORCH merupakan rangkaian pemeriksaan untuk mendeteksi infeksi Toksoplasma, Rubella, Cytomegalovirus (CMV), dan Herpes Simplex Virus. Keempat infeksi ini tergolong serius, melansir World Health Organization (WHO), infeksi TORCH berisiko menimbulkan komplikasi serius, seperti keguguran, kelainan bawaan, hingga gangguan tumbuh kembang pada anak.
Atas dasar itu, pemeriksaan TORCH menjadi salah satu tes kesehatan yang sangat dianjurkan, terutama bagi perempuan yang sedang merencanakan kehamilan, demi menjaga kondisi ibu dan tumbuh kembang janin tetap optimal.
5. Tes genetik

Saat menjalani pemeriksaan sebelum program hamil, dokter biasanya akan melakukan tes genetik melalui sampel darah. Pemeriksaan ini bertujuan mengetahui apakah calon orang tua membawa gen tertentu yang berisiko diturunkan kepada anak. Dengan begitu, potensi penyakit genetik bisa diantisipasi sejak awal, Ma.
Jika dalam keluarga terdapat riwayat gangguan genetik, dokter dapat menyarankan pemeriksaan lanjutan sesuai tingkat risikonya. Tes ini membantu pasangan memahami kondisi genetik mereka sekaligus mempertimbangkan pilihan medis yang tersedia, termasuk teknologi reproduksi berbantu seperti program bayi tabung dengan pemeriksaan genetik embrio sebelum ditanamkan ke rahim.
Beberapa penyakit genetik yang umumnya disarankan untuk diperiksa sebelum kehamilan antara lain meliputi:
Itu serangkain test yang dapat Mama dan Papa ikuti ya. Berdasarkan laporan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) yang menyebutkan bahwa perawatan prakonsepsi berkontribusi pada hasil kehamilan yang lebih optimal.
Dengan berkonsultasi dengan dokter, Papa dan Mama akan dibantu menyusun rekomendasi serta program kehamilan yang paling sesuai dengan kondisi kesehatan.


















