Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Penyebab Keguguran Bisa karena Sperma Suami, Apa Penyebabnya?
freepik/jcomp
  • Prof. Silvia W. Lestari menegaskan bahwa keguguran tidak selalu disebabkan oleh kondisi rahim Mama, karena kualitas sperma Papa juga berperan penting dalam keberhasilan kehamilan.
  • Tingkat fragmentasi DNA sperma yang tinggi dapat menghambat perkembangan embrio dan memicu keguguran akibat janin tidak tumbuh sesuai usia kehamilan.
  • Gaya hidup tidak sehat seperti merokok dan paparan polusi dapat menurunkan kualitas sperma, meningkatkan risiko keguguran, serta kelainan bawaan pada bayi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Selama ini, banyak anggapan yang muncul di masyarakat bahwa keguguran atau masalah pada janin sepenuhnya disebabkan oleh kondisi kesehatan rahim Mama. Padahal, proses kehamilan adalah kerja sama tim antara sel telur Mama dan sperma Papa, lho.

Menurut Prof. Silvia W. Lestari dalam podcast berjudul "Tips dari Dokter Andrologi agar Berhasil Promil hingga Menentukan Jenis Kelamin dari Kualitas Sperma" bersama Gritte Agatha, ia meluruskan stigma tersebut. Prof. Silvia menegaskan bahwa tidak benar jika keguguran atau kondisi bayi yang lahir cacat selalu menjadi "kesalahan" di sisi Mama. Karena janin membawa materi genetik dari Papa dan Mama, maka kualitas sperma Papa pun memegang peranan yang sangat penting.

Sebenarnya ada banyak faktor yang memicu keguguran. Untuk Mama yang penasaran, berikut ini telah Popmama.com rangkum beberapa faktor penyebab keguguran yang paling sering terjadi dilihat dari sisi kualitas sperma Papa:



1. Masalah pada fragmentasi DNA sperma Papa

freepik/kjpargeter

Dalam analisis sperma standar, biasanya dokter akan mengecek jumlah, pergerakan, dan bentuk sperma Papa. Namun, menurut Prof. Silvia, ada tes tambahan yang tak kalah penting, yaitu melihat fragmentasi DNA sperma.

Idealnya, DNA sperma Papa harus utuh dan tidak "pecah-pecah". Jika tingkat kerusakan atau pecahnya DNA sperma ini sudah ekstrem, maka embrio yang terbentuk tidak akan bisa tumbuh dengan baik menjadi janin. Kondisi inilah yang akhirnya memicu terjadinya keguguran karena janin tidak berkembang sesuai usianya di dalam rahim Mama.

2. Kualitas sperma Papa yang tidak mampu membuahi dengan sempurna

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Kualitas sperma yang buruk tidak hanya berdampak pada keguguran, tetapi juga pada peluang terjadinya pembuahan itu sendiri. Jika kualitas sperma Papa baik dari segi jumlah maupun keutuhan DNA sangat rendah, tantangan terbesarnya adalah sulitnya sel sperma Papa untuk membuahi sel telur Mama secara alami. Hal ini sering menjadi faktor utama mengapa Mama dan Papa sulit mendapatkan garis dua saat sedang program hamil.


3. Risiko kelainan bawaan pada janin

freepik

Meski kasusnya lebih jarang terjadi dibandingkan keguguran, Prof. Silvia juga menyebutkan bahwa gangguan pada kualitas sperma Papa bisa berdampak pada kondisi si Kecil saat lahir. Sperma Papa yang membawa materi genetik yang tidak sempurna berisiko menyebabkan bayi lahir dengan cacat atau kelainan bawaan. Oleh karena itu, kesehatan Papa sebelum pembuahan sangat krusial untuk selalu dipantau.


4. Gaya hidup Papa yang merusak kualitas sperma

freepik/Drazen Zigic

Penting untuk diingat bahwa kualitas sperma Papa tidak terjadi begitu saja. Paparan polusi, gaya hidup tidak sehat seperti merokok, hingga kondisi medis tertentu bisa merusak struktur DNA sperma Papa. Jika Papa sedang dalam masa promil bersama Mama, menjaga asupan nutrisi dan menghindari stres sangat disarankan agar kualitas sperma Papa tetap prima dan mampu mendukung pertumbuhan janin yang kuat.

Itulah penjelasan mengenai bagaimana kualitas sperma Papa bisa memengaruhi kondisi kehamilan Mama. Jadi, jangan ragu untuk mengajak Papa melakukan pemeriksaan kesehatan bersama agar perjalanan promil Mama dan Papa berjalan lancar ya, Ma!

Editorial Team