Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Penyebab Menstruasi Lebih dari 10 Hari yang Perlu Mama Tahu
Popmama.com/Erica Santoso/AI
  • Menstruasi normal berlangsung 3–7 hari; perdarahan yang melewati 10 hari disebut menoragia dan dapat menjadi sinyal masalah kesehatan yang perlu diperhatikan dokter.
  • Ketidakseimbangan hormon, fibroid atau polip rahim, serta endometriosis dapat menyebabkan perdarahan lebih lama, lebih banyak, atau disertai nyeri haid berat.
  • Kontrasepsi, obat tertentu, hingga komplikasi kehamilan dapat memicu perdarahan berkepanjangan; segera konsultasi bila disertai lemas, pusing, kram hebat, atau gumpalan darah besar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Siklus menstruasi yang teratur merupakan indikator penting kesehatan reproduksi Mama. Namun, durasi haid yang berlangsung lebih lama dari biasanya tentu membuat Mama merasa khawatir saat beraktivitas.

Normalnya, menstruasi berlangsung selama 3 hingga 7 hari. Jika darah haid masih terus keluar hingga melewati 10 hari, kondisi medis ini kerap disebut menoragia. Melansir dari Healthline, darah haid yang keluar sangat deras atau lebih dari seminggu bisa menjadi sinyal adanya masalah kesehatan yang memerlukan perhatian dokter.

Mama tidak perlu panik, tetapi sangat penting untuk memahami pemicunya. Berikut Popmama.com bagikan penyebab menstruasi lebih dari 10 hari yang perlu Mama ketahui!

1. Ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Proses menstruasi dipengaruhi oleh hormon estrogen dan progesteron. Saat kedua hormon ini seimbang, dinding rahim akan luruh secara teratur sesuai siklus bulanan Mama.

Namun, jika terjadi fluktuasi hormon seperti saat memasuki perimenopause atau akibat gangguan tiroid, dinding rahim bisa menebal berlebihan. Akibatnya, peluruhan dinding rahim membutuhkan waktu yang jauh lebih lama.

Kondisi inilah yang membuat durasi perdarahan haid memanjang hingga melewati 10 hari. Mama disarankan untuk menjaga pola makan dan mengelola stres agar hormon kembali stabil.

2. Adanya pertumbuhan fibroid atau polip rahim

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Penyebab fisik yang sering dialami wanita dewasa adalah munculnya benjolan non-kanker di area rahim. Fibroid merupakan pertumbuhan jaringan otot berlebih, sedangkan polip adalah benjolan kecil pada lapisan dalam rahim.

Kedua jenis benjolan jinak ini mengganggu kontraksi alami rahim saat mengeluarkan darah haid. Pembuluh darah di sekitarnya juga menjadi lebih rentan mengalami perdarahan yang sulit berhenti.

Kondisi ini membuat darah yang keluar menjadi lebih banyak dan berdurasi lama. Berdasarkan informasi dari Healthline, dokter biasanya akan melakukan USG untuk mengonfirmasi keberadaan fibroid atau polip.

3. Masalah endometriosis pada rahim

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Endometriosis terjadi ketika jaringan yang seharusnya melapisi rahim justru tumbuh di luar rongga rahim, seperti pada ovarium atau saluran tuba. Jaringan ini tetap merespons hormon bulanan dengan cara menebal dan meluruh.

Karena meluruh di tempat yang tidak seharusnya, darah terperangkap dan memicu peradangan di area panggul. Kondisi ini sering kali menimbulkan rasa nyeri haid yang luar biasa parah.

Selain nyeri hebat, endometriosis juga memicu perdarahan abnormal. Hal tersebut mengakibatkan siklus haid Mama menjadi berantakan dan durasinya memanjang.

4. Efek samping penggunaan kontrasepsi atau obat tertentu

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Penggunaan alat kontrasepsi hormonal seperti pil KB, suntik, maupun IUD sering kali memicu perubahan pola menstruasi di beberapa bulan pertama pemakaian.

Reaksi tubuh terhadap penyesuaian hormon ini membuat lapisan rahim meluruh secara tidak menentu. Tak jarang hal ini menyebabkan bercak darah atau menstruasi yang tidak kunjung berhenti.

Selain kontrasepsi, penggunaan obat pengencer darah atau antiinflamasi juga bisa memengaruhi pembekuan darah. Efeknya, perdarahan menstruasi yang Mama alami menjadi lebih lama.

5. Komplikasi kehamilan seperti keguguran

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Terkadang, perdarahan lebih dari 10 hari yang dikira menstruasi ternyata merupakan tanda komplikasi kehamilan awal, seperti keguguran atau kehamilan di luar rahim.

Kondisi ini umumnya ditandai dengan perdarahan deras yang mendadak, kram perut hebat, serta keluarnya gumpalan darah berukuran besar. Tubuh memerlukan waktu untuk mengeluarkan sisa jaringan dari rahim.

Jika Mama mencurigai adanya kemungkinan hamil sebelum perdarahan panjang ini terjadi, segera lakukan tes kehamilan mandiri atau langsung berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan.

Jika menstruasi berkepanjangan ini disertai lemas, pusing, atau mengganggu aktivitas harian, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter kandungan agar mendapatkan penanganan yang tepat!

Curated For You

Editorial Team

Related Article