Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

7 Penyebab Perut Atas Keras dan Perut Bawah Lembek saat Hamil

7 Penyebab Perut Atas Keras dan Perut Bawah Lembek saat Hamil
Pexels/cottonbro studio
Intinya Sih
  • Untuk meredakan sensasi perut keras, Mama perlu mendapatkan waktu istirahat yang cukup agar tidak mudah kelelahan.

  • Kondisi perut mengeras selama kehamilan disebabkan oleh pertumbuhan rahim yang semakin membesar hingga pola hidup yang Mama jalani.

  • Hindari aktivitas fisik yang berlebihan selama kehamilan karena menyebabkan kondisi perut keras serta memicu keluhan lainnya.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Selama kehamilan, tubuh mama akan mengalami berbagai perubahan, terutama terhadap bentuk fisik serta sensasi yang dirasakan.

Salah satu kondisi yang cukup umum terjadi adalah sensasi perut bagian atas yang terasa lebih keras dibandingkan perut bagian bawah.

Kondisi tersebut terjadi akibat berbagai faktor yang saling berkaitan dengan proses perkembangan kehamilan. Lalu, apa saja faktor yang dapat memicu kondisi tersebut?

Berikut Popmama.com telah merangkum tujuh penyebab perut atas keras dan perut bawah lembek saat hamil. Yuk, simak selengkapnya, Ma.

Table of Content

1. Pertumbuhan rahim

1. Pertumbuhan rahim

Freepik/freepic.diller
Freepik/freepic.diller

Selama kehamilan, rahim akan terus membesar dan posisinya bergerak naik mendekati pusar. Oleh karena itu, bagian atas perut ibu hamil biasanya akan terasa lebih tegang, kencang, dan keras dibandingkan bagian bawah perut.

Bagian paling atas dari rahim disebut sebagai fundus uteri, area tersebut merupakan bagian yang paling padat dan kuat sehingga lebih mudah terasa saat diraba dari luar.

Sementara itu, bagian bawah perut akan terasa lebih lunak karena adanya jaringan lemak, otot, serta bagian rahim yang belum menerima tekanan sebanyak perut bagian atas.

2. Peningkatan volume air ketuban

Pexels/Amina Filkins
Pexels/Amina Filkins

Peningkatan volume air ketuban selama kehamilan berperan penting dalam melindungi janin dari benturan selama proses perkembangannya.

Jika air ketuban mulai terkumpul lebih banyak pada bagian bawah rahim, perut bagian bawah akan terasa lebih lunak atau kenyal saat disentuh.

Sebaliknya, perut bagian atas akan terasa lebih keras atau padat karena diisi oleh punggung, kepala, atau bagian tubuh bayi yang berukuran lebih besar.

3. Adanya masalah pencernaan dan gas

Pexels/Amina Filkins
Pexels/Amina Filkins

Perubahan hormon progesteron selama kehamilan menyebabkan pergerakan usus menjadi lebih lambat. Selain itu, rahim yang terus membesar juga memberikan tekanan lebih besar pada organ sekitarnya seiring bertambahnya usia kehamilan.

Selain itu, sisa makanan yang menghasilkan gas juga terperangkap di dalam usus. Kondisi tersebut mendorong gas ke area perut tengah dan atas sehingga sensasi bagian perut atas akan terasa lebih keras dibandingkan bagian perut bawah.

Untuk meredakan kondisi tersebut, Mama dapat memerhatikan pola makan selama kehamilan. Selain itu, hindari jenis makanan yang memicu terbentuknya gas serta makan dalam porsi kecil dan sering.

4. Posisi janin

Pexels/Book Hut
Pexels/Book Hut

Selama kehamilan, posisi janin masih sering mengalami perubahan di dalam rahim. Kondisi tersebut umumnya lebih sering terjadi pada kehamilan trimester pertama dan memasuki kehamilan trimester kedua.

Jika punggung atau bokong bayi berada pada bagian atas perut, area tersebut umumnya akan terasa lebih padat dan keras saat disentuh, begitu juga sebaliknya.

5. Aktivitas fisik berlebihan

Freepik/tirachardz
Freepik/tirachardz

Aktivitas fisik yang terlalu berat bagi ibu hamil membuat otot rahim menjadi lebih sensitif dan mudah tegang, terutama terhadap kondisi perut bagian atas karena tubuh bekerja lebih keras.

Perut bagian atas juga terasa lebih menonjol karena area yang menerima tekanan terbesar dari rahim ke dinding perut.

Meski kondisi tersebut bersifat sementara dan mereda saat Mama beristirahat, Mama perlu membatasi aktivitas berat dan melakukan istirahat yang cukup selama kehamilan agar tidak mengganggu kenyamanan.

6. Struktur tubuh ibu

Pexels/Amina Filkins
Pexels/Amina Filkins

Ibu dengan postur tubuh yang mungil dengan otot perut kencang sebelum kehamilan biasanya dapat merasakan perut bagian atas menjadi lebih cepat kencang.

Hal tersebut terjadi karena ruang bagi rahim untuk berkembang ke atas lebih terbatas sehingga pertumbuhan rahim dan tekanan dari dalam akan terasa lebih menonjol pada permukaan perut bagian atas.

Kondisi tersebut merupakan hal normal karena setiap perempuan memiliki bentuk tubuh yang berbeda-beda.

Namun, jika kondisi tersebut disertai dengan keluhan lain yang tidak biasa, Mama sebaiknya segera melakukan konsultasi kepada tenaga kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

7. Kontraksi Braxton Hicks (Kontraksi Palsu)

Pexels/Ivan S
Pexels/Ivan S

Kondisi kontraksi tersebut umum terjadi pada trimester kedua kehamilan. Kontraksi tersebut sering disebut sebagai kontraksi palsu karena intensitas dan waktu kemunculannya tidak teratur dan bukan tanda persalinan yang sebenarnya.

Umumnya sensasi keras akibat kontraksi tersebut lebih dulu terasa pada bagian atas rahim sebelum menyebar pada area lain, termasuk pada bagian bawah rahim, lalu perlahan akan mereda.

Sensasi kontraksi tersebut dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, terutama saat Mama sedang merasa kelelahan. Oleh karena itu, Mama perlu mendapatkan waktu istirahat yang cukup serta menghindari aktivitas terlalu berat agar tubuh tetap nyaman selama kehamilan.

Itu tadi penyebab perut atas keras dan perut bawah lembek saat hamil. Semoga artikel ini memberikan manfaat bagi Mama dalam memahami kondisi kehamilan yang lebih baik saat trimester kedua kehamilan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara
Follow Us

Latest in Pregnancy

See More