- “Pinggang kayaknya udah mau copot, deh”
- “Aduh, selangkangan kok ngilu banget, ya?”
- “Jalan lima menit rasanya kayak habis olahraga sejam”
- “Duduk lama pegel, berdiri juga pegel”
- “Boleh nggak jalannya pelan-pelan aja?”
- “Apa itu HYROX? Bawa badan aja udah perjuangan”
- “Paha sama panggul kok makin berat, ya?”
- “Kok orang-orang bisa ya jalannya cepet?”
- “Dari kamar ke WC aja jauh banget ternyata”
- “Sekali bersin rasanya seluruh perut ikut bergerak”
50 Bunyi-Bunyian Ibu Hamil Trimester Ketiga, Relate Banget

Trimester ketiga membawa perubahan fisik seperti pegal, sulit bergerak, dan lebih sering ke kamar mandi karena ukuran janin serta beban tubuh bertambah.
Kesulitan tidur, bolak-balik ke toilet, kram, dan heartburn menjadi bagian dari keseharian saat hamil besar.
Gerakan janin, persiapan menjelang HPL, serta momen kecil seperti sulit memakai sepatu membuat pengalaman ibu hamil terasa beragam dan relate.
Memasuki trimester ketiga, tubuh ibu hamil mengalami banyak perubahan karena ukuran janin semakin besar dan waktu persalinan semakin dekat. Mulai dari pinggang pegal, susah mencari posisi tidur, sampai bolak-balik ke kamar mandi rasanya sudah menjadi bagian dari keseharian.
Kalau berbagai keluhan ibu hamil trimester ketiga dibuat mengikuti tren “bunyi-bunyian” di media sosial, kira-kira seperti apa, ya?
Berikut Popmama.com rangkum deretan “bunyi-bunyian” ibu hamil saat hamil besar yang mungkin terasa relate bagi Mama.
Table of Content
Bunyi-bunyian Ibu Hamil karena Tubuh Semakin Berat

Pexels/Ivan S Di trimester ketiga, perubahan fisik makin terasa karena ukuran perut membesar dan beban tubuh bertambah. Keluhan seperti pegal, ngilu, sampai susah bergerak jadi makin sering muncul.
Bunyi-bunyian Ibu Hamil karena Susah Tidur

Pexels/Alexander Mass Tidur nyenyak kadang justru terasa seperti kemewahan saat hamil besar. Posisi serba salah, tubuh pegal, sampai bolak-balik ke toilet bikin malam terasa panjang.
- “Miring kiri pegal, miring kanan juga pegal”
- “Apa itu tidur nyenyak?”
- “Bantal di rumah kurang banyak kayaknya”
- “Ya tuhan, mau kali tidur enak”
- “Baru juga rebahan, kok mau pipis lagi?”
- “Baru minum air, lima menit kemudian ke toilet lagi”
- “Kaki kram tengah malam memang paling bikin kaget”
- “Kenapa tiap mau tidur malah heartburn?”
- “Sekarang bahagia cuma karena berhasil tidur dua jam tanpa bangun”
- “Mau bangun dari kasur sekarang butuh strategi”
Bunyi-bunyian Ibu Hamil saat Janin Aktif Gerak

Pexels/Jorge Chan Gerakan janin jadi salah satu hal yang paling bikin Mama bahagia sekaligus kaget. Apalagi ketika tendangannya datang di waktu yang tidak terduga.
- “Dek, tendangnya jangan ke tulang rusuk”
- “Dek, Mama boleh tidur dulu nggak sebelum kamu latihan karate?”
- “Jam 2 pagi malah aktif banget sih, Dek”
- “Perut disentuh sedikit, si Kecil langsung balas tendang”
- “Dek, jangan bikin Mama deg-degan kalau tiba-tiba diam”
- “Mama capek, tapi kalau si Kecil diam malah khawatir”
- “Aduh, kok rasanya ada tekanan di bawah?”
- “Ini perut kencang biasa atau kontraksi, sih?”
- “Sekali gerak, rasanya satu perut ikut pindah posisi”
- “Ayo, Dek, pelan-pelan aja ya tendangnya”
Bunyi-bunyian Ibu Hamil yang Repot Menjelang HPL

Pexels/Amina Filkins Semakin dekat dengan Hari Perkiraan Lahir, isi kepala Mama biasanya mulai dipenuhi pertanyaan soal persalinan. Sedikit mulas saja bisa bikin refleks mengecek jam.
- “Beli apa lagi ya yang belum? Padahal baju bayi udah numpuk”
- “Bisa nggak serumah dibawa aja? Repot banget milahnya”
- “Nggak bosen apa, Dek? Di dalam perut terus”
- “Ini mules pengen BAB atau mau lahiran ya?”
- “Ini sudah tanda melahirkan atau cuma masuk angin?”
- “Google: Ciri-ciri kontraksi asli”
- “Google lagi: Bedanya kontraksi asli dan palsu.”
- “*Lagi kontraksi*, Dek? Lahir aja bisa nggak?”
- “Perutnya makin turun atau cuma perasaan Mama?”
- “Semua orang mulai tanya, ‘Kapan lahiran?’”
Bunyi-bunyian Random Ibu Hamil Besar

Pexels/Zoe Galarza Selain keluhan fisik dan persiapan lahiran, ada juga momen-momen kecil yang cuma benar-benar dipahami sesama ibu hamil. Kadang bikin capek, kadang malah lucu kalau dipikir-pikir lagi.
- “Mau pakai sepatu aja susah lihat kaki sendiri”
- “Mau potong kuku kaki saja butuh bantuan”
- “Kok kaki makin susah masuk sandal?”
- “Cincin kok mulai sempit, ya?”
- “Kok panas banget, padahal orang lain biasa aja?”
- “Jangan bikin Mama ketawa, nanti pipis”
- “Makan salah, nggak makan juga mual”
- “Mama juga pengin tahu kapan lahiran, kok”
- “Badan maunya rebahan, pikiran malah sibuk mikirin lahiran”
- “Ayo, Dek, sehat-sehat sampai waktunya kita ketemu”
Itulah tadi berbagai bunyi-bunyian random ibu hamil besar yang mewakili keluhan, keresahan, sekaligus isi hati selama trimester ketiga. Dari pegal, susah tidur, sampai deg-degan menanti persalinan, siapa nih yang merasa relate banget?






















