Kenapa Emosi Tidak Stabil saat Hamil? Ini Penyebabnya

Perubahan hormon estrogen dan progesteron selama hamil dapat memengaruhi bagian otak pengatur suasana hati, sehingga ibu lebih sensitif, mudah menangis, dan cemas.
Keluhan fisik seperti mual, muntah, kelelahan, sulit tidur, serta nyeri dapat mengganggu kenyamanan dan energi, lalu memicu mudah tersinggung, sedih, atau lelah emosional.
Kekhawatiran tentang kondisi bayi, persalinan, peran sebagai orangtua, serta minimnya dukungan atau tekanan dari lingkungan dapat membuat emosi lebih naik turun.
Saat hamil, perubahan suasana hati bisa terjadi dalam waktu yang cukup cepat. Mama mungkin merasa baik-baik saja, tetapi kemudian menjadi lebih sensitif, mudah tersinggung, sedih, atau tiba-tiba ingin menangis.
Emosi yang naik turun selama kehamilan dapat dipengaruhi oleh berbagai perubahan yang sedang Mama alami. Mulai dari perubahan hormon, kondisi tubuh, hingga berbagai kekhawatiran selama menanti kelahiran si Kecil.
Lantas, apa saja yang bisa membuat emosi tidak stabil saat hamil? Berikut Popmama.com sudah merangkum beberapa penyebabnya yang perlu Mama ketahui. Yuk, disimak!
Table of Content
1. Perubahan hormon

Magnific Perubahan hormon menjadi salah satu hal yang dapat membuat emosi Mama lebih mudah berubah selama kehamilan. Saat hamil, tubuh mengalami peningkatan hormon seperti estrogen dan progesteron.
Perubahan hormon tersebut dapat memengaruhi kerja otak, terutama bagian yang mengatur suasana hati. Akibatnya, Mama bisa merasa lebih sensitif, mudah menangis, atau lebih cepat merasa cemas.
Perubahan ini juga membuat suasana hati Mama terasa naik turun. Dalam satu waktu Mama bisa merasa tenang, tetapi di waktu lain menjadi lebih mudah tersentuh atau merasa cemas.
2. Perubahan kondisi fisik

Magnific Emosi yang tidak stabil juga bisa berkaitan dengan kondisi tubuh selama hamil. Mual, muntah, kelelahan, sulit tidur, atau nyeri dapat membuat Mama merasa tidak nyaman sepanjang hari.
Pada awal kehamilan, tingkat energi Mama biasanya ikut menurun. Mual dan muntah atau morning sickness juga dapat membuat Mama sulit makan dan minum. Kondisi tersebut dapat membuat tubuh semakin lelah dan waktu tidur ikut terganggu.
Saat tubuh terasa lelah dan tidak nyaman, suasana hati pun bisa ikut berubah. Mama mungkin menjadi lebih mudah tersinggung, merasa sedih, cemas, atau mengalami kelelahan secara emosional.
3. Rasa cemas tentang kondisi bayi

Magnific Kehamilan juga dapat membuat Mama memikirkan banyak hal dalam waktu bersamaan. Kondisi janin, proses persalinan, hingga kehidupan setelah si Kecil lahir bisa menjadi hal yang memenuhi pikiran.
Mama mungkin bertanya-tanya apakah bisa menjadi orangtua yang baik, apakah tumbuh kembang bayi akan sehat, atau apakah nantinya bisa memberikan yang terbaik untuk si Kecil.
Berbagai kekhawatiran tersebut dapat membuat pikiran Mama lebih mudah dipenuhi rasa cemas dan khawatir. Ketika perasaan tersebut muncul berulang, suasana hati pun dapat menjadi lebih mudah berubah dan Mama lebih gampang merasa sedih atau menangis.
4. Kurangnya dukungan dari orang sekitar

Magnific Selain perubahan dalam diri, keadaan di sekitar Mama juga dapat memengaruhi emosi selama hamil. Perubahan hubungan dengan pasangan atau keluarga, keterbatasan aktivitas, hingga rasa tidak nyaman dapat membuat Mama merasa sendirian atau tidak dimengerti.
Mama juga mungkin menghadapi berbagai pendapat dari keluarga atau tekanan dalam hubungan dengan pasangan, teman-teman, maupun lingkungan kantor.
Ketika menghadapi berbagai tekanan tersebut, emosi Mama bisa menjadi lebih mudah naik turun. Perasaan yang tadinya tenang dapat berubah menjadi kesal, sedih, atau tertekan ketika menghadapi situasi yang terasa membebani.
Nah, itu dia penyebab emosi tidak stabil saat hamil yang bisa membuat suasana hati Mama lebih mudah berubah. Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh berbagai perubahan yang Mama alami selama kehamilan.






















