Membantu menjaga kesehatan ibu dan janin sebaik mungkin selama kehamilan.
Mengurangi risiko komplikasi yang terjadi saat kehamilan.
Perencanaan Kehamilan yang Tepat, Penting untuk Ibu dan Bayi

Perencanaan kehamilan penting untuk mengatasi risiko kesehatan ibu dan bayi serta meminimalkan gangguan selama kehamilan.
Perawatan pra-kehamilan meliputi konseling, pemeriksaan fisik, skrining risiko, vaksinasi, dan penyesuaian perawatan medis tertentu.
Menerapkan gaya hidup sehat, berhenti merokok dan minum alkohol, serta menjaga kebugaran fisik sangat penting dalam persiapan kehamilan.
Merencanakan kehamilan dengan tepat bukan hanya soal keinginan Mama dan Papa untuk memiliki anak. Namun, merupakan langkah krusial untuk meningkatkan peluang kesuburan, meminimalkan risiko, dan mendukung kesehatan ibu dan bayi nantinya.
Berbagai persiapan harus dibahas bersama, agar kesehatan ibu optimal dan siap untuk hamil, serta bayi lahir dengan kondisi sehat. Berdasarkan data dari Survei Sensus Penduduk (2015), angka kematian ibu terkait kehamilan mencapai angka 305 per 100.00 kelahiran hidup dan menjadi yang tertinggi di ASEAN pada tahun tersebut.
Sehingga, ini dapat menjadi langkah awal dan penting untuk melakukan perencanaan kehamilan yang mencakup perawatan pra-kehamilan, penerapan gaya hidup yang sehat, penanganan kondisi medis tertentu bagi calon ibu, serta persiapan mental menyambut peran orangtua.
Lalu, kenapa perencanaan kehamilan yang tepat penting untuk ibu dan bayi? Berikut Popmama.com telah mengulas informasinya buat Mama.
Table of Content
1. Mengapa perencanaan kehamilan itu penting?

Perencanaan kehamilan sangat penting untuk mengatasi permasalahan dan meminimalkan risiko gangguan kesehatan baik pada ibu maupun bayi. Kehamilan yang sehat tidak hanya bergantung pada ibu, tetapi juga pada tubuh dan mental pasangan untuk menyambut si kecil.
Dilansir Cleveland Clinic, kehamilan yang sehat dimulai jauh sebelum Mama mendapatkan hasil positif pada tes kehamilan. Mendapatkan konseling dan bimbingan dari dokter dapat membantu mengurangi risiko terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan selama kehamilan yang dapat membahayakan janin dan Mama.
Tujuan dari konseling dapat meliputi:
Membantu ibu agar dapat hamil dengan aman.
Dengan menjalani konseling perencanaan kehamilan, dapat membantu Papa dan Mama untuk memiliki kehamilan yang sukses.
2. Perawatan pra-kehamilan

Jika Mama atau Papa memiliki kondisi kesehatan tertentu, seperti memiliki riwayat darah tinggi, epilepsi atau diabetes, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum menjalani program kehamilan. Dengan begitu, dokter akan menyarankan kehamilan yang tepat dan terencana.
Dilansir dari The American of Pediatric (AAP) dan American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), perawatannya meliputi pemeriksaan fisik, skrining risiko, vaksinasi dan konseling, seperti yang telah disebutkan di atas. Berikut penjelasannya:
- Skrining risiko mencakup pemahaman tentang kesehatan reproduksi, paparan zat berbahaya, hingga kondisi gizi pada ibu. Pemeriksaan ini juga mencakup riwayat medis calon orangtua dan riwayat medis keluarga. Selain itu, jika calon ibu sedang menjalani perawatan untuk kondisi medis tertentu, akan dilakukan penyesuaian terhadap perawatan yang sedang dijalani.
- Pemeriksaan fisik meliputi pemeriksaan secara umum seperti organ vital dan tanda-tanda vital seperti tekanan darah tinggi.
- Tes laboratorim dilakukan untuk memeriksa tanda-tanda infeksi, penyakit atau kondisi yang memerlukan perawatan. Tes genetik juga diperuntukan untuk mendeteksi kondisi yang dapat diwariskan.
3. Menerapkan gaya hidup yang sehat

Penting untuk calon orangtua menjaga kesehatan dengan menerapkan pola hidup yang sehat. Mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang sangat disarankan. Dilansir Harley Street Fertility Centre, mengonsumsi makanan sayuran, buah-buahan, biji-bijian, protein tanpa lemak guna mencukupi asupan nutrisi yang mendukung kesuburan dan fondasi kehamilan yang sehat. Perlu diingat untuk membatasi makanan olahan, gula berlebih dan makanan yang mengandung lemak trans.
Berhenti merokok dan minum minuman beralkohol serta berhenti menggunakan obat-obatan terlarang. Selain itu, menjaga kebugaran fisik dengan berolahraga sangat penting untuk meningkatkan sirkulasi darah, mengurangi stress dan membantu menjaga berat badan yang sehat. Olahraga dengan intensitas rendah dapat dicoba oleh Papa dan Mama, seperti berjalan kaki, yoga atau berenang yang umumnya aman.
4. Penanganan terkait kondisi medis

Dilansir dari Cleveland Clini, kondisi medis seperti penyakit kronis, infeksi, kondisi genetik akan mendapatkan pemantauan khusus. Dengan kondisi tertentu kehamilan dapat memengaruhi perawatan yang sedang dijalani, misalnya seperti penyesuaian dosis obat yang dikonsumsi.
Kondisi kronis yang dapat menimbulkan risiko kehamilan meliputi:
Asma
Depresi
Diabetes
Penyakit jantung
Tekanan darah tinggi
Penyakit ginjal
Penyakit tiroid
Pada pemeriksaan kondisi genetik, pengujian genetik pra-implantasi dapat memeriksa apakah embrio mewarisi gen dari Mama atau Papa, yang kemungkinan mewarisi kondisi genetik tertentu.
Pemeriksaan infeksi dilakukan guna mendeteksi infeksi seperti IMS atau infeksi menular seksual yang dapat membahayakan ibu dan janin. Infeksi yang dapat mingkatkan risiko komplikasi kehamilan meliputi:
Hepatitis B
HIV
Campak
Rubella
Tetanus
Varicella (cacar air)
Vius zika
Sehingga penting bagi Mama untuk memastikan apakah telah mendapatkan imunisasi secara lengkap sebelum kehamilan.
5. Persiapkan mental dan finansial untuk menyambut si Kecil

Menyambut si kecil selain memerlukan kesiapan fisik dan kesehatan, Papa dan Mama harus siap secara mental dan finansial. Mengelola stress baik bagi tubuh, agar hormon tetap stabil dan tidak mengganggu kesuburan serta perkembangan pada janin nantinya. Dukungan dari pasangan dan keluarga sangat penting untuk membangun kepercayaan diri Papa dan Mama.
Terkahir yang tak kalah penting adalah kesiapan finansial. Merencanakan kehamilan harus didukung dengan kesiapan finansial. yang dapat membantu memberikan perawatan kesehatan terbaik bagi ibu dan bayi.
Itulah pentingnya merencanakan kehamilan yang tepat, agar ibu dan bayi agar dapat menghindari risiko dan komplikasi pada saat kehamilan nanti. Bagaimana Ma, Pa, apakah sudah siap untuk merencanakan kehamilan dan menyambut si Kecil dalam keluarga?


















