Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Pola Makan saat Hamil Pengaruhi Selera Makan Anak, Mama Harus Tau!

Pola Makan saat Hamil Pengaruhi Selera Makan Anak, Mama Harus Tau!
Magnific/gpointstudio
Intinya Sih
  • Pola makan ibu hamil memengaruhi pembentukan indra perasa janin melalui cairan ketuban, sehingga bayi mengenal berbagai rasa sejak dalam kandungan.
  • Konsumsi beragam sayuran selama kehamilan membantu anak lebih mudah menerima rasa sayur dan mengurangi risiko menjadi picky eater.
  • Nutrisi seimbang serta suasana hati positif saat makan berperan penting dalam membentuk preferensi rasa dan kebiasaan makan sehat anak di masa depan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Perjalanan kehamilan bukan hanya soal menjaga kesehatan janin di dalam kandungan, tetapi juga menjadi tahap awal untuk membentuk kebiasaan makan si Kecil di masa depan. Banyak Mama yang mungkin bertanya-tanya, apakah nutrisi yang dikonsumsi selama hamil benar-benar berpengaruh pada selera makan anak nantinya? Ternyata, jawabannya adalah iya.

Saat hamil, cairan ketuban yang ditelan oleh janin mengandung berbagai rasa dari makanan yang Mama konsumsi. Paparan rasa ini menjadi "pengenalan" pertama bagi si Kecil terhadap dunia kuliner. Artinya, apa yang Mama makan selama 9 bulan ke depan bisa menjadi fondasi bagi mereka untuk lebih mudah menerima makanan, termasuk sayur-sayuran.

Tentu saja, hal ini bukan berarti anak akan otomatis langsung menyukai brokoli atau bayam seketika setelah lahir. Namun, membangun kebiasaan makan sehat sejak masa kehamilan adalah investasi jangka panjang yang sangat berharga. Memperkaya variasi menu sehat di meja makan Mama hari ini bisa jadi kunci untuk si Kecil yang lebih lahap sayur nantinya.

Mari kita bahas lebih dalam bagaimana pola makan Mama di masa kehamilan memengaruhi selera makan si Kecil kelak, seperti yang dirangkum oleh Popmama.com berikut ini

Table of Content

1. Pembentukan indra perasa sejak di kandungan

1. Pembentukan indra perasa sejak di kandungan

Pola Makan saat Hamil Pengaruhi Selera Makan Anak, Mama Harus Tau! 2.jpg
Magnific/valeria_aksakova

Janin mulai mengembangkan indra perasa yang cukup tajam saat berada di dalam kandungan. Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Psychological Science, janin sudah bisa mendeteksi rasa makanan melalui cairan ketuban sejak trimester ketiga. Rasa dari makanan yang Mama makan akan meresap ke dalam cairan tersebut, yang kemudian ditelan oleh janin.

Nah, karena itulah ketika Mama rutin mengonsumsi sayuran dengan rasa yang khas, janin secara tidak langsung sedang "mencicipi" rasa tersebut secara berulang. Paparan berulang ini menciptakan rasa akrab, sehingga saat mereka mulai mengenal MPASI, rasa sayur bukanlah sesuatu yang asing atau baru bagi mereka.

Jadi, jangan ragu untuk terus memperbanyak variasi sayuran dalam menu harian Mama. Semakin kaya rasa makanan yang Mama konsumsi, semakin kaya pula "kamus rasa" yang dimiliki si Kecil sejak dini.

2. Efek "jalur rasa" dari makanan mama

Pola Makan saat Hamil Pengaruhi Selera Makan Anak, Mama Harus Tau! 5.jpg
Magnific/gpointstudio

Banyak Mama sering merasa khawatir jika anak nantinya sulit makan sayur. Sebuah studi dari Monell Chemical Senses Center di Amerika Serikat menemukan bahwa bayi yang ibunya sering mengonsumsi wortel atau sayuran beraroma kuat selama hamil dan menyusui cenderung lebih mudah menerima rasa tersebut saat diberikan sebagai makanan pendamping.

Fenomena ini membuktikan adanya "jalur rasa" yang menghubungkan apa yang dimakan Mama dengan preferensi anak. Ketika Mama makan sayur, senyawa rasa dari makanan tersebut berpindah ke cairan ketuban, yang membantu membangun memori rasa di otak si Kecil sebelum mereka bahkan mencicipi makanan padat pertama mereka.

Jadi, ketika Mama memilih menu makan siang, ingatlah bahwa Mama sedang membantu si Kecil untuk lebih akrab dengan sayur-sayuran. Ini adalah cara alami yang sangat efektif untuk memperkenalkan gaya hidup sehat sejak dalam kandungan.

3. Pentingnya variasi sayuran untuk si kecil

Pola Makan saat Hamil Pengaruhi Selera Makan Anak, Mama Harus Tau! 4.jpg
Magnific/valeria_aksakova

Tidak hanya satu jenis sayur, variasi adalah kunci. Penelitian yang diterbitkan dalam The American Journal of Clinical Nutrition menyatakan bahwa ibu hamil yang mengonsumsi diet kaya akan berbagai jenis sayuran berkontribusi pada preferensi makan anak yang lebih beragam di kemudian hari.

Jika Mama hanya mengonsumsi satu atau dua jenis sayur saja, si Kecil mungkin hanya akan mengenal satu atau dua profil rasa saja. Namun, dengan mengonsumsi berbagai warna sayuran seperti bayam (hijau), wortel (oranye), atau tomat (merah), Mama memberikan spektrum rasa yang lebih luas.

Variasi ini membantu si Kecil menjadi lebih fleksibel dalam menerima makanan baru saat mereka besar nanti. Jangan takut untuk bereksperimen dengan berbagai menu sehat agar si Kecil tumbuh dengan palate atau indra perasa yang lebih terbuka terhadap sayuran.

4. Mengurangi risiko picky eater

Pola Makan saat Hamil Pengaruhi Selera Makan Anak, Mama Harus Tau! 3.jpg
Magnific/pch.vector

Masalah picky eater atau anak yang pilih-pilih makanan sering kali menjadi tantangan bagi orang tua. Menurut studi yang dimuat dalam Journal of Developmental Origins of Health and Disease, pola makan ibu hamil yang kaya akan makanan sehat dapat membantu mengurangi kemungkinan si Kecil menjadi pemilih makanan atau picky eater.

Ketika anak sudah terbiasa dengan "aroma" sayuran sejak di dalam kandungan, mereka akan merasa bahwa rasa sayur adalah bagian dari makanan normal mereka. Hal ini secara signifikan mengurangi resistensi atau rasa takut terhadap makanan baru saat mereka memasuki masa batita.

Tentu saja, peran orang tua setelah anak lahir tetap penting untuk terus memberikan contoh. Namun, dengan pola makan Mama yang sehat selama hamil, Mama sudah "memenangkan" setengah dari tantangan tersebut.

5. Membangun kebiasaan makan sehat secara menyeluruh

Pola Makan saat Hamil Pengaruhi Selera Makan Anak, Mama Harus Tau! 6.jpg
Freepik/pvproduction

Saat Mama menjaga pola makan sehat selama hamil, Mama juga sedang membentuk metabolisme dan preferensi rasa si Kecil. Penelitian dari University of Colorado Anschutz Medical Campus menunjukkan bahwa nutrisi selama kehamilan berperan dalam pemrograman sensorik dan metabolisme anak untuk jangka panjang.

Bukan hanya soal sayur, pola makan ibu hamil yang tinggi serat dan rendah makanan olahan juga membantu bayi memiliki preferensi terhadap makanan yang lebih alami. Ini adalah bentuk investasi kesehatan yang tidak hanya membuat anak doyan sayur, tapi juga memiliki pola makan yang lebih teratur.

Ingat, Ma, tubuh Mama adalah lingkungan pertama bagi si Kecil. Apa yang Mama pilih untuk dimakan adalah bagian dari upaya Mama untuk memastikan si Kecil tumbuh dengan kebiasaan yang baik dan sehat.

6. Dampak rasa sayur yang kuat

Pola Makan saat Hamil Pengaruhi Selera Makan Anak, Mama Harus Tau! 7.jpg
Magnific/benzoix

Beberapa sayuran seperti brokoli, kubis, atau bawang memiliki rasa dan aroma yang cukup kuat. Mungkin Mama berpikir, "Apakah janin akan terganggu dengan rasa ini?" Nyatanya, justru sebaliknya. Studi dari European Journal of Nutrition menunjukkan bahwa justru rasa yang kuat itulah yang paling efektif diingat oleh janin.

Paparan rasa yang intens namun alami dari sayuran membantu melatih indra pengecap bayi. Semakin sering mereka terpapar rasa tersebut dalam dosis yang aman dan sehat melalui cairan ketuban, semakin besar peluang mereka untuk menikmati rasa tersebut saat sudah makan makanan keluarga.

Jadi, jangan hindari sayuran dengan aroma kuat jika Mama memang menyukainya. Justru, itulah yang membantu si Kecil nantinya lebih berani mencoba berbagai jenis makanan dengan profil rasa yang beragam.

7. Peran emosi mama saat makan

Pola Makan saat Hamil Pengaruhi Selera Makan Anak, Mama Harus Tau! 8.jpg
Magnific/yanalya

Makan bukan hanya soal nutrisi, tapi juga pengalaman. Sebuah riset yang dipublikasikan dalam Appetite Journal mengungkapkan bahwa suasana hati ibu saat makan juga memengaruhi bagaimana janin merespons nutrisi tersebut. Makan dengan tenang dan menikmati sayuran akan mengirimkan sinyal positif kepada bayi.

Ketika Mama menikmati semangkuk sayuran dengan rasa senang dan tenang, hormon kebahagiaan akan dilepaskan, yang kemudian berdampak pada perkembangan saraf pengecap bayi. Ini membuat pengalaman "mengenal rasa" menjadi sesuatu yang positif bagi si Kecil.

Mulai sekarang, cobalah untuk lebih menikmati setiap gigitan makanan sehat Mama. Jadikan waktu makan sebagai momen yang menyenangkan, bukan sekadar kewajiban memenuhi nutrisi. Dengan begitu, Mama sedang menanamkan kecintaan pada makanan sehat di dalam diri si Kecil sejak ia masih dalam kandungan.

Ternyata, keputusan Mama untuk memilih sayuran saat makan siang tidak hanya untuk kesehatan Mama sendiri, tapi juga untuk masa depan si Kecil, ya. Memang diperlukan konsistensi, namun hasilnya akan sangat terasa saat si Kecil tumbuh nanti.

Nah, kira-kira jenis sayuran apa nih yang jadi andalan Mama supaya si Kecil terbiasa makan sehat nantinya?

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Onic Metheany
EditorOnic Metheany

Related Articles

See More