Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
7 Rekomendasi Vitamin untuk Laki-Laki Optimalkan Program Hamil
Popmama.com/Yesica Kirana/AI
  • Kesehatan dan nutrisi pria berperan penting dalam keberhasilan program hamil, terutama untuk menjaga kualitas serta jumlah sperma agar peluang pembuahan meningkat.
  • Tujuh vitamin utama seperti zinc, asam folat, vitamin C, CoQ10, selenium, vitamin D, dan antioksidan membantu meningkatkan kesuburan serta melindungi sel sperma dari kerusakan oksidatif.
  • Selain konsumsi vitamin, disarankan menerapkan gaya hidup sehat dengan pola makan bergizi, tidur cukup, hindari rokok dan alkohol, serta konsultasi dokter sebelum mengonsumsi suplemen promil.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Program hamil sering kali identik dengan persiapan yang dilakukan oleh Mama. Padahal, kesehatan dan kesuburan pasangan juga memiliki peran penting dalam menentukan peluang terjadinya kehamilan.

Kualitas sperma dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pola makan, gaya hidup, hingga kecukupan nutrisi tertentu. 

Beberapa vitamin dan mineral diketahui dapat membantu meningkatkan kualitas sperma, melindungi sel reproduksi dari kerusakan, serta mendukung keseimbangan hormon Papa. 

Selain itu, kesehatan reproduksi dan nutrisi yang tepat dapat membantu menjaga kualitas sperma agar peluang pembuahan menjadi lebih optimal.

Berikut Popmama.com merangkum 7 rekomendasi vitamin untuk laki-laki yang dapat membantu mengoptimalkan program hamil. Yuk simak berikut ini.

1. Zinc membantu meningkatkan kualitas sperma

Popmama.com/Yesica Kirana/AI

Zinc atau seng merupakan mineral penting bagi kesehatan reproduksi Papa yang berperan dalam proses pembentukan sperma sekaligus membantu menjaga jumlah serta pergerakannya.

Kadar zinc yang cukup dalam tubuh juga berkaitan dengan produksi hormon testosteron yang berperan dalam proses reproduksi.

Melansir dari Healthline, kekurangan zinc dapat memengaruhi kualitas sperma dan berpotensi menurunkan kesuburan pada Papa. Oleh karena itu, pemenuhan asupan zinc sangat penting selama menjalani program hamil.

Selain itu, zinc bisa diperoleh dari berbagai makanan seperti daging merah, telur, kerang, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

2. Asam folat membantu pembentukan DNA sperma

Popmama.com/Yesica Kirana/AI

Asam folat atau vitamin B9 dikenal penting bagi Mama saat promil, tetapi nutrisi ini juga bermanfaat bagi Papa.

Vitamin ini berperan dalam proses pembentukan DNA serta membantu menghasilkan sperma dengan struktur yang lebih sehat. Dengan asupan folat yang cukup, kualitas sperma dapat terjaga dengan lebih baik.

Sumber asam folat dapat ditemukan pada sayuran hijau seperti bayam, brokoli, buncis, serta pada hati sapi, telur, dan kacang-kacangan.

3. Vitamin C melindungi sperma dari radikal bebas

Popmama.com/Yesica Kirana/AI

Vitamin C memiliki sifat antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

Mengutip dari Healthline, antioksidan seperti vitamin C dapat membantu meningkatkan jumlah sperma, memperbaiki motilitas, serta mengurangi kerusakan pada sel sperma yang disebabkan oleh stres oksidatif.

Vitamin ini bisa didapatkan dari buah-buahan seperti jeruk, kiwi, stroberi, serta sayuran seperti paprika dan brokoli.

4. Coenzyme Q10 membantu meningkatkan motilitas sperma

Popmama.com/Yesica Kirana/AI

Coenzyme Q10 merupakan senyawa antioksidan yang berperan dalam membantu produksi energi pada sel tubuh.

Dalam sistem reproduksi Papa, nutrisi ini diketahui dapat membantu meningkatkan kualitas sperma, termasuk jumlah serta kemampuan sperma untuk bergerak menuju sel telur.

Vitamin ini dapat ditemukan dalam makanan seperti ikan, daging, kacang-kacangan, serta tersedia juga dalam bentuk suplemen.

5. Selenium membantu menjaga kesehatan sperma

Popmama.com/Yesica Kirana/AI

Selenium adalah mineral penting yang berfungsi sebagai antioksidan dalam tubuh untuk melindungi sel sperma dari kerusakan oksidatif serta mendukung pergerakan sperma agar lebih optimal.

Melansir dari Healthline, selenium memiliki peran penting dalam menjaga fungsi reproduksi Papa karena berkaitan dengan kualitas dan motilitas sperma yang dapat diperoleh dari makanan seperti ikan, telur, dan kacang.

6. Vitamin D berperan dalam keseimbangan hormon Papa

Freepik.com

Vitamin D tidak hanya penting untuk kesehatan tulang, tetapi juga memiliki kaitan dengan sistem reproduksi Papa.

Selain itu, kadar vitamin D yang cukup dapat membantu menjaga keseimbangan hormon testosteron yang berperan dalam produksi sperma.

Vitamin ini bisa diperoleh dari paparan sinar matahari pagi, ikan berlemak, telur, serta susu yang diperkaya vitamin D.

7. Antioksidan

Freepik.com

Selain vitamin tertentu, antioksidan secara umum memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan sperma. Selain itu, antioksidan membantu melindungi sel dari stres oksidatif yang dapat merusak struktur sperma.

Melansir dari Healthline, stres oksidatif dapat memengaruhi kualitas sperma dan menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap gangguan kesuburan pada Papa. 

Karena itu, konsumsi makanan kaya antioksidan seperti buah, sayuran, kacang-kacangan, serta biji-bijian sangat dianjurkan saat menjalani program hamil.

Tips Menjaga Kesuburan Papa saat Program Hamil

Freepik.com

Selain mengonsumsi vitamin, Papa juga bisa melakukan beberapa langkah berikut agar kualitas sperma tetap terjaga, seperti:

  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang dengan banyak buah dan sayur. 

  • Menghindari kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol. 

  • Menjaga berat badan tetap ideal. 

  • Tidur cukup sekitar 7–9 jam setiap hari. 

  • Mengurangi stres yang berlebihan. 

  • Menghindari penggunaan celana terlalu ketat. 

  • Berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen promil. 

Inilah 7 rekomendasi vitamin yang dapat Papa coba selama program hamil. Dengan memenuhi kebutuhan vitamin dan nutrisi yang tepat, kualitas sperma Papa dapat terjaga sehingga peluang terjadinya pembuahan menjadi lebih besar.

Selain itu, konsumsi vitamin sebaiknya tetap diimbangi dengan pola hidup sehat serta konsultasi dengan dokter agar program hamil dapat berjalan lebih optimal.

Editorial Team