Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Sambil Rileks, Intip Tren Fertility Yoga yang Bagus untuk Promil
Popmama.com/Erica Santoso/AI
  • Fertility yoga jadi tren baru di kalangan pejuang promil karena menggabungkan gerakan tubuh, olah napas, dan ketenangan pikiran untuk menyiapkan fisik serta mental sebelum kehamilan.
  • Riset klinis menunjukkan latihan rutin selama 12 minggu dapat memperbaiki siklus menstruasi dan menurunkan kadar stres, sehingga meningkatkan peluang pembuahan secara alami.
  • Beragam pose seperti bound angle, legs up the wall, bridge, child’s, dan cobra pose membantu melancarkan aliran darah ke organ reproduksi serta menyeimbangkan hormon penting bagi kesuburan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Menjalani program hamil (promil) terkadang bisa menguras energi dan emosi ya, Ma. Nah, belakangan ini ada satu tren olahraga yang sedang naik daun di kalangan pejuang garis dua karena sifatnya yang menenangkan, yaitu fertility yoga. Olahraga ini menggabungkan olah napas dan gerakan tubuh yang dirancang khusus untuk mempersiapkan fisik serta mental Mama sebelum menyambut kehadiran si Kecil.

Melansir melalui akun instagram @kasihibufertilityclinic, olahraga ini bekerja secara menyeluruh melalui kombinasi gerakan tubuh, ketenangan pikiran, dan olah napas demi menciptakan kondisi tubuh yang optimal. Berdasarkan data klinis, rutin beryoga selama 12 minggu terbukti membantu memperbaiki siklus menstruasi secara signifikan. Jadi, promil tidak melulu harus bikin stres, melainkan bisa dijalani dengan sangat rileks dan menyenangkan.

Bagi Mama pemula yang baru ingin mencoba, tren ini sangat aman dan tidak membutuhkan kelenturan tubuh yang ekstrem kok. Justru ketenangan batin yang diutamakan agar rahim menjadi tempat yang nyaman bagi pembuahan. Berikut Popmama.com bagikan tren fertility yoga yang bagus buat promil:

1. Bound angle pose (baddha konasana)

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Gerakan duduk melipat kaki dengan mempertemukan kedua telapak kaki ini sangat ramah untuk pemula. Pose ini berfokus untuk membuka area pinggul dan paha dalam yang sering kali kaku akibat terlalu lama duduk.

Secara klinis, pose ini sangat efektif untuk meningkatkan aliran darah yang kaya oksigen langsung ke organ reproduksi Mama. Rahim dan ovarium yang mendapat pasokan darah segar tentu akan berfungsi jauh lebih optimal selama masa subur.

Mama bisa melakukan gerakan ini sambil memejamkan mata dan mengatur napas dengan santai di atas matras. Gerakan sederhana yang sangat bertenaga untuk menutrisi rahim Mama.

2. Legs up the wall pose (viparita karani)

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Ini adalah gerakan favorit para pejuang promil karena sangat santai, yaitu berbaring telentang sambil menyandarkan kedua kaki tegak lurus ke dinding. Pose ini biasanya dilakukan di akhir sesi latihan untuk mengembalikan energi.

Manfaat utamanya adalah melakukan detoks stres yang ampuh menurunkan kadar kortisol dalam tubuh. Hormon stres yang turun akan membuka peluang pembuahan dan membantu merelaksasi otot-bot tubuh yang tegang setelah seharian beraktivitas.

Banyak pula yang mempraktikkan pose ini setelah berhubungan intim bersama Papa. Aliran gravitasi alaminya dipercaya membantu perjalanan sel sperma menuju sel telur menjadi lebih lancar.

3. Bridge pose (setu bandhasana)

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Gerakan jembatan ini dilakukan dengan cara berbaring, menekuk lutut, lalu mengangkat area panggul dan bokong secara perlahan ke atas. Gerakan ini melatih kekuatan otot panggul bawah tanpa membuat Mama kelelahan.

Pose ini bekerja secara menyeluruh untuk membantu regulasi dan menyeimbangkan hormon reproduksi (seperti LH & AMH) agar lebih stabil. Hormon yang stabil akan berdampak langsung pada kualitas sel telur yang dilepaskan tubuh.

Saat panggul terangkat, sirkulasi darah di area rahim juga terstimulasi dengan sangat baik. Lakukan pose ini selama beberapa hitungan napas dalam untuk hasil yang maksimal.

4. Child's pose (balasana)

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Gerakan berlutut lalu meluruskan kedua tangan ke depan sambil menempelkan dahi ke matras ini adalah pose istirahat yang sangat menenangkan. Seluruh otot tulang belakang dan pundak Mama akan terasa rileks seketika.

Pose ini sangat bagus untuk memberikan ketenangan pikiran dan meredakan kecemasan emosional selama promil. Menurunkan kadar kortisol yang sering kali menjadi penghambat proses pembuahan bisa dimulai dari pose nyaman ini.

Ketika batin terasa damai, sistem reproduksi Mama akan menangkap sinyal aman dari otak. Tubuh pun menjadi lingkungan yang jauh lebih subur dan siap menyambut kehamilan.

5. Cobra pose (bhujangasana)

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Gerakan meregangkan dada ke atas dengan posisi tengkurap ini berfungsi untuk membuka area perut dan melancarkan saluran pernapasan. Gerakan ini memberikan pijatan lembut pada organ internal di dalam perut bawah Mama.

Manfaat rutin melakukan pose ini selama 12 minggu adalah membantu memperbaiki siklus menstruasi secara signifikan. Siklus haid yang teratur akan memudahkan Mama dalam menghitung masa subur secara akurat setiap bulannya.

Selain bagus untuk rahim, pose ini juga memperkuat tulang belakang dan memperbaiki postur tubuh Mama. Tubuh jadi lebih bugar, batin pun menjadi lebih tenang dalam menyambut promil.

Fertility yoga bukan sekadar tentang gerakan fisik, melainkan bentuk self-love untuk mempersiapkan rumah terbaik bagi calon buah hati Mama kelak. Percayalah pada prosesnya, tetap optimis menjaga kesehatan tubuh, dan mari kita lalui masa-masa penantian ini dengan hati yang tenang serta penuh kebahagiaan!

Editorial Team

Related Article