- Berwudu dan memastikan tubuh, pakaian, serta tempat salat dalam keadaan suci.
- Menghadap kiblat.
- Membaca niat salat hajat.
- Takbiratul ihram.
- Membaca doa iftitah.
- Membaca Surah Al-Fatihah.
- Membaca surah atau ayat Al-Qur'an.
- Rukuk dan i'tidal.
- Sujud pertama, duduk di antara dua sujud, kemudian sujud kedua.
- Bangkit untuk melaksanakan rakaat kedua.
- Membaca Al-Fatihah dan surah atau ayat Al-Qur'an.
- Menyelesaikan gerakan salat hingga tahiyat akhir.
- Mengucapkan salam.
- Setelah salam, memanjatkan doa dan menyampaikan hajat kepada Allah SWT.
Tata Cara Salat Hajat agar Punya Anak, Ikhtiar saat Promil!

- Salat hajat adalah salat sunah dua rakaat untuk memohon kebutuhan, termasuk keturunan saat promil, tetapi bukan jaminan atau ibadah khusus yang mempercepat kehamilan.
- Pelaksanaannya seperti salat sunah biasa: bersuci, berniat, dua rakaat, salam, lalu berdoa; tidak ada surah maupun waktu khusus, selain menghindari waktu terlarang.
- Pasangan dapat membaca doa Nabi Zakaria untuk keturunan, sambil menjalankan ikhtiar medis, menjaga kesehatan, dan menyerahkan hasil kepada Allah SWT.
Memiliki anak menjadi salah satu harapan bagi banyak pasangan setelah menikah. Dalam proses mendapatkannya, pasangan dapat melakukan berbagai ikhtiar, mulai dari menjaga kesehatan, berkonsultasi dengan dokter, hingga memperbanyak doa dan ibadah kepada Allah SWT.
Salah satu bentuk ibadah yang dapat dilakukan adalah salat hajat. Salat ini dikerjakan ketika seorang Muslim memiliki suatu keperluan dan ingin memohon pertolongan kepada Allah SWT.
Bagi pasangan yang sedang menjalani program hamil atau promil, salat hajat dapat menjadi salah satu ikhtiar batin untuk memohon agar diberikan keturunan. Meski begitu, tidak ada ketentuan bahwa salat hajat secara khusus merupakan salat untuk mempercepat kehamilan.
Berikut Popmama.com rangkum tata cara salat hajat beserta doa yang dapat dipanjatkan bagi pasangan yang sedang menantikan keturunan.
Table of Content
1. Salat hajat dilakukan ketika memiliki keperluan tertentu

Salat hajat merupakan salat sunah yang dikerjakan ketika seorang Muslim memiliki suatu kebutuhan atau keinginan dan memohon pertolongan kepada Allah SWT.
Dalam konteks promil, keinginan untuk mendapatkan keturunan dapat disampaikan dalam doa setelah melaksanakan ibadah. Pasangan dapat memohon agar Allah SWT memberikan keturunan yang baik, sehat, dan saleh.
Namun, perlu dipahami bahwa salat hajat bukanlah ibadah yang secara khusus diperintahkan untuk pasangan yang ingin memiliki anak. Tidak ada dalil yang menyebutkan bahwa seseorang pasti mendapatkan keturunan setelah melaksanakan salat hajat dalam jumlah tertentu.
Karena itu, salat hajat sebaiknya diposisikan sebagai bentuk ikhtiar spiritual, sedangkan hasil akhirnya tetap diserahkan kepada Allah SWT.
2. Tata cara salat hajat dua rakaat saat program hamil

Salat hajat dapat dikerjakan sebanyak dua rakaat. Pelaksanaannya pada dasarnya seperti salat sunah lainnya.
Berikut tata cara yang dapat dilakukan:
Tidak ada ketentuan bahwa salat hajat harus membaca surah tertentu. Jadi, pasangan dapat membaca surah yang mudah dihafal dan dikuasai.
3. Niat salat hajat yang bisa dibaca

Sebelum melaksanakan salat hajat, seseorang dapat berniat di dalam hati untuk mengerjakan salat sunah hajat karena Allah SWT.
Lafaz niat yang umum digunakan adalah:
أُصَلِّي سُنَّةَ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatal-hajati rak‘ataini lillahi ta‘ala.
Artinya:
“Aku niat salat sunah hajat dua rakaat karena Allah Ta'ala”
Niat merupakan maksud dalam hati untuk melakukan ibadah. Oleh karena itu, seseorang tidak perlu merasa khawatir apabila memiliki perbedaan redaksi lafaz niat selama maksudnya adalah melaksanakan salat sunah hajat karena Allah SWT.
4. Baca doa Nabi Zakaria untuk memohon keturunan

Selain doa setelah salat hajat, pasangan yang sedang menantikan buah hati dapat membaca doa Nabi Zakaria AS yang terdapat dalam Al-Qur'an.
Dalam QS Ali 'Imran ayat 38, Nabi Zakaria AS berdoa:
رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۖ إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ
Rabbi hab li min ladunka dzurriyyatan thayyibah, innaka sami'ud-du'a.
Artinya:
“Ya Tuhanku, berilah aku keturunan yang baik dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa”
Doa ini sangat relevan bagi pasangan yang sedang memohon keturunan karena secara langsung berisi permintaan Nabi Zakaria AS agar diberikan keturunan yang baik.
Ada pula doa Nabi Zakaria AS dalam QS Al-Anbiya ayat 89:
رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْدًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ
Rabbi la tadharnee fardan wa anta khairul-warithin.
Artinya:
“Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan), dan Engkaulah ahli waris yang terbaik”
5. Kapan waktu yang baik untuk salat hajat?

Salat hajat dapat dilakukan ketika seseorang memiliki kebutuhan dan ingin memohon pertolongan kepada Allah SWT. Tidak perlu menunggu hari atau tanggal tertentu.
Pasangan yang sedang promil dapat memilih waktu yang memungkinkan untuk beribadah dengan lebih tenang dan khusyuk.
Jika ingin melaksanakan salat sunah pada malam hari, waktu setelah salat Isya hingga sebelum masuk waktu Subuh dapat menjadi kesempatan untuk beribadah. Namun, pelaksanaan salat hajat tetap perlu memperhatikan waktu-waktu yang dilarang untuk salat sunah.
Terpenting bukan menetapkan waktu tertentu sebagai jaminan doa akan dikabulkan, melainkan melaksanakan ibadah dengan niat yang tulus dan menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT.
6. Salat hajat dapat menjadi ikhtiar batin saat menjalani promil

Salat hajat, doa, dan ibadah lainnya dapat menjadi bagian dari ikhtiar spiritual bagi pasangan yang sedang menantikan keturunan. Namun, salat hajat tidak dapat dijadikan sebagai pengganti ikhtiar medis atau jaminan bahwa seseorang akan segera hamil.
Jika pasangan mengalami kesulitan mendapatkan keturunan, pemeriksaan dan konsultasi dengan dokter dapat dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan reproduksi kedua pihak. Ikhtiar medis dapat berjalan bersamaan dengan doa dan ibadah.
Pasangan juga dapat memperbanyak istighfar, bersedekah, menjaga ibadah wajib, dan memanjatkan doa kepada Allah SWT.
Pada akhirnya, memiliki anak merupakan karunia dari Allah SWT. Maka, selain memohon agar segera diberikan keturunan, pasangan juga dapat memohon agar diberikan keturunan yang sehat, baik, dan saleh serta diberi kekuatan untuk menjalani setiap prosesnya.
Dengan begitu, salat hajat dapat menjadi salah satu ikhtiar batin saat promil, sementara usaha medis dan menjaga kesehatan menjadi bagian dari ikhtiar lahir. Keduanya dapat dilakukan bersama dengan tetap memasrahkan hasil akhirnya kepada Allah SWT.



















