Dokter Ika juga menjelaskan secara detail tentang bahaya IUD yang sudah melewati masa pemakaian.
“Jadi, kalau di atas itu dan tidak dilepas, bisa mengakibatkan keluhan nyeri perut, kemudian mengakibatkan peradangan kronis, bisa mengakibatkan yang namanya infeksi. Dan kalau memang ternyata sudah lama infeksi itu bisa menimbulkan berbagai macam keluhan, termasuk nyeri sendi, nyeri pada perut, kemudian bisa mengakibatkan keluhan mual, muntah, dan terakhir bisa berakibat sepsis,” jelas dokter Ika.
Selain itu, dokter Ika juga menambahkan, dalam kasus yang lebih berat, infeksi yang terjadi bisa berkembang menjadi sepsis, yaitu infeksi berat dan termasuk dalam kondisi darurat medis yang mengancam jiwa.
Bahkan jika Mama tidak merasakan keluhan apa pun, bukan berarti IUD bisa dibiarkan begitu saja. Pemeriksaan rutin tetap penting untuk memastikan kondisinya masih aman dan berfungsi dengan baik.
Kasus IUD yang tidak diganti sejak tahun 1983 ini menjadi pengingat bagi Mama untuk lebih memperhatikan masa pemakaian alat kontrasepsi. Idealnya, IUD diperbarui setiap 5 sampai 10 tahun agar tetap aman dan tidak menimbulkan komplikasi.
Rutin kontrol ke dokter bisa membantu memastikan KB tetap efektif dan sehat untuk tubuh mama.