Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Apakah Ibu Hamil Boleh Salat Tarawih?

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Intinya sih...
  • Ibu hamil boleh melaksanakan salat Tarawih dengan penyesuaian jumlah rakaat, gerakan perlahan, atau di rumah saja.
  • Ibu hamil diperbolehkan menunaikan salat seperti orang sakit, misalnya dengan posisi duduk sesuai kemampuan dan kondisi kesehatan.
  • Ibu hamil sebaiknya memilih masjid yang tepat, berwudu dari rumah, pilih mukena yang nyaman, dan siapkan sebotol air minum.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Salat Tarawih menjadi salah satu ibadah yang dinantikan setiap bulan Ramadan bagi umat Islam. Ibadah sunah ini bisa dilakukan sendiri di rumah maupun berjemaah di masjid dan umumnya dilaksanakan dengan 8–21 rakaat.

Ibadah yang hanya dilaksanakan selama bulan Ramadan ini selalu menghadirkan suasana yang berbeda, terutama saat berjemaah di masjid. Rasa rindu untuk ikut merasakan lantunan ayat dan kebersamaan jemaah dirasakan banyak orang, tak terkecuali ibu hamil.

Sebagian ibu hamil juga ingin melaksanakan ibadah Tarawih dan berjemaah di masjid. Namun, apakah ibu hamil boleh salat tarawih? Berikut Popmama.com telah siapkan penjelasannya.

Table of Content

Apakah Ibu Hamil Boleh Salat Tarawih?

Apakah Ibu Hamil Boleh Salat Tarawih?

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Ibu hamil boleh melaksanakan salat Tarawih. Dalam Islam, ibu hamil termasuk golongan yang diberikan keringanan dalam menjalankan ibadah, seperti puasa dan salat, sehingga tetap bisa beribadah sesuai kemampuan.

Kondisi ibu hamil yang perutnya semakin membesar atau mudah lelah membuat penyesuaian perlu dilakukan. Jumlah rakaat bisa dikurangi, gerakan salat dilakukan secara perlahan tanpa terburu-buru, atau ibadah dilakukan di rumah saja.

Bolehkan Ibu Hamil Salat Tarawih Sambil Duduk?

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Ibadah salat tetap bisa dilakukan sepanjang ibu hamil mampu. Jika selama kehamilan muncul komplikasi atau kondisi kesehatan tertentu yang membuat Mama khawatir akan keselamatan dirinya atau bayinya, Islam memberikan keringanan.

Dalam situasi seperti ini, ibu hamil diperbolehkan menunaikan salat seperti orang sakit, misalnya dengan posisi duduk. Hal ini dijelaskan dalam sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Abu Dawud.

"Kerjakanlah salat dengan berdiri. Jika kamu tidak mampu maka kerjakanlah dengan posisi duduk. Jika tidak mampu juga maka kerjakanlah dengan posisi berbaring," HR: Al-Bukhari 1117 dan Abu Daud: 952

Cara Ibu Hamil Tetap Aman dan Nyaman selama Salat

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Ibu hamil sebaiknya tidak makan atau minum terlalu banyak sebelum salat Tarawih. Terlalu kenyang akan membuat tubuh tidak nyaman saat rukuk atau sujud, bahkan ulu hati bisa terasa panas. Selain itu, tubuh menjadi cepat merasa ingin buang air kecil, mudah lelah, mengantuk, atau terasa malas.

Jika salat Tarawih dilakukan di rumah bersama suami, pasangan yang menjadi imam sebaiknya memperhatikan kecepatan gerakan salat. Kondisi hamil tua dengan perut yang besar mungkin akan kesulitan mengikuti gerakan yang terlalu cepat dan mudah merasa lelah jika gerakan dilakukan terlalu lama.

Bagi ibu hamil muda, meski perut belum terlihat besar, tetap mungkin muncul rasa mual atau cepat lelah, sehingga penyesuaian gerakan tetap diperlukan. Ibu hamil juga dapat memilih salat dengan posisi duduk jika merasa lelah atau tidak nyaman berdiri terlalu lama.

Bagi ibu hamil yang sehat dan kuat serta ingin melaksanakan salat Tarawih di masjid, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar ibadah tetap aman dan nyaman.

1. Pilih masjid yang sesuai

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Memilih masjid yang tepat sangat penting agar ibu hamil dapat melaksanakan salat Tarawih dengan nyaman dan aman. Hal pertama adalah dengan memperhatikan lokasinya. Pilih masjid yang tidak terlalu jauh dari rumah agar perjalanan tidak melelahkan, terutama setelah berbuka puasa.

Selanjutnya, kenali kondisi masjid sebelum datang. Mengetahui tempat duduk yang nyaman, lokasi kamar mandi, area wudhu, dan tangga yang akan dilewati sangat membantu ibu menyesuaikan diri dengan kondisi fisik selama beribadah.

Jika area salat perempuan berada di lantai atas, ibu bisa mempersiapkan tenaga lebih sebelum berangkat. Terakhir, rencanakan juga dengan siapa Mama akan pergi ke masjid. Jika berangkat bersama teman atau suami, tentukan apakah harus pulang lebih awal atau lokasi pertemu setelah selesai salat.

2. Wudhu dari rumah

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Berwudu dari rumah dapat menjadi pilihan yang lebih aman dan nyaman bagi ibu hamil sebelum berangkat salat Tarawih ke masjid. Tempat wudu di masjid sering kali ramai, terutama menjelang waktu salat, sehingga Mama harus berdiri lebih lama atau berdesakan dengan jemaah lain.

Selain itu, area wudu di masjid tidak selalu kering dan bisa licin, sehingga berisiko menyebabkan terpeleset. Risiko ini akan semakin besar jika datang sendirian tanpa pendamping. Jika terpaksa harus berwudu di masjid, sebaiknya pastikan ada orang yang mendampingi.

3. Pilih mukena yang nyaman

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Saat akan melaksanakan salat Tarawih di masjid, sebaiknya pilihlah mukena yang paling nyaman digunakan. Pilih bahan yang ringan, adem, dan menyerap keringat agar ibu tidak mudah merasa gerah selama salat. Mukena yang terlalu berat atau panas dapat membuat cepat lelah dan tidak nyaman.

Selain itu, pastikan mukena tidak terlalu panjang sehingga mudah terinjak saat rukuk, sujud, atau ketika berdiri atau bahkan terinjak oleh jemaah lain. Mukena yang pas dan tidak mudah melorot, terutama pada bagian kepala, akan membantu bergerak dengan lebih leluasa.

4. Siapkan sebotol air minum

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Ibu hamil disarankan membawa sebotol air minum saat melaksanakan salat Tarawih di masjid. Air ini bisa diminum sewaktu-waktu jika ibu tiba-tiba merasa haus atau tidak nyaman di tengah ibadah.

Boleh juga memilih minuman yang sedikit manis untuk membantu menjaga energi.

5. Sesuaikan jumlah rakaat

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Jumlah rakaat salat Tarawih dapat disesuaikan. Ibu tidak hamilharus memaksakan diri mengikuti seluruh rakaat jika tubuh mulai terasa lelah. Ibu bisa beristirahat di sela-sela rakaat atau melanjutkan salat sesuai dengan kemampuan.

6. Siapkan kursi lipat atau pilih tempat yang memiliki sandaran

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Jika masjid menyediakan kursi lipat untuk salat, sebaiknya ibu hamil memanfaatkan fasilitas tersebut agar tetap nyaman selama salat Tarawih. Ibu juga boleh membawa kursi lipat sendiri apabila diperlukan, terutama jika kondisi tubuh mudah lelah atau tidak kuat berdiri terlalu lama.

Selain itu, tentukan sejak awal posisi salat yang paling nyaman. Pilih tempat yang memungkinkan ibu duduk dengan aman, misalnya area yang memiliki sandaran atau ruang yang lebih lega.

7. Pilih saf paling belakang

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Jika ibu hamil memilih melaksanakan salat Tarawih di masjid, sebaiknya memilih saf paling belakang. Posisi ini memberi ruang lebih bagi ibu untuk bergerak dengan nyaman.

Apabila tiba-tiba merasa tidak enak badan, seperti pusing, lemas, atau mual, ibu bisa lebih mudah beristirahat atau keluar sejenak untuk mencari udara segar tanpa mengganggu jemaah lain. Saf paling belakang juga memudahkan ibu jika perlu duduk, minum, atau harus berhenti salat lebih awal.

8. Datang lebih awal ke masjid

Popmama.com/Alya Putri Abi/AI
Popmama.com/Alya Putri Abi/AI

Datang lebih awal ke masjid memberi ibu hamil kesempatan untuk memilih tempat salat yang paling nyaman dan aman. Dengan waktu yang cukup juga membantu ibu tetap tenang dan memiliki waktu beristirahat sejenak sebelum ibadah dimulai.

Nah, itulah penjelasan mengenai ibu hamil boleh salat Tarawih. Semoga ibadah yang dijalani selama bulan Ramadan dapat berlangsung dengan lancar, ya, Ma!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara
Follow Us

Latest in Pregnancy

See More

Sedih Dihujat, Amanda Manopo Curhat soal Kehamilannya

03 Feb 2026, 14:52 WIBPregnancy