Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Bolehkah Ibu Hamil Minum Whey Protein? Ini yang Perlu Dipahami

Bolehkah Ibu Hamil Minum Whey Protein? Ini yang Perlu Dipahami
Magnific.com/lookstudio)
Intinya Sih
  • Ibu hamil membutuhkan sekitar 70–100 gram protein per hari; makanan alami seperti telur, ayam, ikan, tahu, tempe, dan susu tetap menjadi sumber utama.
  • Whey protein boleh dikonsumsi sebagai tambahan bila dosis wajar, produk terdaftar BPOM, serta tidak mengandung pemanis berlebihan, herbal, atau steroid tersembunyi.
  • Penggunaan perlu hati-hati pada alergi susu, gangguan ginjal, diabetes gestasional, atau intoleransi laktosa; pilih merek tepercaya, komposisi jelas, dan konsultasikan dengan dokter.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kehamilan membuat tubuh membutuhkan lebih banyak protein untuk mendukung pertumbuhan janin dan menjaga kesehatan ibu. Kebutuhan ini akan terus meningkat seiring bertambahnya usia kehamilan. Karena itu, ibu hamil dianjurkan memenuhi asupan protein sekitar 70–100 gram per hari, yang disesuaikan dengan berat badan dan trimester kehamilan. 

Untuk memenuhi asupan protein, Mama dianjurkan untuk mengonsumsi aneka makanan yang tinggi akan protein seperti telur, daging ayam, ikan, dan susu. Namun, tak sedikit ibu hamil yang merasa asupan proteinnya masih belum mencukupi sehingga memilih menambahnya dengan mengonsumsi suplemen atau bubuk protein. 

Bagi Mama yang gemar berolahraga, bubuk protein mungkin sudah tidak asing lagi. Produk ini tersedia dalam berbagai jenis, salah satunya whey protein, yang banyak dipilih untuk membantu memenuhi kebutuhan protein harian. Jenis protein ini juga bisa menjadi pilihan alternatif untuk ibu hamil yang selalu merasa mual apabila melihat protein hewani seperti telur dan daging.

Whey protein sendiri merupakan jenis protein yang berasal dari whey, yaitu cairan yang dihasilkan saat susu diolah menjadi keju. Setelah melalui proses penyaringan dan pengolahan, whey diubah menjadi bubuk protein yang sering dikonsumsi untuk membantu memenuhi kebutuhan protein harian, terutama bagi orang yang aktif berolahraga. 

Kandungan dalam whey protein didominasi oleh asam amino esensial, termasuk leusin yang memiliki peran penting untuk pembentukan jaringan tubuh.

Meski kaya akan manfaat, bolehkah ibu hamil minum whey protein? Yuk, simak penjelasannya dalam informasi yang Popmama.com sajikan berikut ini.

Bolehkah Ibu Hamil Minum Whey Protein?

Bolehkah bumil minum whey protein?
Pexels/Towfiqu barbhuiya

dr. Amir Fahad, Sp.OG. dalam akun Instagram pribadinya @amirfahad.spog, menjelaskan bahwa ibu hamil boleh saja mengonsumsi whey protein. Meski begitu, ada beberapa syarat tertentu yang harus diperhatikan, seperti:

  • Produk sudah terdaftar BPOM
  • Konsumsi produk tanpa pemanis buatan yang berlebihan
  • Tidak mengandung herbal atau steroid tersembunyi
  • Penggunaannya tidak berlebihan

Yang perlu Mama ingat, whey protein tidak bisa menjadi pengganti utama protein hewani. dr. Amir Fahad juga menyebut bahwa beberapa studi menunjukkan bahwa penggunaan suplemen tidak meningkatkan adanya risiko adanya kelainan pada janin. Dengan catatan, selama dosis konsumsinya wajar dan komposisinya aman. 

Sebelum mengonsumsi suplemen apa pun, ibu hamil juga harus berhati-hati jika memiliki beberapa kondisi seperti alergi susu, ada riwayat gangguan ginjal, dan diabetes gestasional, dan ibu hamil yang mengonsumsi whey protein khusus olahraga yang tinggi akan zat aditif.

dr. Amir Fahad juga menambahkan bahwa protein alami tetap menjadi pilihan utama bagi ibu hamil. Ibu hamil harus tetap mengonsumsi  telur, daging ayam, ikan, tahu, tempe, dan susu (baik susu khusus ibu hamil ataupun fresh milk).

Whey protein hanya menjadi opsi tambahan saja, bukan pengganti yang utama,” ujar dr. Amir Fahad. 

Jenis-jenis Whey Protein

Bolehkah ibu hamil minum whey protein?
Magnific/Magnific

Whey protein memiliki beberapa jenis yang berbeda, seperti:

  • Whey Protein Concentrate (WPC). Ini merupakan jenis whey protein yang paling umum ditemukan dan melalui proses filtrasi yang sederhana. Jenis ini mengandung sekitar 70–80% protein dan sisanya terdiri dari lemak, laktosa, dan mineral.
  • Whey Protein Isolate (WPI). Jenis protein ini telah melalui pemrosesan yang lebih lanjut dan menghilangkan hampir semua kandungan lemak dan laktosa. Karena itu, WPI memiliki kadar protein yang sangat tinggi, yaitu setidaknya 90%. Jenis ini cocok bagi orang yang sedang menjalani diet rendah kalori atau memiliki intoleransi laktosa ringan. 
  • Whey Protein Hydrolysate (WPH). Merupakan jenis whey protein yang telah diolah sehingga proteinnya lebih mudah dicerna dan diserap tubuh. Hal ini dilakukan melalui proses hidrolisis dengan bantuan enzim atau asam. Karena penyerapannya lebih cepat, WPH lebih sering digunakan oleh atlet profesional maupun orang dengan gangguan pencernaan protein tertentu. 

Manfaat Whey Protein bagi Ibu Hamil

Bolehkah ibu hamil minum whey protein?
Magnific/Magnific

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, whey protein dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu ibu hamil memenuhi kebutuhan protein, terutama jika asupan protein dari makanan sehari-hari masih kurang. 

Melansir dari Bolt Pharmacy, whey protein memiliki bioavailabilitas (ketersediaan hayati) yang tinggi, sehingga asam amino di dalamnya dapat diserap dan dimanfaatkan tubuh dengan baik. Selain itu, whey protein juga kaya akan kandungan leusin, yaitu asam amino esensial yang berperan dalam pembentukan protein dan mendukung pertumbuhan janin.

Bagi ibu hamil yang mengalami mual, muntah, atau sulit mengonsumsi makanan tertentu, whey protein dapat menjadi sumber protein yang praktis dan mudah dicerna. Bubuk whey protein dapat dicampurkan ke dalam smoothie atau makanan lain yang lebih mudah dikonsumsi sehingga membantu memenuhi kebutuhan protein harian.

Whey protein juga mengandung senyawa seperti imunoglobulin dan laktoferin yang diketahui berperan dalam mendukung sistem kekebalan tubuh. Namun, hingga saat ini belum ada bukti yang cukup kuat bahwa kedua senyawa tersebut memberikan manfaat khusus selama kehamilan.

Selain itu, sebagian kandungannya juga dapat berkurang selama proses pengolahan whey protein.

Potensi Risiko Konsumsi Whey Protein bagi Ibu Hamil

Bolehkah ibu hamil minum whey protein?
Magnific/Mateus Andre

Meski memiliki beberapa manfaat, ibu hamil juga perlu mempertimbangkan beberapa risiko sebelum mengonsumsi whey protein, di antaranya:

  • Kekhawatiran kontaminasi. Beberapa produk whey protein dilaporkan mengandung zat seperti logam berat dalam jumlah yang bermacam-macam. Oleh karena itu, pilihlah produk dari merek terpercaya yang telah memenuhi standar keamanan pangan.
  • Asupan protein berlebihan. Mengonsumsi protein melebihi kebutuhan harian tidak terbukti memberikan manfaat tambahan bagi ibu hamil. Sebaliknya, jumlah protein sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
  • Mengandung bahan tambahan. Tak jarang produk whey protein mengandung pemanis buatan, kafein, atau bahan herbal tertentu. 
  • Dapat memicu gangguan pencernaan. Whey protein juga bisa menyebabkan perut kembung, gas, atau sembelit. Keluhan ini bisa terasa lebih mengganggu karena masalah pencernaan juga umum terjadi selama kehamilan.
  • Memicu reaksi alergi. Ibu hamil yang memiliki alergi terhadap susu sapi atau intoleransi laktosa berisiko mengalami reaksi yang tidak diinginkan setelah mengonsumsi whey protein. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui kondisi tubuh sebelum memilih suplemen ini.

Hingga saat ini, belum ada bukti yang menunjukkan bahwa konsumsi whey protein dalam jumlah wajar dapat membahayakan kehamilan pada ibu hamil yang sehat. Meski demikian, penelitian mengenai keamanan whey protein selama kehamilan masih terbatas sehingga penggunaannya tetap perlu dilakukan dengan hati-hati. 

Bagi Mama yang mengalami reaksi alergi yang buruk seperti kesulitan bernapas atau pembengkakan pada wajah atau bibir, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Pilihlah Produk Whey Protein yang Aman selama Masa Kehamilan

Bolehkah ibu hamil minum whey protein?
Magnific/Magnific

Jika Mama sudah berkonsultasi dengan dokter dan memutuskan bahwa whey protein diperlukan selama kehamilan, pastikan untuk memilih produk yang berkualitas dan aman.

Pasalnya, tidak semua bubuk protein memiliki kualitas dan kandungan yang sama. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memilih whey protein:

  • Pilih merek tepercaya. Sebaiknya pilih produk dari produsen yang memiliki reputasi baik dan menerapkan standar keamanan serta kontrol kualitas dalam proses pembuatannya.
  • Perhatikan daftar bahan. Pilih whey protein tanpa rasa atau dengan rasa yang alami tanpa ada bahan-bahan tambahan yang tidak perlu.
  • Hindari kandungan yang tidak jelas. Jangan memilih produk dengan campuran bahan yang tidak dijelaskan secara rinci di kemasan.
  • Utamakan produk yang telah diuji pihak ketiga. Sebaiknya pilih whey protein yang telah diuji oleh laboratorium atau lembaga yang tidak terkait dengan produsennya. Hal ini membantu memastikan bahwa kandungan produk sesuai dengan yang tertera pada kemasan. 
  • Sesuaikan jenis whey protein. Jika Mama sensitif terhadap laktosa, whey protein isolate (WPI) dapat menjadi pilihan karena mengandung lebih sedikit laktosa dibandingkan whey protein concentrate (WPC) sehingga umumnya lebih mudah ditoleransi.

Itulah informasi mengenai bolehkah ibu hamil minum whey protein. Semoga infromasi ini memberikan wawasan baru dan bermanfaat untuk Mama.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More