Selama kehamilan, tubuh mama mengalami banyak perubahan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin. Salah satu bagian yang memiliki peran penting dalam proses tersebut adalah plasenta. Organ ini terbentuk selama kehamilan dan menempel pada dinding rahim.
Plasenta menjadi penghubung antara tubuh mama dan janin. Oksigen serta nutrisi dari tubuh mama disalurkan kepada janin melalui plasenta dan tali pusar. Di sisi lain, plasenta juga membantu membawa zat sisa metabolisme dari tubuh janin kembali ke aliran darah mama.
Karena memiliki berbagai fungsi penting, kondisi plasenta juga perlu diperhatikan selama kehamilan. Beberapa gangguan dapat menimbulkan tanda yang bisa Mama rasakan, sedangkan kelainan lainnya baru diketahui melalui pemeriksaan USG.
Lalu, seperti apa ciri-ciri plasenta tidak normal? Berikut Popmama.com telah merangkum ciri-ciri yang perlu Mama waspadai di bawah ini.
