Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pexels/Nataliya Vaitkevich
  • HPL berdasarkan HPHT menghitung 40 minggu sejak hari pertama haid terakhir, dengan asumsi siklus 28 hari dan ovulasi pada hari ke-14.

  • HPL USG ditentukan dari pengukuran janin, terutama Crown-Rump Length pada trimester pertama, sehingga dapat berbeda akibat siklus haid, ovulasi, dan pertumbuhan janin.

  • USG trimester pertama umumnya lebih akurat, khususnya pada siklus tidak teratur; HPL tetap perkiraan karena bayi dapat lahir normal pada usia 37 hingga 41 minggu.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Ketika sudah dinyatakan positif hamil, Mama mungkin sudah menghitung usia kehamilan sekaligus Hari Perkiraan Lahir (HPL) menggunakan metode Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT). Mama pun mungkin mengira si Kecil akan lahir tepat pada tanggal tersebut. 

Sementara, saat menjalani pemeriksaan ultrasonografi atau yang biasa disebut dengan USG, Mama bisa saja mendapatkan hasil perkiraan HPL yang sedikit berbeda dari perhitungan berdasarkan HPHT.

Lantas, kenapa HPL USG dengan HPHT bisa berbeda? Yuk, Ma, simak penjelasan Popmama.com untuk mengetahui informasi selengkapnya!


Kenapa HPL USG dengan HPHT Bisa Berbeda?

Pexels/Pavel Danilyuk

Pada dasarnya, HPL USG dan HPHT bisa berbeda karena keduanya memiliki metode perhitungan yang juga berbeda, Ma.

Melansir American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), HPL berdasarkan HPHT dihitung dengan memperkirakan persalinan pada usia kehamilan 40 minggu atau sekitar 280 hari sejak hari pertama haid terakhir. 

Perhitungan ini menggunakan asumsi siklus menstruasi 28 hari dengan ovulasi sekitar hari ke-14. Namun, siklus menstruasi dan waktu ovulasi setiap perempuan bisa berbeda-beda. Akibatnya, HPL berdasarkan HPHT bisa berbeda dari hasil pemeriksaan USG. 

Sementara itu, pemeriksaan USG memperkirakan usia kehamilan berdasarkan pengukuran pada janin. Pada trimester pertama, dokter biasanya mengukur Crown-Rump Length (CRL), yaitu panjang janin dari puncak kepala hingga bokong, untuk membantu menentukan HPL yang lebih akurat. 


Penyebab HPL USG dan HPHT Bisa Berbeda

Pexels/Nataliya Vaitkevich

Mama, terdapat beberapa faktor yang bisa membuat HPL berdasarkan USG berbeda dari perhitungan HPHT, di antaranya seperti:

  • Siklus haid tidak teratur. Siklus menstruasi yang lebih panjang atau pendek dari 28 hari dapat membuat perhitungan HPL berdasarkan HPHT kurang sesuai. 

  • Ovulasi lebih cepat atau lebih lambat. Waktu ovulasi yang berbeda dari perkiraan dapat memengaruhi perhitungan usia kehamilan berdasarkan HPHT. 

  • Perkembangan janin yang berbeda. Ukuran janin pada USG, terutama trimester kedua dan ketiga, bisa dipengaruhi oleh pertumbuhan sehingga perkiraan usia kehamilan kurang akurat dibandingkan USG trimester pertama.

Lebih Akurat HPL USG atau HPHT?

Pexels/Towfiqu barbhuiya

dr. Raissa Liem, Sp.OG, B.Med.Sc, M.M, M.A.R.S., dalam akun Instagramnya @dr.raissa.spog, menjelaskan bahwa umumnya, HPL USG trimester pertama dianggap lebih akurat dibanding HPHT, terutama bila siklus menstruasi tidak teratur.

dr. Raissa juga mengingatkan jika HPL hanyalah perkiraan semata, bukan tanggal pasti si Kecil akan lahir. Bayi bisa lahir pada usia kehamilan 37 hingga 40 atau 41 minggu, dan hal tersebut masih tergolong normal, ya, Ma.

Mama juga diimbau untuk jangan bingung bila ada perbedaan HPL. tetap percayakan pada dokter kandungan untuk memantau tumbuh kembang si Kecil.

“Jadi, jangan khawatir bila HPL-mu berbeda, ya. Yang paling penting adalah memantau tumbuh kembang janin secara rutin bersama dokter kandungan,” tulis dr. Raissa dalam unggahannya.

Itulah informasi mengenai kenapa HPL USG dengan HPHT bisa berbeda. Metode perhitungan yang berbeda tentu menghasilkan perkiraan yang berbeda juga, Ma. Yang terpenting adalah tetap pantau kesehatan mama dan juga si Kecil, ya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article