“Bumil harus tahu kapan hari pertama haid terakhirnya. Nah, dari HPHT itu maka tanggal bisa ditambahkan 7, kemudian bulannya bisa dikurangi 3, jadi nanti akan ketemu HPL-nya,” jelas dr. Chandra.
Menentukan HPL Ibu Hamil, Berdasarkan HPHT atau Hasil USG?

HPL dapat dihitung dari HPHT menggunakan rumus sederhana berdasarkan tanggal hari pertama menstruasi terakhir.
USG juga membantu memperkirakan usia kehamilan dan HPL, terutama jika Mama lupa atau tidak yakin dengan HPHT.
Selisih HPL lebih dari dua minggu perlu dikaji kembali bersama dokter untuk memastikan acuan yang sesuai.
Mengetahui Hari Perkiraan Lahir atau HPL penting selama kehamilan karena menjadi patokan untuk memperkirakan usia kehamilan dan waktu persalinan. Namun, tidak sedikit Mama yang menemukan HPL berdasarkan Hari Pertama Haid Terakhir atau HPHT (HPHT) berbeda dengan hasil USG.
Menurut dr. Chandra Damayanti, Sp.OG dari RSIA Cempaka Putih Permata Surabaya @rsia_cempakaputihpermata, HPL bisa dihitung melalui HPHT maupun diperkirakan dari USG. Keduanya seharusnya tidak memiliki perbedaan yang terlalu jauh.
Berikut Popmama.com rangkum penjelasannya.
Table of Content
1. HPL bisa dihitung dari HPHT dengan rumus sederhana

Pexels/Matilda Wormwood dr. Chandra menjelaskan bahwa HPL bisa dihitung dari Hari Pertama Haid Terakhir atau HPHT. Karena itu, Mama perlu mengetahui tanggal hari pertama menstruasi terakhir sebelum hamil.
Sebagai contoh, jika HPHT jatuh pada 1 Agustus, maka tanggal 1 ditambah 7 menjadi 8, sedangkan bulan Agustus dikurangi 3 menjadi Mei. Dengan begitu, HPL diperkirakan sekitar 8 Mei tahun berikutnya.
2. USG juga bisa digunakan untuk menentukan HPL

Pexels/Pavel Danilyuk Jika Mama lupa HPHT atau tidak yakin dengan tanggal menstruasi terakhir, USG bisa digunakan untuk membantu memperkirakan usia kehamilan dan HPL. Dokter akan melihat ukuran dan perkembangan janin sebagai salah satu dasar perhitungan.
“Dengan USG itu bisa kita menentukan HPL jika HPHT-nya lupa,” ujar dr. Chandra.
Ia juga menjelaskan bahwa HPL dari rumus maupun USG idealnya tidak memiliki perbedaan yang terlalu jauh.
HPL baik itu dari rumus maupun dari hasil USG ini haruslah tidak ada perbedaan. Jika ada perbedaan mungkin hanya terpaut beberapa hari saja atau maksimal dua pekan.
3. Selisih lebih dari dua minggu perlu dievaluasi

Pexels/PRODUCTION MART PRODUCTION Jika selisih antara HPL berdasarkan HPHT dan USG lebih dari sekitar dua minggu, kondisi tersebut perlu dikaji kembali. Dokter akan menilai apakah tanggal HPHT kurang tepat atau apakah ukuran janin memang berbeda dari usia kehamilan yang diperkirakan.
“Jika sudah lebih dari itu perbedaannya, maka kita harus kaji lagi, yang salah ini HPHT-nya atau dari hasil USG-nya itu, apakah bayinya ini memang tidak sesuai besarnya?” jelas dr. Chandra.
Penentuan HPL penting karena menjadi acuan dokter dalam memantau kehamilan dan menentukan waktu tindakan medis bila diperlukan.
“HPL itu akan menjadi patokan kita untuk menentukan kapan perkiraannya,” tambahnya.
Jadi, baik HPHT maupun USG sama-sama bisa digunakan untuk memperkirakan HPL. Namun, jika perbedaannya cukup jauh, Mama sebaiknya berkonsultasi kembali dengan dokter kandungan untuk memastikan acuan yang paling sesuai.
Itulah tadi informasi mengena penentuan HPL. Semoga membantu para ibu hamil!




















