Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

HPHT atau USG, Mana yang Lebih Akurat untuk Menentukan HPL?

5 min read
HPHT atau USG, Mana yang Lebih Akurat untuk Menentukan HPL?
Freepik/prostooleh
  • HPL adalah perkiraan kelahiran; metode HPHT memakai Rumus Naegele dan paling sesuai bagi ibu dengan siklus menstruasi teratur 28 hari serta ingatan tanggal haid yang tepat.

  • USG trimester pertama, terutama usia kehamilan 8–13 minggu melalui pengukuran CRL, dinilai lebih akurat menentukan usia kehamilan dan HPL, khususnya saat siklus haid tidak teratur.

  • Dokter dapat menyesuaikan HPL berdasarkan USG awal, lalu menjadikannya acuan pemantauan; USG trimester lanjut lebih berfokus menilai pertumbuhan, posisi, dan kondisi janin.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sesuai dengan namanya, Hari Perkiraan Lahir (HPL) hanyalah estimasi atau pekiraaan untuk kelahiran calon bayi di dalam kandungan. Faktanya, setiap ibu hamil bisa melahirkan lebih awal atau bahkan telat dari tanggal yang sudah ditentukan. 

Ada sejumlah cara yang biasa digunakan tenaga medis untuk menghitung Hari Perkiraan Lahir (HPL) ibu hamil, dua di antaranya menggunakan HPHT (Hari Pertama Haid Terakhir) dan USG.

Tingkat akurasi setiap metode bisa berbeda-beda, tergantung pada siklus menstruasi Mama, serta kapan pemeriksaan dilakukan. Lantas, lebih akurat HPHT atau USG untuk mengetahui HPL ibu hamil?

Simak informasinya telah Popmama.com siapkan. 

  1. 1. HPHT menggunakan rumus Naegele

    HPHT menggunakan rumus Naegele
    Pexels/SHVETS production

    HPHT merupakan tanggal hari pertama Mama mengalami menstruasi terakhir sebelum kehamilan. Metode ini digunakan untuk memperkirakan usia kehamilan dan tanggal persalinan dengan asumsi bahwa siklus menstruasi berlangsung secara teratur.

    Salah satu metode perhitungan HPL yang umum digunakan adalah Rumus Naegele. Caranya, tanggal HPHT ditambah tujuh hari, bulan dikurangi tiga, dan tahun ditambah satu. 

    Rumus ini umumnya cocok untuk perempuan dengan siklus menstruasi teratur selama 28 hari. Meski praktis, perhitungan menggunakan HPHT memiliki keterbatasan. 

    Jika siklus menstruasi Mama tidak teratur, sering mengalami keterlambatan haid, atau memiliki panjang siklus yang berubah-ubah, hasil perhitungan HPL bisa kurang akurat. Hal ini karena waktu ovulasi atau pelepasan sel telur sulit dipastikan hanya berdasarkan tanggal menstruasi.

    Selain itu, Mama yang lupa tanggal hari pertama menstruasi terakhir juga berisiko mendapatkan perkiraan HPL yang kurang tepat. Oleh karena itu, hasil perhitungan HPHT sebaiknya dikonfirmasi melalui pemeriksaan kehamilan bersama dokter.

  2. 2. Pemeriksaan USG dari trimester pertama dianggap lebih akurat

    Pemeriksaan USG dari trimester pertama dianggap lebih akurat
    Pexels/Pavel Danilyuk

    Ultrasonografi atau USG merupakan pemeriksaan yang menggunakan gelombang suara untuk melihat kondisi janin di dalam kandungan. Selain membantu memantau perkembangan janin, USG juga dapat digunakan untuk memperkirakan usia kehamilan dan menentukan HPL.

    Pada trimester pertama, terutama sekitar minggu ke-8 hingga ke-13 kehamilan, USG menjadi salah satu metode paling akurat untuk memperkirakan usia kehamilan. Dokter biasanya mengukur panjang janin dari ujung kepala hingga bokong, yang dikenal sebagai Crown-Rump Length (CRL).

    Pengukuran CRL pada awal kehamilan dinilai akurat karena pertumbuhan janin pada periode ini cenderung memiliki pola yang relatif seragam pada perempuan hamil. 

    Hasil pemeriksaan tersebut dapat membantu dokter memperkirakan usia kehamilan dan HPL dengan lebih tepat, terutama bagi Mama yang tidak mengingat tanggal HPHT atau memiliki siklus menstruasi tidak teratur.

  3. 3. Faktor keakuratan penentuan Hari Perkiraan Lahir (HPL)

    Faktor keakuratan penentuan Hari Perkiraan Lahir (HPL)
    Freepik/freepik

    Ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi hasil perkiraan tanggal persalinan, mulai dari waktu pemeriksaan hingga kondisi kehamilan. Berikut beberapa faktor yang perlu diketahui:

    • Waktu pelaksanaan USG. Pemeriksaan USG pada trimester pertama, khususnya sekitar minggu ke-7 hingga ke-12, umumnya memberikan perkiraan usia kehamilan yang lebih akurat. Pada periode ini, margin kesalahan pengukuran dapat berkisar sekitar 5–7 hari. Sementara itu, pada trimester kedua dan ketiga, variasi pertumbuhan janin membuat penentuan usia kehamilan berdasarkan ukuran tubuhnya menjadi kurang presisi.
    • Keteraturan siklus menstruasi. Perhitungan menggunakan Rumus Naegele lebih sesuai untuk Mama yang memiliki siklus menstruasi teratur dengan rata-rata 28 hari. Jika siklus menstruasi tidak teratur, waktu ovulasi bisa berbeda sehingga perkiraan HPL berdasarkan HPHT berpotensi meleset.
    • Ketepatan mengingat tanggal HPHT. Kesalahan dalam mengingat atau mencatat hari pertama menstruasi terakhir dapat memengaruhi hasil perhitungan HPL. Selain itu, perdarahan pada awal kehamilan terkadang disalahartikan sebagai menstruasi sehingga tanggal HPHT yang digunakan menjadi kurang tepat.
    • Kondisi dan pertumbuhan janin. Kehamilan kembar, variasi pertumbuhan janin, serta faktor biologis lainnya dapat memengaruhi hasil pengukuran selama pemeriksaan USG. Meski demikian, ukuran janin yang berbeda tidak serta-merta menjadi alasan untuk mengubah HPL yang telah ditetapkan dokter.

  4. 4. Apakah HPL bisa berubah-ubah selama kehamilan?

    Apakah HPL bisa berubah-ubah selama kehamilan?
    Pexels/Tima Miroshnichenko

    Pada dasarnya, HPL yang dihitung secara manual lewat HPHT bisa saja disesuaikan atau diganti oleh dokter setelah Mama melakukan pemeriksaan USG trimester pertama. 

    Dokter akan mempertimbangkan hasil pengukuran janin dan informasi lain untuk menentukan tanggal perkiraan persalinan yang paling sesuai.

    Misalnya, berdasarkan perhitungan HPHT, usia kehamilan Mama diperkirakan sudah memasuki minggu tertentu. Namun, hasil USG trimester pertama menunjukkan usia kehamilan yang berbeda. 

    Dalam kondisi tersebut, dokter dapat mengevaluasi kembali HPL agar penanggalan kehamilan lebih akurat. Meski begitu, HPL tidak seharusnya berubah setiap kali ibu hamil menjalani USG. 

    Setelah tanggal perkiraan persalinan ditetapkan berdasarkan informasi klinis, dokter umumnya menggunakan tanggal tersebut sebagai acuan untuk memantau perkembangan kehamilan.

    Pemeriksaan USG pada trimester kedua atau ketiga lebih banyak digunakan untuk menilai pertumbuhan, posisi, dan kondisi janin, bukan untuk mengubah HPL secara rutin.

    Oleh karena itu, Mama sebaiknya mengikuti penentuan HPL dari dokter dan tidak menyimpulkan sendiri usia kehamilan hanya berdasarkan hasil pengukuran janin.

  5. 5. Tips menjaga kesehatan kehamilan setelah mengetahui HPL

    Tips menjaga kesehatan kehamilan setelah mengetahui HPL
    Freepik/shurkin_son

    Setelah mengetahui perkiraan tanggal persalinan, ibu hamil perlu menjaga kesehatan tubuh dan memantau perkembangan janin secara rutin. Mengetahui HPL dapat membantu Mama mempersiapkan persalinan, tetapi menjaga kesehatan selama kehamilan tetap menjadi hal yang utama.

    Salah satu langkah penting adalah memenuhi kebutuhan nutrisi harian. Konsumsi makanan bergizi seimbang dan vitamin prenatal sesuai anjuran dokter. 

    Asam folat sangat penting, terutama pada awal kehamilan, karena membantu mengurangi risiko cacat tabung saraf pada janin. Pastikan pula kebutuhan cairan tubuh terpenuhi dan Mama mendapatkan waktu istirahat yang cukup.

    Selain menjaga kondisi fisik, kesehatan emosional juga perlu diperhatikan. Menjelang persalinan, Mama mungkin mulai merasakan kecemasan atau ketakutan ketika membayangkan proses melahirkan. 

    Perasaan tersebut dapat dikelola dengan mempelajari informasi persalinan yang tepercaya, melakukan latihan pernapasan, atau mengikuti kelas persiapan persalinan dan yoga prenatal yang sesuai dengan kondisi kehamilan.

    Jangan lupa untuk menjadwalkan pemeriksaan kehamilan atau antenatal care secara rutin sesuai anjuran tenaga medis. Frekuensi pemeriksaan dapat meningkat seiring bertambahnya usia kehamilan, bergantung pada kondisi Mama dan janin.

    Dengan memantau kehamilan secara teratur, Mama dapat mengetahui perkembangan janin sekaligus mendeteksi kemungkinan masalah kesehatan lebih awal. Ingat, HPL hanyalah perkiraan, sehingga bayi bisa lahir sebelum atau setelah tanggal tersebut. Yang terpenting, Mama tetap menjaga kesehatan dan mengikuti arahan dokter hingga waktu persalinan tiba.

    Itu dia penjelasan soal lebih akurat HPHT atau USG untuk mengetahui HPL ibu hamil. Semoga informasinya membantu, ya, Ma.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More