7 Hal yang Dialami Janin saat Berhubungan Seks Di Masa Kehamilan

Ini lho yang dirasakan calon bayi Mama dan Papa

25 Juni 2020

7 Hal Dialami Janin saat Berhubungan Seks Masa Kehamilan
Pixabay/Sohyun Park

Bagi kebanyakan calon Mama, berhubungan seks saat hamil mungkin cukup mengkhawatirkan. Sebenarnya melakukan hubungan seks dengan Papa saat Mama sedang hamil boleh saja dilakukan selama kedua belah pihak masih nyaman dalam melakukan hal tersebut.

Pada dasarnya, berhubungan seksual saat hamil tidak akan membahayakan janin, Ma. Sebab ada banyak proteksi natural dari tubuh mama yang dapat membantu melindunginya, seperti cairan ketuban, otot-otot dalam rahim, serta lendir tebal yang menutupi leher rahim.

Meski demikian, nyatanya masih banyak pasangan yang ragu untuk melakukannya karena berbagai alasan. Apakah ini benar-benar boleh dilakukan? Apakah si bayi tidak akan merasa kesakitan? Apakah penetrasi tidak akan melukai si bayi?

Kalau Mama punya pertanyaan seperti ini, tenang. Mama tidak sendirian, kok.

Nah, agar lebih jelas, simak informasi dari Popmama.com berikut ini mengenai hal yang dialami janin saat berhubungan seks di masa kehamilan!

1. Bayi berada di tempat yang aman dan terlindungi sangat baik

1. Bayi berada tempat aman terlindungi sangat baik
Freepik

Hal utama yang harus Mama dan Papa ketahui adalah, bayi berada di dalam rahim dengan proteksi yang sangat baik. Oleh karenanya, berhubungan seks dengan penetrasi tidak akan menyakiti si calon buah hati Mama dan Papa.

Menurut John Hopkins Medicine, bayi diselimuti oleh air ketuban yang akan melindunginya dari berbagai cedera. Selain itu, menurut The Bump, bagian serviks mama mempunyai lapisan pelindung ekstra yang akan berkembang pada usia kehamilan 12 minggu. 

2. Seperti mendapat pelukan saat mencapai orgasme

2. Seperti mendapat pelukan saat mencapai orgasme
Freepik/yanalya

Ingin berhubungan seks saat hamil tetapi takut merasa kontraksi saat mencapai orgasme? Tenang, Ma. Hal seperti itu tidak akan terjadi kok.

Namun sebaliknya, saat Mama mencapai orgasme, si calon bayi seolah-olah merasa mendapat pelukan lho! Saat berada di titik puncak kenikmatan, rahim akan kontraksi. Tetapi kondisi inilah yang justru membuat si calon bayi mama seperti mendapat pelukan hangat.

Istilahnya, Mama senang, Papa senang, si calon bayi yang Mama kandung pun ikut senang. Win-win solution, bukan?

Editors' Picks

3. Tidak membuat Mama melahirkan lebih awal

3. Tidak membuat Mama melahirkan lebih awal
Scarymommy.com

Masih berkaitan dengan poin sebelumnya, Mama tak perlu takut bila kontraksi karena orgasme. Berdasarkan pernyataan banyak ahli, dalam kehamilan yang normal, orgasme tidaklah berbahaya maupun memicu kelahiran prematur. Asalkan selama ini Mama memang tidak punya masalah atau riwayat gangguan kesehatan yang berhubungan dengan kehamilan.Jadi berhubungan seks saat hamil tidak akan membuat Mama melahirkan lebih awal, kok!

4. Detak jantung tinggi bukan hal yang berbahaya

4. Detak jantung tinggi bukan hal berbahaya
Freepik/bearfotos

Hal lain yang membuat Mama merasa khawatir berhubungan seks saat hamil adalah detak jantung tinggi. Beberapa orang merasa khawatir bahwa hal tersebut mengindikasikan adanya kondisi yang kurang baik pada si kecil. Tenang, Ma, sama seperti Mama, detak jantung si calon bayi pun ikut berakselerasi.

Faktanya adalah, calon bayi mama akan lebih aktif setelah seks karena adanya gerakan-gerakan yang membangunkan mereka. Detak jantungnya pun akan meningkat menyesuaikan detak jantung mama. Jadi tak perlu dikhawatirkan, Ma.

5. Bayi akan ikut bergoyang

5. Bayi akan ikut bergoyang
Popxo.com

Saat melakukan hubungan seks, tentu saja Mama dan Papa akan menikmati momen dan berubah posisi sesuai dengan kenyamanan masing-masing. Hal ini secara otomatis membuat si bayi akan ikut bergoyang sesuai gerakan yang kalian lakukan. Tetapi tenang, Ma, ini sama sekali bukan hal buruk.

Profesor Fakultas Kedokteran Universitas Yale, Mary Jane Minkin, memastikan bahwa calon bayi akan baik-baik saja dan tidak tahu apa yang tengah dilakukan oleh orangtuanya. Jadi anggap saja Mama dan Papa sedang membawanya menikmati bumpy ride yang menyenangkan!

6. Waktu yang sebaiknya dihindari

6. Waktu sebaik dihindari
Healthgrades.com

Secara umum, seks saat hamil bukanlah hal yang dilarang dan tidak membahayakan. Tetapi tetap perlu lebih berhati-hati bila tengah mengalami kondisi tertentu. 

Jika Mama memiliki masalah dengan plasenta atau serviks, adanya keputihan atau keluar cairan yang tidak normal dari vagina, perdarahan setelah berhubungan seks, dan masalah yang serupa, sebaiknya menghindari melakukan hubungan seks. 

Bila Mama mengalami hal-hal yang disebutkan di atas, akan jauh lebih bijak dan aman jika segera berkonsultasi pada dokter kandungan ya, Ma!

7. Bayi akan aman dan senang, kok!

7. Bayi akan aman senang, kok
Metro.co.uk

Dari seluruh penjelasan di atas, sudah jelas bahwa seks saat hamil bukanlah hal tabu dan dilarang. Sebab si calon bayi aman berada di tempat terbaiknya dan terlindungi sekalipun merasa adanya 'guncangan' dari luar.

Bila orangtua mereka menikmati dan senang dengan kegiatan hubungan seks yang dilakukan, si bayi yang Mama kandung juga akan ikut senang kok! Jadi tak perlu takut dan cemas berlebihan jika ingin menikmati romansa berdua di tengah kehamilan ya, Ma. Selamat bersenang-senang.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.