Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Otak Menyusut saat Hamil Tak Pengaruhi Kecerdasan Mama, Ini Alasannya!
Pexels/Western Sydney Wedding Photo and Video
  • Selama kehamilan, volume otak sedikit menyusut terutama di bagian grey matter, namun hal ini merupakan adaptasi alami tubuh dan bukan tanda penurunan kecerdasan.
  • Perubahan struktur otak membantu ibu menjadi lebih peka terhadap ekspresi, tangisan, serta kebutuhan bayi melalui proses neural pruning yang membuat koneksi otak lebih efisien.
  • Penyusutan otak bersifat sementara dan biasanya pulih 1–2 tahun setelah melahirkan, tetapi peningkatan kepekaan dan kemampuan pengasuhan dapat bertahan lebih lama.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pada dasarnya, kehamilan membawa begitu banyak perubahan dalam tubuh, mulai dari fisik hingga emosional. Salah satu hal yang sering membuat ibu hamil khawatir adalah perubahan pada fungsi otak, seperti mudah lupa atau sulit fokus. 

Bahkan, ada anggapan bahwa otak menyusut selama kehamilan. Perubahan ini bukanlah tanda penurunan kecerdasan, melainkan bagian dari proses alami tubuh dalam mempersiapkan peran baru sebagai seorang ibu. 

Berikut Popmama.com rangkum penjelasan tentang otak menyusut saat hamil tak pengaruhi kecerdasan berdasarkan penjelasan Dr. Yusfa Rasyid Sp.OG lewat akun Instagram pribadinya, @yusfarasyid. 

Penyusutan Volume Otak saat Hamil adalah Hal Normal

Selama masa kehamilan, memang terjadi sedikit penurunan volume otak, terutama di bagian grey matter. Meski terdengar mengkhawatirkan, kondisi ini sebenarnya bukan tanda kerusakan pada otak. 

Justru, ini adalah bentuk adaptasi biologis yang sangat wajar. Perubahan ini terjadi karena tubuh sedang menyesuaikan diri dengan peran baru.

Otak ‘merapikan’ struktur dan koneksinya agar lebih efisien dalam menjalankan fungsi yang berkaitan dengan pengasuhan bayi.

Jadi, bukan berarti kemampuan berpikir menurun ya, Ma. Dengan kata lain, ini bukan masalah kehilangan fungsi, melainkan proses transformasi.

Otak sedang bekerja secara cerdas untuk mempersiapkan Mama menjadi pengasuh yang lebih responsif dan peka terhadap kebutuhan si Kecil. 

Adaptasi Otak Membantu Mama Lebih Peka terhadap Bayi

Freepik/kjpargeter

Perubahan struktur otak selama kehamilan memiliki tujuan yang sangat penting, antara lain:

  • Lebih peka membaca ekspresi & kebutuhan bayi

  • Lebih responsif terhadap suara dan tangisan 

  • Lebịh cepat memproses risiko demi melindungi bayi

  • Lebih sensitif secara emosional, sehingga bonding makin kuat

  • Lebih efisien saat mengambil keputusan terkait keamanan & caregiving

Proses ini mirip dengan neural pruning, yaitu saat otak memangkas koneksi yang kurang penting dan memperkuat jalur yang lebih dibutuhkan. Hasilnya, otak menjadi lebih fokus pada hal-hal yang berhubungan dengan peran sebagai seorang mama.

Perubahan Bersifat Sementara, Bukan Permanen

Freepik/shurkin_son

Perubahan pada otak selama kehamilan tidak bersifat permanen. Sebagian besar ibu hamil akan mengalami pemulihan fungsi otak secara bertahap setelah melahirkan.

Biasanya, dalam waktu sekitar satu hingga dua tahun setelah persalinan, struktur dan fungsi otak akan kembali mendekati kondisi sebelum hamil. Hal ini seiring dengan stabilnya hormon serta pola tidur yang mulai teratur kembali.

Jadi, Mama tidak perlu khawatir jika merasa ‘berbeda’ selama masa kehamilan. Tubuh hanya sedang menjalani fase adaptasi yang nantinya akan kembali seimbang.

Manfaat Positifnya Justru Bertahan Lebih Lama

Pexels/Amina Filkins

Menariknya, meskipun perubahan struktur otak bersifat sementara, beberapa manfaat positifnya justru bisa bertahan lebih lama. Salah satunya adalah meningkatnya kepekaan terhadap kebutuhan bayi.

Selain itu, kemampuan dalam mengasuh anak juga menjadi lebih matang. Mama akan cenderung lebih cepat mengambil keputusan terkait keselamatan, dan lebih terhubung secara emosional dengan anak.

Jadi, jika Mama merasa lebih pelupa atau sulit fokus selama hamil, itu bukan berarti kemampuan menurun. Justru, otak sedang bekerja keras melakukan ‘reorganisasi’ ke arah yang lebih baik.

Semoga informasinya membantu, ya, Ma.

Editorial Team