Selain meningkatkan risiko cacat lahir, paparan asap rokok juga dapat memicu sejumlah komplikasi selama kehamilan. Berikut beberapa risiko yang perlu Mama ketahui.
1. Meningkatkan risiko keguguran
Paparan asap rokok dapat meningkatkan risiko keguguran, terutama pada trimester pertama. Bahan kimia dari rokok dapat masuk ke aliran darah ibu hamil dan janin, sehingga mengganggu perkembangan janin.
Kondisi tersebut dapat berujung pada keguguran.
“Terus yang berikutnya, bisa menyebabkan keguguran juga,” kata dr. Arie.
2. Menyebabkan tekanan darah tinggi
Asap rokok juga dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi pada ibu hamil. Kondisi ini termasuk salah satu komplikasi yang perlu diperhatikan selama kehamilan.
“Salah satu komplikasinya adalah bisa menyebabkan darah tinggi pada ibu hamil,” jelas dr. Arie.
3. Memicu solusio plasenta
Solusio plasenta adalah kondisi ketika plasenta terlepas dari rahim sebelum waktu persalinan. Komplikasi ini dapat menyebabkan perdarahan hebat pada ibu dan mengancam keselamatan Mama maupun janin.
“Bahkan sampai solusio plasenta atau lepasnya plasenta,” tutur dr. Arie.
4. Meningkatkan risiko kelahiran prematur
Paparan asap rokok selama kehamilan dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur. Bayi yang lahir prematur berpotensi mengalami gangguan kesehatan karena perkembangan organ tubuhnya belum sempurna.
Beberapa masalah yang dapat terjadi meliputi infeksi, kesulitan menyusu, penyakit kuning, gangguan pernapasan dan pencernaan, serta gangguan tumbuh kembang.
5. Menyebabkan berat badan lahir rendah
Bayi yang terpapar asap rokok selama kehamilan memiliki risiko lebih tinggi lahir dengan berat badan rendah atau BBLR.
BBLR merupakan kondisi ketika berat badan bayi saat lahir kurang dari 2,5 kilogram. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko gangguan pencernaan, otak, pernapasan, infeksi, hipotermia, dan hipoglikemia atau kekurangan gula darah.
6. Mengganggu perkembangan paru-paru bayi
Kebiasaan merokok atau sering terpapar asap rokok selama kehamilan dapat meningkatkan risiko bayi memiliki paru-paru yang lebih lemah.
Apabila perkembangan paru-paru terganggu, bayi juga berisiko mengalami masalah kesehatan lainnya.