Bukan Cuma Perempuan, Kesuburan Laki-Laki Juga Tentukan Kehamilan

- Kesuburan laki-laki berkontribusi hingga 50 persen pada infertilitas pasangan; penyebabnya terbagi sepertiga faktor perempuan, sepertiga laki-laki, dan sisanya kombinasi keduanya.
- Jumlah, pergerakan, serta bentuk sperma memengaruhi pembuahan. Gangguan hormon, penyumbatan saluran reproduksi, dan varikokel juga dapat menghambat produksi atau keluarnya sperma.
- Merokok, alkohol, kurang tidur, paparan panas, dan stres dapat menurunkan kualitas sperma. Pasangan yang belum hamil setelah 12 bulan dianjurkan menjalani pemeriksaan bersama.
Perjalanan memiliki buah hati sering dianggap sebagai tanggung jawab perempuan semata. Padahal, pembuahan membutuhkan peran seimbang dari kedua belah pihak.
Melansir dari Genesis IVF & Women's Specialist Centre, masalah ketidaksuburan tidak hanya berasal dari perempuan. Data medis menunjukkan kesuburan laki-laki menyumbang porsi sama besar dalam menentukan kehamilan.
Memahami hal ini akan membantu pasangan menjalani promil secara kompak. Berikut Popmama.com bagikan alasan masalah kesuburan laki-laki juga penentu utama kehamilan!
Table of Content
1. Kontribusi faktor laki-laki mencapai separuh kasus infertilitas

Popmama.com/Erica Santoso/AI Banyak orang mengira masalah kehamilan tak kunjung datang murni dari pihak Mama. Padahal, bukti medis menunjukkan porsi penyebab ketidaksuburan terbagi merata antara laki-laki dan perempuan.
Sebanyak sepertiga kasus disebabkan faktor perempuan, sepertiga faktor laki-laki, dan sisanya kombinasi keduanya. Artinya, laki-laki berkontribusi hingga 50 persen pada kasus infertilitas pasangan.
Pemeriksaan kesuburan bersama sejak awal sangat krusial dilakukan. Mengabaikan kondisi Papa hanya akan memperlama diagnosis dan menunda penanganan medis yang tepat.
2. Kualitas dan jumlah sperma menentukan pembuahan

Popmama.com/Erica Santoso/AI Proses pembuahan yang sukses sangat bergantung pada kondisi sel sperma Papa. Jumlah sperma yang terlalu sedikit dapat memperkecil peluang sperma bertemu sel telur.
Selain jumlah, pergerakan sperma yang lambat juga membuat perjalanan menuju sel telur menjadi sulit. Jika bentuk sperma mengalami kelainan, proses menembus sel telur bisa gagal.
Pemeriksaan analisis sperma menjadi langkah awal penting untuk menilai kondisi ini. Evaluasi ini membantu tim medis menentukan tindakan perbaikan yang sesuai.
3. Masalah penyumbatan dan ketidakseimbangan hormon

Popmama.com/Erica Santoso/AI Sistem reproduksi laki-laki sangat dipengaruhi oleh kinerja hormon di dalam tubuh. Gangguan pada hormon testosteron dapat menurunkan stamina dan produksi sperma secara drastis.
Selain hormon, penyumbatan pada saluran reproduksi seperti vas deferens juga menjadi penghambat. Kondisi ini membuat sperma sehat tidak keluar optimal saat ejakulasi.
Melansir dari Genesis IVF & Women's Specialist Centre, masalah varikokel atau pembengkakan pembuluh darah skrotum juga perlu diwaspadai. USG skrotum akan membantu mengatasi hambatan tersebut lebih cepat.
4. Pengaruh besar pola hidup harian terhadap kualitas sperma

Popmama.com/Erica Santoso/AI Kebiasaan harian Papa memegang peranan besar dalam menentukan kualitas sperma. Merokok, minum alkohol, dan kurang tidur malam dapat merusak jaringan reproduksi.
Kebiasaan terpapar suhu panas berlebih seperti memangku laptop juga mengganggu pabrik pembuat sperma. Stres tinggi turut memicu timbulnya stres oksidatif yang merusak DNA sperma.
Mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat adalah langkah alami yang sangat dianjurkan. Makanan bergizi dan olahraga rutin akan meningkatkan kesuburan Papa.
5. Pentingnya pemeriksaan profesional bersama pasangan

Popmama.com/Erica Santoso/AI Pemeriksaan kesuburan bukanlah untuk saling menyalahkan, melainkan bentuk kerja sama tim. Jika sudah berikhtiar 12 bulan tanpa hasil, berkonsultasi ke dokter adalah keputusan bijak.
Pemeriksaan medis menyeluruh akan memetakan masalah secara akurat, dari analisis sperma hingga profil hormon. Penanganan tepat waktu membuka peluang kehamilan lebih tinggi. Teknologi reproduksi modern saat ini sudah sangat maju membantu masalah kesuburan laki-laki. Langkah proaktif bersama akan mempercepat hadirnya si Kecil.
Yuk, ajak Papa untuk lebih terbuka dan proaktif memeriksakan kesehatan reproduksi demi menyambut hadirnya buah hati!





















