Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Waspada, Penggunaan Kuteks saat Hamil Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Janin

Waspada, Penggunaan Kuteks saat Hamil Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Janin
Popmama.com/Alya Putri Abi /AI
Intinya Sih
  • Penggunaan kuteks saat hamil perlu diwaspadai karena paparan bahan kimia seperti toluena, formaldehida, dan DBP dapat mengganggu tumbuh kembang janin.

  • Ibu hamil disarankan memilih kuteks dan penghapus tanpa bahan berbahaya seperti aseton.

  • Pemakaian kuteks di rumah lebih aman karena ibu bisa mengontrol produk yang digunakan, menjaga kebersihan alat, dan berkonsultasi dengan dokter.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Ingin tetap terlihat cantik selama masa kehamilan adalah hal yang wajar, termasuk dalam merawat tampilan kuku. Tidak sedikit ibu hamil yang tetap menggunakan kuteks atau melakukan nail art, baik di salon maupun di rumah.

Pada dasarnya, penggunaan kuteks saat hamil diperbolehkan. Namun, ibu hamil perlu berhati-hati dengan kandungan bahan kimia di dalamnya, karena beberapa zat yang terpapar dapat berdampak pada janin dan mengganggu tumbuh kembangnya.

Berikut Popmama.com merangkum informasi terkait penggunaan kuteks saat hamil bisa ganggu tumbuh kembang janin. Yuk, simak, Ma!

Table of Content

1. Penggunaan kuteks saat hamil bisa ganggu tumbuh kembang janin

1. Penggunaan kuteks saat hamil bisa ganggu tumbuh kembang janin

Popmama.com/Alya Putri Abi /AI
Popmama.com/Alya Putri Abi /AI

Penggunaan kuteks saat hamil perlu diperhatikan karena beberapa produk masih mengandung bahan kimia yang berpotensi berbahaya. Mengutip dari Kementerian Kesehatan, paparan zat tersebut dapat memengaruhi tumbuh kembang janin, meningkatkan risiko kelainan bawaan, serta berkontribusi pada berat badan lahir rendah (BBLR).

Pada paparan jangka panjang, kondisi ini juga dapat berkaitan dengan komplikasi kehamilan seperti persalinan prematur, bahkan peningkatan risiko keguguran. Paparan bahan kimia dari kuteks pada ibu hamil dapat terjadi melalui dua cara, yaitu terhirup (inhalasi) dan kontak langsung dengan kulit.

2. Kandungan zat kimia berbahaya pada kuteks yang perlu dihindari ibu hamil

Popmama.com/Alya Putri Abi /AI
Popmama.com/Alya Putri Abi /AI

Beberapa bahan kimia dalam kuteks perlu diwaspadai oleh ibu hamil karena dapat berdampak pada kesehatan. Kandungan tersebut antara lain:

  1. Toluena
    Toluena merupakan zat yang juga ditemukan dalam bensin. Jika terhirup, bahan ini dapat menyebabkan pusing, mual, sakit kepala, hingga iritasi pada saluran pernapasan. Dalam jangka panjang, toluena juga berisiko mengganggu sistem saraf pusat, organ vital, serta kesehatan reproduksi.

  1. Formaldehida
    Formaldehida diketahui dapat membahayakan kesehatan, terutama jika terpapar dalam jangka waktu lama. Zat ini berpotensi mengganggu perkembangan janin hingga meningkatkan risiko keguguran. Formaldehida juga bersifat karsinogenik atau dapat memicu kanker.

  1. Dibutyl phthalate (DBP)
    DBP dapat terserap melalui kulit dan berisiko mengganggu sistem endokrin yang berperan dalam mengatur keseimbangan hormon. Dampaknya tidak hanya pada ibu hamil, tetapi juga dapat memengaruhi sistem reproduksi, termasuk pada laki-laki.

Selain ketiga bahan utama tersebut, kuteks juga bisa mengandung zat lain seperti benzophenone, triphenyl phosphate, arsenik, merkuri, serta logam berat seperti timbal, nikel, dan kadmium. Paparan zat-zat ini dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung, tenggorokan, dan paru-paru, serta berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan serius jika terjadi dalam jangka panjang.

3. Perhatikan alat pembersih kuteks

Popmama.com/Alya Putri Abi /AI
Popmama.com/Alya Putri Abi /AI

Selain memilih kuteks yang aman, ibu hamil juga perlu memerhatikan produk pembersih atau penghapus kuteks yang digunakan. Sebaiknya pilih penghapus kuteks yang tidak mengandung aseton, karena bahan ini memiliki bau yang cukup kuat dan mudah menguap sehingga bisa terhirup saat digunakan.

Meskipun penggunaan aseton dalam jumlah kecil umumnya tidak langsung berbahaya, paparan yang berlebihan dan dilakukan terus-menerus dalam jangka panjang dapat berisiko bagi kesehatan, termasuk berpotensi berdampak pada janin. Karena itu, penggunaan penghapus kuteks sebaiknya tetap dibatasi dan dilakukan di ruangan yang memiliki sirkulasi udara baik agar lebih aman bagi ibu hamil.

4. Lebih aman di salon atau di rumah untuk memakai kuteks saat hamil?

Popmama.com/Alya Putri Abi /AI
Popmama.com/Alya Putri Abi /AI

Saat hamil, memakai kuteks di rumah akan lebih baik karena Mama dapat memilih produk sendiri yang dianggap lebih aman dan menghindari bahan kimia berbahaya. Jika memilih melakukan nail art di salon, pastikan kebersihan alat benar-benar terjaga.

Alat sebaiknya tidak hanya dicuci, tetapi juga disterilkan agar lebih higienis. Selain itu, pilih salon dengan ventilasi udara yang baik dan hindari ruangan yang sempit atau minim sirkulasi. Mama juga perlu memastikan tidak ada luka terbuka pada tangan atau kaki sebelum melakukan perawatan, karena kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko infeksi.

Pada kondisi kehamilan tertentu, sebaiknya ibu hamil tetap berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan sebelum menggunakan kuteks atau melakukan perawatan kuku.

5. Hal yang perlu diperhatikan ibu hamil saat menggunakan kuteks

Popmama.com/Alya Putri Abi /AI
Popmama.com/Alya Putri Abi /AI

Ibu hamil perlu lebih cermat saat menggunakan kuteks karena adanya paparan bahan kimia yang bisa masuk ke tubuh melalui inhalasi maupun kontak kulit.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

  1. Pilih produk kuteks dengan hati-hati dan hindari yang mengandung bahan kimia berbahaya. Pastikan juga produk sudah terdaftar di BPOM.

  2. Gunakan kuteks di ruangan dengan sirkulasi udara baik, misalnya dengan membuka jendela atau pintu agar udara tidak terperangkap.

  3. Saat mengeringkan kuteks, jauhkan tangan dari wajah dan tubuh untuk mengurangi paparan uap bahan kimia.

  4. Hindari meniup kuteks karena uapnya dapat terhirup langsung ke saluran pernapasan.

  5. Usahakan kuteks tidak mengenai kulit atau kutikula karena kulit dapat menyerap bahan kimia lebih mudah.

  6. Saat menghapus kuteks, segera bersihkan tangan menggunakan pembersih yang tidak mengandung aseton atau bahan kimia berbahaya lainya. Jangan lupa untuk mencuci tangan menggunakan air dan sabun.

Itu tadi penjelasan terkait penggunaan kuteks saat hamil bisa ganggu tumbuh kembang janin. Pilih kuteks yang aman, dan bila ragu konsultasikan dengan dokter terkait kandungannya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Wahyuni Sahara
EditorWahyuni Sahara
Follow Us

Latest in Pregnancy

See More