Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Benarkah Olahraga Berlebihan Berdampak pada Kesuburan?

Benarkah Olahraga Berlebihan Berdampak pada Kesuburan?
freepik/jcomp
Intinya Sih
  • Olahraga berlebihan dapat mengganggu keseimbangan hormon, siklus menstruasi, dan ovulasi sehingga menurunkan peluang kehamilan bagi perempuan yang sedang menjalani program hamil.
  • Intensitas latihan ekstrem juga berdampak pada pria dengan menurunkan kadar testosteron, kualitas sperma, serta meningkatkan suhu testis yang menghambat produksi sperma optimal.
  • Menjaga olahraga dalam porsi moderat membantu keseimbangan hormon, sensitivitas insulin, dan aliran darah ke rahim sehingga mendukung kesuburan serta keberhasilan program bayi tabung.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Banyak dari kita yang percaya bahwa semakin sering dan berat olahraga yang dilakukan, maka tubuh akan semakin sehat. Bagi Mama yang sedang merencanakan kehamilan atau menjalani program hamil (promil), menjaga kebugaran memang menjadi salah satu kunci utama. Olahraga rutin diketahui mampu membantu menyeimbangkan hormon penting seperti estrogen dan progesteron, serta menjaga berat badan ideal agar proses ovulasi berjalan lancar.

Namun, pernahkah Mama mendengar istilah bahwa sesuatu yang berlebihan itu tidak baik? Ternyata, hal ini juga berlaku untuk urusan aktivitas fisik. Meskipun olahraga sangat disarankan untuk meningkatkan kualitas kesehatan reproduksi, porsi yang terlalu ekstrem justru bisa menjadi bumerang. Pertanyaan yang sering muncul di benak para pejuang garis dua adalah: apakah rutinitas olahraga yang sangat intens justru menghambat peluang untuk hamil?

Melansir dari Reproductive Science Center of New Jersey, keseimbangan adalah kunci utama dalam hal ini. Aktivitas fisik yang tepat memang bisa menurunkan stres dan hormon kortisol yang berdampak positif pada kesehatan reproduksi. Namun, jika dilakukan secara berlebihan tanpa istirahat yang cukup, tubuh justru akan merasa "terancam" dan mulai menghemat energi dengan cara mengganggu fungsi sistem reproduksi.

Berikut Popmama.com bagikan fakta-fakta mengenai olahraga berlebihan dengan dampaknya terhadap tingkat kesuburan Mama dan Papa. Yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini, Ma!

1. Mengganggu siklus bulanan dan proses ovulasi Mama

3e90de1a-c21b-4d0c-944a-f284b209667a.jpeg
freepik/brgfx

Olahraga yang terlalu berat dan dilakukan secara terus-menerus tanpa jeda dapat menyebabkan gangguan pada siklus bulanan Mama. Dalam beberapa kasus, Mama mungkin mengalami siklus yang tidak teratur atau bahkan berhenti sama sekali (amenore). Hal ini terjadi karena tubuh mendeteksi cadangan energi yang terlalu rendah untuk mendukung sistem reproduksi.

Kondisi ini tentu menjadi tantangan besar bagi Mama yang sedang promil. Tanpa siklus yang teratur, proses ovulasi atau pelepasan sel telur menjadi sulit diprediksi atau bahkan tidak terjadi sama sekali. Jika sel telur tidak dilepaskan, maka pembuahan oleh sperma pun mustahil terjadi meski Mama sudah rutin berhubungan intim.

Oleh karena itu, penting bagi Mama untuk mengenali sinyal tubuh dan tidak memaksakan diri melakukan latihan yang melampaui batas. Menjaga porsi olahraga tetap moderat adalah cara terbaik untuk memastikan hormon tetap seimbang. Ingat Ma, tujuan kita adalah tubuh yang sehat dan siap hamil, bukan tubuh yang kelelahan karena dipaksa bekerja ekstra.

2. Berdampak negatif pada kualitas dan jumlah sperma Papa

d139082b-17fd-4acc-8917-95bf1ec2c4d2.jpeg
freepik

Bukan hanya Mama, Papa juga perlu memperhatikan intensitas olahraganya demi kualitas sperma yang mumpuni. Menurut penelitian, pria yang aktif bergerak memang cenderung memiliki kualitas sperma yang lebih baik dibanding mereka yang kurang aktif. Namun, olahraga berlebihan bisa berakibat sebaliknya, seperti penurunan produksi testosteron yang memengaruhi jumlah sperma.

Salah satu penyebab utamanya adalah peningkatan suhu pada area testis saat berolahraga ekstrem atau menggunakan pakaian olahraga yang terlalu ketat. Testis membutuhkan suhu yang sedikit lebih rendah dari suhu tubuh untuk memproduksi sperma secara optimal. Jika suhu area tersebut terus-menerus panas akibat latihan berat, kualitas sperma Papa bisa menurun drastis.

Selain itu, kelelahan fisik yang luar biasa pada Papa juga bisa menurunkan gairah seksual. Jadi, ajak Papa untuk tetap aktif bergerak namun tetap dalam batas yang wajar. Olahraga bersama seperti jalan santai atau berenang bisa menjadi pilihan yang lebih aman dan menyenangkan untuk dilakukan berdua saat masa promil.

3. Memicu lonjakan hormon stres (kortisol) dalam tubuh

c0362503-e196-4e74-b160-44414f833ee4.jpeg
freepik/jcomp

Olahraga seharusnya menjadi cara untuk melepas penat dan mengurangi stres setelah seharian beraktivitas. Namun, saat tubuh dipaksa melakukan latihan intensitas tinggi setiap hari tanpa istirahat, level hormon kortisol atau hormon stres justru akan meningkat tajam. Kadar kortisol yang tinggi secara kronis dapat "mengacaukan" komunikasi antara otak dan organ reproduksi.

Jika sinyal hormonal ini terganggu, komunikasi tubuh untuk memicu ovulasi pun akan terhambat karena tubuh merasa sedang dalam kondisi bahaya. Alih-alih mendapatkan tubuh yang bugar untuk hamil, tubuh Mama justru berada dalam mode "bertahan hidup" (survival mode). Kondisi ini membuat sistem reproduksi dianggap sebagai prioritas nomor dua oleh tubuh Mama.

Mama perlu memahami bahwa ketenangan pikiran dan tubuh sangat penting dalam perjalanan promil. Pilihlah olahraga yang bisa membuat Mama merasa rileks dan bahagia, bukan yang membuat Mama merasa tertekan secara fisik. Dengan menjaga hormon stres tetap rendah, peluang Mama untuk hamil pun akan menjadi lebih terbuka lebar.

4. Pentingnya menjaga ambang batas sensitivitas insulin

ec1bd305-598d-4e87-ae13-8eefb9a12b5b.jpeg
freepik/jcomp

Salah satu manfaat luar biasa dari olahraga intensitas sedang adalah meningkatkan sensitivitas insulin. Hal ini sangat bermanfaat bagi Mama yang memiliki kondisi PCOS (Polycystic Ovary Syndrome), yang merupakan salah satu penyebab umum infertilitas. Dengan insulin yang terkontrol, risiko gangguan kesuburan akibat berat badan berlebih atau obesitas pun bisa ditekan seminimal mungkin.

Peningkatan sensitivitas insulin membantu ovarium bekerja lebih baik dalam mematangkan sel telur setiap bulannya. Namun, manfaat ini paling optimal didapatkan dari olahraga rutin yang moderat, seperti jalan cepat, berenang, atau senam ringan secara konsisten. Olahraga yang konsisten lebih baik daripada olahraga berat yang hanya dilakukan sesekali namun menguras tenaga.

Sebaliknya, olahraga yang terlalu menguras energi tanpa asupan nutrisi yang pas justru bisa mengacaukan metabolisme. Tubuh akan kekurangan bahan bakar untuk menjalankan fungsi dasar seluler, yang pada akhirnya memengaruhi kualitas sel telur itu sendiri. Jadi, tetaplah aktif dengan porsi yang pas agar metabolisme Mama selalu terjaga dengan baik.

5. Meningkatkan peluang keberhasilan program bayi tabung (IVF)

4723c9d3-05df-4498-83fa-ee14224b9b61.jpeg
freepik/prostooleh

Bagi Mama yang sedang menjalani program bayi tabung, tetap aktif bergerak ternyata memberikan pengaruh positif yang signifikan. Berdasarkan studi pada wanita yang menjalani IVF, mereka yang aktif secara fisik memiliki tingkat kelahiran hidup yang jauh lebih tinggi dibanding mereka yang tidak aktif. Aktivitas fisik membantu memperlancar aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk ke rahim.

Aliran darah yang lancar ke rahim sangat penting untuk membantu regulasi hormon selama program berlangsung dan mempersiapkan rahim menerima embrio. Namun, kuncinya tetap pada intensitas sedang dan durasi yang tidak berlebihan. Mama tidak perlu melakukan angkat beban yang berat, cukup gerakan yang membuat jantung berdetak sedikit lebih cepat namun Mama masih bisa berbicara dengan lancar.

Selalu konsultasikan dengan dokter mengenai jenis gerakan yang aman selama fase stimulasi ovarium atau setelah proses transfer embrio. Biasanya, dokter akan menyarankan olahraga yang bersifat low impact agar tidak memberikan guncangan berlebih pada area panggul. Dengan porsi yang tepat, olahraga bisa menjadi pendukung suksesnya program IVF Mama.

6. Risiko kekurangan nutrisi akibat latihan yang terlalu intens

db2f7b3f-aa3a-4ef2-a348-726822c70f81.jpeg
freepik/jcomp

Olahraga berlebihan sering kali tidak dibarengi dengan asupan nutrisi yang mencukupi untuk mengganti energi yang hilang. Ketika Mama berolahraga sangat berat, tubuh membutuhkan kalori, vitamin, dan mineral yang jauh lebih banyak dari biasanya. Jika asupan ini tidak terpenuhi, tubuh akan mengalami defisit nutrisi yang bisa berdampak langsung pada kualitas sel telur mama.

Kekurangan nutrisi tertentu seperti zat besi, asam folat, dan lemak sehat akibat latihan ekstrem dapat menghambat pembentukan lapisan rahim yang sehat. Padahal, lapisan rahim yang kuat sangat dibutuhkan sebagai tempat menempelnya janin nantinya. Jika nutrisi habis tersedot hanya untuk keperluan olahraga, maka sistem reproduksi tidak akan mendapatkan "jatah" yang seharusnya.

Oleh karena itu, jika Mama merasa porsi olahraga Mama cukup tinggi, pastikan Mama juga mengimbanginya dengan pola makan yang padat gizi. Pilihlah makanan yang kaya akan antioksidan untuk menangkal radikal bebas yang muncul setelah olahraga berat.

Yuk, mulai sekarang pilih jenis olahraga yang Mama sukai dan lakukan dengan perasaan bahagia. Jangan lupa untuk selalu mengonsumsi nutrisi seimbang dan berkonsultasi dengan tenaga medis mengenai perubahan gaya hidup mama. Semangat terus untuk Mama dan Papa, semoga perjalanan menuju kehadiran buah hati diberikan kelancaran dan kebahagiaan!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Onic Metheany
EditorOnic Metheany
Follow Us

Latest in Pregnancy

See More