Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Posisi Plasenta saat Hamil yang Normal dan Perlu Diwaspadai
Magnific
  • Plasenta berperan penting menyalurkan oksigen, nutrisi, dan hormon bagi janin serta membuang zat sisa metabolisme selama kehamilan.
  • Posisi plasenta anterior dan posterior tergolong normal, sedangkan posisi terlalu rendah seperti plasenta previa perlu pengawasan ketat karena bisa menutupi jalan lahir.
  • Ibu hamil disarankan rutin USG dan segera konsultasi ke dokter bila terjadi perdarahan atau hasil pemeriksaan menunjukkan plasenta letak rendah untuk mencegah komplikasi persalinan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Selama kehamilan, plasenta menjadi organ yang memiliki peran penting dalam mendukung tumbuh kembang janin. Selain menyalurkan oksigen dan nutrisi dari ibu ke janin, plasenta juga membantu membuang zat sisa metabolisme serta menghasilkan hormon yang dibutuhkan untuk mempertahankan kehamilan.

Selain kondisi plasenta, letaknya di dalam rahim juga menjadi salah satu hal yang akan dipantau dokter melalui pemeriksaan USG. Sebagian besar posisi plasenta tergolong normal, tetapi ada pula kondisi tertentu yang memerlukan pengawasan lebih ketat karena dapat memengaruhi proses persalinan.

Lalu, posisi plasenta seperti apa yang masih normal dan kapan ibu hamil perlu waspada?

Berikut Popmama.com merangkum penjelasan mengenai posisi plasenta saat hamil yang normal dan perlu diwaspadai, berdasarkan dr. Raissa Liem, Sp.OG. dari unggahan Instagramnya @dr.raissa.spog.

Plasenta: Organ Penting yang Terbentuk Selama Hamil

Magnific (plasenta)

Plasenta adalah organ sementara yang mulai terbentuk setelah embrio menempel pada dinding rahim. Organ ini berfungsi sebagai penghubung antara ibu dan janin selama masa kehamilan.

Fungsi plasenta sangat penting, di antaranya:

  • Menyalurkan oksigen kepada janin

  • Mengirim nutrisi yang dibutuhkan janin untuk tumbuh

  • Membuang zat sisa metabolisme janin

  • Menghasilkan hormon yang membantu mempertahankan kehamilan

Karena memiliki peran yang sangat besar, kondisi dan posisi plasenta akan selalu dipantau selama pemeriksaan kehamilan.

Posisi Plasenta yang Normal

drpamelatan.com

Posisi plasenta dapat berada di beberapa bagian rahim. Dua posisi yang paling sering ditemukan dan masih dianggap normal adalah:

  • Plasenta anterior, yaitu plasenta menempel di bagian depan rahim.

  • Plasenta posterior, yaitu plasenta menempel di bagian belakang rahim.

Menurut dr. Raissa, kedua posisi tersebut umumnya tidak mengganggu jalannya kehamilan maupun proses persalinan. Posisi plasenta hanya menjadi perhatian khusus apabila letaknya terlalu rendah hingga mendekati atau menutupi jalan lahir.

Posisi Plasenta yang Perlu Diwaspadai

1. Plasenta previa merupakan kondisi yang perlu diwaspadai

my.clevelandclinic.org

Salah satu kelainan letak plasenta yang perlu mendapat perhatian adalah plasenta previa.

Kondisi ini terjadi ketika plasenta berada di bagian bawah rahim sehingga sebagian atau seluruhnya menutupi jalan lahir. Plasenta previa dapat meningkatkan risiko perdarahan, terutama pada trimester kedua dan ketiga kehamilan.

Selain itu, kondisi ini juga dapat menyulitkan persalinan normal sehingga dokter biasanya akan melakukan pemantauan lebih intensif selama kehamilan.

2. Plasenta previa totalis menutupi seluruh jalan lahir

invitra.com (plasenta previa total)

Plasenta previa totalis merupakan jenis plasenta previa yang paling berat. Pada kondisi ini, plasenta menutupi seluruh pembukaan jalan lahir sehingga bayi tidak dapat dilahirkan melalui persalinan normal.

Ibu hamil dengan plasenta previa totalis memerlukan pemantauan ketat karena berisiko mengalami perdarahan, terutama pada trimester kedua dan ketiga. Dokter umumnya akan mempertimbangkan persalinan melalui operasi caesar demi keselamatan ibu dan bayi.

3. Plasenta previa parsialis menutupi sebagian jalan lahir

invitra.com (plasenta previa partial)

Pada plasenta previa parsialis, plasenta hanya menutupi sebagian pembukaan jalan lahir.

Meski tidak menutup seluruhnya, kondisi ini tetap dapat menghambat proses persalinan normal dan meningkatkan risiko perdarahan selama kehamilan maupun menjelang persalinan. Oleh karena itu, ibu hamil perlu menjalani pemeriksaan USG secara berkala untuk memantau posisi plasenta.

4. Plasenta previa marginalis hanya menyentuh tepi jalan lahir

invitra.com (plasenta previa marginal)

Plasenta previa marginalis terjadi ketika tepi plasenta berada tepat di batas atau menyentuh pembukaan jalan lahir, tetapi tidak menutupinya.

Pada sebagian kasus, posisi plasenta masih dapat bergeser ke arah atas seiring membesarnya rahim sehingga tidak lagi mengganggu proses persalinan. Namun, kondisi ini tetap memerlukan pemantauan rutin oleh dokter kandungan.

5. Low-lying placenta berada di bawah tetapi belum menyentuh jalan lahir

invitra.com (plasenta previa low lying)

Low-lying placenta atau plasenta letak rendah adalah kondisi ketika plasenta berada di bagian bawah rahim, tetapi belum mencapai atau menyentuh pembukaan jalan lahir.

Kondisi ini cukup sering ditemukan pada trimester awal kehamilan. Seiring bertambahnya usia kehamilan dan rahim membesar, posisi plasenta dapat bergerak ke atas sehingga menjadi normal. Meski demikian, ibu hamil tetap dianjurkan melakukan kontrol rutin untuk memastikan posisi plasenta terus membaik.

Kapan Harus ke Dokter?

Magnific

Ibu hamil sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami beberapa kondisi berikut:

  • Perdarahan dari vagina, terutama pada trimester kedua atau ketiga.

  • Perut terasa tegang terus-menerus.

  • Hasil pemeriksaan USG menunjukkan plasenta berada di posisi rendah.

Pemeriksaan rutin selama kehamilan sangat penting untuk mengetahui perkembangan posisi plasenta dan menentukan penanganan yang tepat bila ditemukan kelainan.

Perlu diketahui pula bahwa posisi plasenta dapat berubah seiring membesarnya rahim. Oleh karena itu, hasil USG pada awal kehamilan belum tentu sama dengan kondisi menjelang persalinan. Yang terpenting, ibu hamil tetap melakukan kontrol kehamilan sesuai jadwal dan mengikuti anjuran dokter kandungan agar kesehatan ibu maupun janin tetap terpantau dengan baik.

Editorial Team

Related Article