Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
USG saat Hamil, Harus Tahan Pipis Dulu atau Tidak? Ini Kata Dokter
Magnific
  • Menahan pipis tidak selalu diperlukan saat USG. Kondisi kandung kemih harus disesuaikan dengan usia kehamilan dan jenis pemeriksaan.

  • Pada awal kehamilan, USG transvaginal umumnya dilakukan setelah buang air kecil karena kandung kemih penuh dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan menekan rahim.

  • Pada trimester 2 dan 3, kandung kemih boleh terisi sedikit, terutama trimester 2. Saat kehamilan makin besar, urin kurang berpengaruh karena sudah ada air ketuban.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat akan menjalani pemeriksaan USG, ibu hamil mungkin pernah mendengar bahwa menahan pipis bisa membantu bayi terlihat lebih jelas. Namun, anggapan tersebut tidak berlaku untuk semua pemeriksaan. Kebutuhan kandung kemih ternyata bergantung pada usia kehamilan dan jenis USG yang digunakan.

Menurut dr. Ardiansjah Dara Sjahruddin, Sp.OG., melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya @spogman, kondisi kandung kemih perlu disesuaikan dengan pemeriksaan yang akan dijalani.

Jadi, USG saat hamil, harus tahan pipis dulu atau tidak? Berikut Popmama.com rangkum penjelasannya untuk Mama.

USG saat Hamil, Harus Tahan Pipis Dulu atau Tidak?

Magnific

Menahan pipis bukanlah ketentuan yang berlaku untuk setiap pemeriksaan USG kehamilan. dr. Dara menjelaskan bahwa kondisi kandung kemih yang dibutuhkan ibu hamil dapat berbeda sesuai usia kehamilan.

Pada awal kehamilan, dokter umumnya menggunakan USG transvaginal. Sementara itu, ketika kehamilan sudah memasuki trimester 2 dan 3, kebutuhan kandung kemih dapat berubah.

Perbedaan tersebut membuat Mama perlu mengetahui jenis pemeriksaan yang akan dijalani sebelum menentukan apakah perlu buang air kecil atau tidak.

Saat Hamil Muda, Buang Air Kecil sebelum USG

Magnific

Pada awal kehamilan, pemeriksaan USG yang digunakan umumnya adalah USG transvaginal. Pemeriksaan ini dilakukan dengan memasukkan alat melalui vagina untuk melihat kondisi kehamilan.

“Jadi buat ibu hamil kalau hamil muda umumnya kan biasa dokter menggunakan USG yang masuk dari vagina. Istilahnya transvaginal,” jelas dr. Dara.

Karena alat masuk melalui vagina, kondisi kandung kemih yang penuh justru dapat membuat pemeriksaan terasa kurang nyaman. Kandung kemih yang terisi juga bisa memberikan tekanan pada rahim.

“Kalau bisa tuh kandung kemihnya jangan terisi, jangan penuh. Karena kan nggak nyaman alat masuk lewat vaginanya dan juga terlalu menekan si rahim,” tuturnya.

Oleh sebab itu, Mama yang akan menjalani USG transvaginal pada awal kehamilan justru disarankan untuk buang air kecil terlebih dahulu.

Kandung Kemih Tidak Perlu Penuh saat USG Transvaginal

Magnific

Anjuran untuk buang air kecil sebelum USG transvaginal berkaitan dengan kenyamanan selama pemeriksaan. Jadi, ibu hamil tidak perlu sengaja menahan pipis agar kandung kemih tetap penuh.

“Jadi kalau bisa malah buang air kecil,” ujar dr. Dara.

dr. Dara juga menjelaskan bahwa pada kunjungan pertama ke dokter saat awal kehamilan, ibu hamil biasanya akan diminta buang air kecil sebelum menjalani pemeriksaan USG transvaginal.

“Nah poin pentingnya, jadi buat teman-teman nih kalau baru pertama kali mau ke dokter, kan rata-rata tuh dokter USG transvaginal tuh kalau di awal-awal kehamilan ya, kalau saya seringnya kayak begitu, itu biasanya pas ini kita suruh buang air kecil dulu,” jelasnya.

Memasuki Trimester 2, Kandung Kemih Justru Perlu Terisi Sedikit

Magnific

Berbeda dari kehamilan muda, kebutuhan kandung kemih dapat berubah ketika usia kehamilan semakin besar. Pada trimester 2 dan trimester 3, dr. Dara menjelaskan bahwa ibu hamil justru perlu memiliki sedikit isi pada kandung kemih, terutama saat trimester 2.

“Kebalikannya kalau nanti dia udah hamil rada gede, trimester 2, trimester 3, itu justru dia harus ada sedikit kandung kemihnya, terutama di trimester 2 lah,” ungkap dr. Dara.

Dengan begitu, anjuran untuk mengosongkan kandung kemih tidak berlaku pada semua usia kehamilan. Mama perlu menyesuaikannya dengan pemeriksaan yang akan dilakukan.

Semakin Besar Kehamilan, Urin Tidak Terlalu Berpengaruh

Magnific

Saat kehamilan semakin besar, kondisi pemeriksaan juga berbeda karena sudah terdapat air ketuban. dr. Dara menjelaskan bahwa keberadaan urin tidak terlalu berpengaruh pada tahap kehamilan tersebut.

“Nah, tapi nanti kan kalau kehamilan sudah makin besar itu kan sudah ada air ketuban,” jelas dr. Dara.

“Jadi urin itu nggak terlalu berpengaruh,” lanjutnya.

Oleh karena itu, kebutuhan kandung kemih saat USG perlu dilihat berdasarkan usia kehamilan. Pada awal kehamilan dengan USG transvaginal, ibu hamil biasanya diminta buang air kecil terlebih dahulu. Sementara itu, pada trimester 2 dan 3, kandung kemih justru tidak perlu kosong sepenuhnya.

Jadi, menahan pipis saat USG tidak selalu membuat bayi lebih mudah terlihat. Kebutuhan kandung kemih bergantung pada usia kehamilan dan jenis USG yang dilakukan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article