Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Waktu USG yang Tidak Boleh Dilewatkan Ibu Hamil, Catat Jadwalnya!
Pexels/MART PRODUCTION
  • USG penting dilakukan secara rutin selama kehamilan untuk memantau tumbuh kembang janin, kondisi plasenta, dan rahim tanpa menimbulkan rasa sakit.
  • Terdapat lima waktu USG krusial: 6–8 minggu, 11–13 minggu+6 hari, 18–24 minggu, 28–32 minggu, dan di atas 36 minggu dengan tujuan pemeriksaan berbeda tiap tahapnya.
  • Pemeriksaan USG membantu mendeteksi posisi kehamilan, risiko kelainan kromosom, perkembangan organ janin, pertumbuhan berat badan bayi, hingga posisi akhir menjelang persalinan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Selama masa kehamilan, pemantauan tumbuh kembang dan kesehatan janin secara rutin merupakan hal yang sangat disarankan. Salah satu metode pemeriksaan yang paling disarankan untuk ibu hamil adalah ultrasonografi atau USG.

USG merupakan metode pemeriksaan yang menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan visualisasi atau gambar janin, kondisi plasenta, serta struktur rahim ibu tanpa menimbulkan rasa sakit.

Selama mengandung si Kecil, Mama dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan USG secara rutin sesuai jadwal. Namun, tahukah Mama, bahwa setiap waktu pemeriksaan USG memiliki tujuan yang berbeda?

dr. Tio Budiono, Sp.OG, lewat akun Instagram @tiobudiono.spog memaparkan bahwa ada beberapa waktu USG yang memiliki tujuan spesifik, dan jika salah satu jadwal penting terlewat, ada informasi mengenai kondisi dan perkembangan janin yang bisa terlambat diketahui. 

Karena itu, ada beberapa waktu pemeriksaan USG yang dianggap krusial selama kehamilan. Berikut Popmama.com penjelasan tentang waktu USG yang tidak boleh dilewatkan ibu hamil.

1. USG 1 (6–8 minggu)

Magnific/Magnific

Pada periode ini, USG dilakukan untuk memastikan kehamilan berada di posisi yang tepat, yaitu kantung kehamilan dan embrio berada di dalam rahim (uterus) dan bukan berada di luar rahim (kehamilan ektopik).

Selain itu, pemeriksaan pada periode ini juga untuk memastikan apakah detak jantung janin sudah dapat terdeteksi atau belum. USG di fase ini juga menjadi penentu usia kehamilan yang paling akurat dan bisa dijadikan acuan untuk jadwa-jadwal pemeriksaan mama berikutnya.

2. USG 2 (11–13 minggu + 6 hari)

Magnific/Serhiibobyk

Pemeriksaan USG pada usia kehamilan ini menjadi salah satu waktu terpenting untuk melakukan skrining awal risiko kelainan kromosom, seperti Down syndrome. Skrining dilakukan melalui pengukuran ketebalan nuchal translucency (NT) pada janin. 

Lalu, apabila Mama melakukan pemeriksaan di luar rentang usia kehamilan ini, maka hasil pengukuran yang didapat dari pemeriksaan NT tidak lagi akurat, dan pemeriksaannya pun sudah tidak bisa diulang di lain waktu.

3. USG 3 (18–24 minggu)

Pexels/MART PRODUCTION

USG ini merupakan pemeriksaan yang paling akurat. Pemeriksaan dilakukan pada organ-organ janin secara menyeluruh, mulai dari kepala hingga kaki. Seperti pemeriksaan pada otak, jantung, tulang belakang, dan juga ginjal.

Tak hanya itu, pemeriksaan ini juga dilakukan untuk memastikan posisi plasenta, yaitu organ yang menyalurkan oksigen dan nutrisi kepada janin, tidak menutupi jalan lahir. Kondisi ketika plasenta menutupi jalan lahir itupun dikenal sebagai plasenta previa


4. USG 4 (28–32 minggu)

Magnific/Tirachardz

Pemeriksaan pada periode ini dilakukan untuk memantau pertumbuhan janin. Melalui USG, berat badan janin diperiksa untuk memastikan pertumbuhannya sesuai dengan usia kehamilan, sehingga dapat diketahui jika janin terlalu kecil atau terlalu besar. 

Selain memantau pertumbuhan janin, pemeriksaan ini juga dilakukan untuk memeriksa jumlah air ketuban dan posisi plasenta guna memastikan keduanya berada dalam kondisi yang normal sebelum memasuki akhir kehamilan. 

5. USG 5 (>36 minggu)

Magnific/rawpixel.com

Pemeriksaan pada periode ini bertujuan untuk melihat posisi akhir bayi menjelang proses persalinan, apakah kepalanya sudah berada di bawah (area panggul ibu atau mendekati jalan lahir) atau apakah masih berada dalam posisi sungsang (bokong atau kaki bayi yang berada di bawah). 

Selain itu, pemeriksaan juga dilakukan untuk memperkirakan berat badan bayi saat lahir. Pemeriksaan ini pun akan menjadi informasi dasar untuk dokter sehingga dapat membantu mempersiapkan rencana proses persalinan Mama nantinya.

Nah, itu tadi waktu USG yang tidak boleh dilewatkan ibu hamil. Semoga informasi ini bisa menambah wawasan dan berguna untuk Mama.

Curated For You

Editorial Team

Related Article