Benarkah Ada Perbedaan Gerakan Janin Laki-laki dan Perempuan?

Konon, gerakan janin laki-laki lebih aktif. Benar atau tidak ya?

13 Juli 2021

Benarkah Ada Perbedaan Gerakan Janin Laki-laki Perempuan
Freepik/lookstudio

Salah satu hal yang dinanti-nanti dalam kehamilan adalah mengetahui jenis kelamin si Kecil. Saking penasarannya, banyak orangtua memprediksi jenis kelamin janin melalui berbagai cara. Begitu pula ada banyak mitos yang beredar tentang cara menebak jenis kelamin bayi. 

Ada pendapat yang mengatakan adanya perbedaan gerakan janin laki-laki dengan perempuan. Tetapi, apakah hal ini benar? Yuk bongkar faktanya bersama Popmama.com, dilansir dari Baby Centre:

Kapankah Gerakan Janin Mulai Terasa?

Kapankah Gerakan Janin Mulai Terasa
Freepik/freepik

Umumnya ibu hamil akan mulai merasakan pergerakan janin dalam kandungan pada usia kehamilan 18 atau 20 minggu. 

Apabila ini adalah kehamilan pertama mama, mungkin Mama membutuhkan waktu lebih lama untuk menyadari gerakan janin yang sangat lembut tersebut. Tetapi jika ini bukan kehamilan pertama mama, gerakan janin biasanya sudah lebih terasa di awal minggu ke-16 kehamilan. 

Editors' Picks

Apakah Ada Perbedaan Gerakan Janin Laki-Laki dan Perempuan?

Apakah Ada Perbedaan Gerakan Janin Laki-Laki Perempuan
freepik/GiovanniCancemi

Faktanya, gerakan janin bukanlah cara yang valid untuk memprediksi jenis kelaminnya. Mitos yang beredar, janin laki-laki lebih aktif ketimbang perempuan. Tetapi ternyata hal tersebut tidak benar.

Gerakan janin menandakan kondisi kesehatan janin dalam kandungan, sehingga tidak berkorelasi dengan jenis kelaminnya. Baik janin laki-laki atau pun perempuan yang sehat, gerakannya pun aktif dalam kandungan. 

Penentuan jenis kelamin yang paling valid adalah melalui pemeriksaan USG atau ultrasonografi. Melalui USG, jenis kelamin ditentukan berdasarkan terlihatnya penis dan skrotum (kantung kemaluan) pada laki-laki dan labia pada perempuan.

Gerakan Janin Aktif merupakan Tanda Kehamilan Sehat

Gerakan Janin Aktif merupakan Tanda Kehamilan Sehat
Freepik/freepik

Dilansir dari Topline, janin yang sedang tumbuh-berkembang pun perlu 'olahraga'. Gerakan aktif janin merupakan bagian penting dari perkembangan di dalam rahim. Gerakan aktif memungkinkan tulang, persendian, dan otot bayi berkembang dengan baik. 

Jika janin sering bergerak, terutama pada trimester akhir kehamilan, Mama tak perlu khawatir. Ketika ia bertumbuh semakin besar, ruang dalam rahim terbatas. Oleh karena itu setiap gerakan janin mungkin lebih terasa karena ruang geraknya lebih terbatas. Tetapi, semakin mendekati waktu kelahiran, janin mungkin lebih sedikit bergerak karena ruang geraknya semakin terbatas sehingga lebih sedikit ruang untuk bergerak dengan bebas.

Gerakan Janin Lebih Aktif di Malam Hari

Gerakan Janin Lebih Aktif Malam Hari
Pexels/joãoPaulodeSouzaOliveira

Dilansir dari Parenting Firstcry, hampir 74,5 persen ibu hamil merasakan gerakan janin yang lebih aktif di malam hari, saat hendak tidur. Ini dikarenakan janin adalah makhluk nokturnal yang justru lebih banyak beraktivitas di malam hari ketimbang pagi dan siang hari. 

Sebetulnya gerakan janin ini terasa lebih aktif karena di malam hari Mama beristirahat dan lebih sedikit berkegiatan. Gerakan menjadi lebih terasa karena Mama lebih banyak diam. Saat Mama banyak berkegiatan di siang hari, janin lebih mudah tidur karena terasa seperti diayun-ayun dalam perut. Tetapi ketika Mama lebih banyak diam, ia pun jadi lebih aktif bergerak supaya Mama pun melakukan hal yang sama. 

Setelah Makan, Kenapa Janin Jadi Lebih Aktif ya?

Setelah Makan, Kenapa Janin Jadi Lebih Aktif ya
Freepik/bilahata

Banyak ibu hamil yang menyadari gerakan janinnya jadi lebih aktif setelah makan. Ya, janin mama memang bereaksi terhadap hal ini karena setelah makan, gula darah mama akan naik. Ini memancing gerakan dan 'kegelisahan' bayi. Apalagi jika Mama mengonsumsi makanan bergula tinggi.

Selain makanan manis, makanan pedas juga membuat banyak janin terbangun dan menendang. Secara umum, setelah makan apapun, janin akan terpancing untuk bergerak. Oleh karena itu lebih bijak untuk menghindari makanan dan minuman yang tinggi gula, tidak pedas, dan pilihlah alternatif yang sehat.

Apabila Mama melihat adanya perubahan lain dalam gerakan janin, jangan ragu segera menghubungi bidan, dokter kandungan, atau ke rumah sakit untuk mencegah terjadinya hal yang membahayakan nyawa mama dan janin.

Nah itulah informasi mengenai perbedaan janin laki-laki dan perempuan. Semoga informasi ini bermanfaat, Ma.

Baca juga:

Topic:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.