Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

6 Bahaya Osteoporosis pada Ibu Hamil, Berisiko Patah Tulang

6 Bahaya Osteoporosis pada Ibu Hamil
Freepik
Intinya sih...
  • Bahaya osteoporosis pada ibu hamil bisa berisiko mengalami peningkatan patah tulang dan gangguan postur tubuh.
  • Ibu hamil yang mengalami osteoporosis pun aktivitas fisiknya akan terbatas, bahkan nyeri punggung akan terasa berlangsung lama.
  • Bahaya lainnya itu ibu hamil akan merasa stres, cemas, dan setelah melahirkan pemulihannya akan lebih lama.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Meskipun osteoporosis sering kali dianggap sebagai penyakit yang hanya menyerang lansia, kondisi ini nyatanya menjadi ancaman serius yang patut diwaspadai oleh para ibu hamil. Selama masa kehamilan, janin membutuhkan asupan kalsium yang besar untuk pembentukan tulang dan gigi. Asupan kalsium ini secara otomatis diambil dari cadangan nutrisi tubuh mama.

Jika kebutuhan kalsium harian tidak terpenuhi, tubuh akan melakukan demineralisasi atau pengambilan kalsium dari tulang mama secara berlebihan, sehingga menyebabkan kepadatan tulang menurun drastis dan meningkatkan risiko keretakan.

Oleh karena itu, penting bagi Mama untuk memerhatikan kecukupan nutrisi tersebut agar terhindar dari osteoporosis. Jika Mama yang sedang mengandung tiba-tiba mengalami osteoporosis, banyak dampak yang bisa membuat kesehatan menurun. 

Apa saja, ya? Berikut Popmama.com telah merangkum terkait bahaya osteoporosis pada ibu hamil.

Simak dampaknya, yuk!

Deretan Bahaya Osteoporosis pada Ibu Hamil

1. Peningkatan risiko patah tulang

6 Bahaya Osteoporosis pada Ibu Hamil
Freepik/rawpixel-com

Penurunan kepadatan tulang akibat osteoporosis dapat menjadi perhatian serius bagi ibu hamil, terutama karena dampaknya yang meningkatkan risiko patah tulang di area penting, seperti tulang belakang, pinggul, dan pergelangan tangan. 

Kondisi ini menjadi jauh lebih berisiko bagi ibu hamil yang tengah mengandung, mengingat adanya lonjakan berat badan dan pergeseran pusat gravitasi tubuh yang memberikan tekanan ekstra pada kerangka tulang.

Mengalami patah tulang di masa kehamilan itu juga tidak mudah bagi Mama dalam mengonsumsi obat-obatan karena tidak bisa sembarangan. Masalah lainnya, yakni jika patah tulangnya terjadi di bagian pinggul atau tangan, Mama akan kesulitan beraktivitas dan mengurus keperluan si Kecil setelah ia lahir nanti.

2. Gangguan postur tubuh

6 Bahaya Osteoporosis pada Ibu Hamil
Freepik/yanalya

Osteoporosis pada ibu hamil dapat menyebabkan perubahan postur tubuh, seperti tubuh membungkuk atau penurunan tinggi badan. Kondisi ini dapat memperburuk ketidaknyamanan selama kehamilan.

Kondisi tulang yang rapuh, khususnya pada area tulang belakang, berisiko mengalami tekanan atau kompresi.

Apabila tidak segera ditangani, perubahan postur ini berpotensi menjadi menetap dan menimbulkan dampak jangka panjang bagi Mama pasca melahirkan.

3. Aktivitas fisik terbatas

6 Bahaya Osteoporosis pada Ibu Hamil
Freepik/senivpetro

Gejala nyeri serta risiko patah tulang akibat osteoporosis memicu kecenderungan pembatasan aktivitas fisik pada ibu hamil. Padahal, aktivitas ringan sangat dibutuhkan agar tubuh mama tetap bisa bugar saat mengandung. 

Kondisi ini bisa menghambat pergerakan selama hamil, mulai dari sekadar jalan kaki sampai urusan bangun tidur. Kalau kondisinya memburuk, Mama mungkin butuh bantuan orang lain atau terapi khusus supaya tetap bisa beraktivitas dengan lancar.

Hambatan dalam bergerak ini juga berdampak pada saat melahirkan karena tulang panggul yang cenderung rapuh berisiko tertekan jika dilakukan persalinan normal. Di beberapa kasus, sering kali dokter menyarankan operasi caesar demi mencegah komplikasi.

Perlu diperhatikan, kurangnya aktivitas fisik berisiko memicu komplikasi kesehatan lainnya, seperti obesitas selama kehamilan dan ketidaklancaran sirkulasi darah.

4. Nyeri punggung dapat berlangsung lama

6 Bahaya Osteoporosis pada Ibu Hamil
Freepik/wavebreakmedia-micro

Ibu hamil dengan osteoporosis lebih rentan mengalami nyeri punggung yang hebat dan berlangsung lama. Nyeri ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan kualitas hidup selama kehamilan.

Hal ini terjadi karena tulang belakang yang mengalami pengeroposan tidak mampu menopang beban tubuh secara optimal. Ditambah dengan perubahan postur tubuh selama kehamilan, tekanan pada tulang belakang menjadi semakin besar.

5. Timbul rasa stres dan cemas

6 Bahaya Osteoporosis pada Ibu Hamil
Freepik/lookstudio

Kombinasi nyeri, keterbatasan gerak, dan kekhawatiran akan cedera membuat kualitas hidup ibu hamil dengan osteoporosis menurun. Kondisi ini juga dapat memengaruhi kesehatan mental.

Rasa tidak nyaman yang terus-menerus dapat memicu stres dan kecemasan selama kehamilan. Oleh karena itu, deteksi dini dan pencegahan osteoporosis sangat penting untuk menjaga kesehatan ibu hamil dan janin.

6. Pemulihan pasca melahirkan lebih lama

6 Bahaya Osteoporosis pada Ibu Hamil
Freepik/yanalya

Ibu hamil yang mengalami osteoporosis biasanya memerlukan waktu lebih lama untuk pulih pasca melahirkan. Kondisi ini bisa mengganggu momen mengurus bayi serta proses pemulihan fisik secara mandiri.

Hal ini dikarenakan tulang yang kurang padat butuh waktu ekstra untuk membaik, terutama jika terdapat luka atau cedera saat melahirkan yang proses penyembuhannya tidak secepat kondisi tulang normal.

Efek osteoporosis pasca melahirkan cenderung menetap karena tulang yang telah mengalami pengeroposan memerlukan waktu pemulihan yang signifikan. Apabila Mama mengalami patah tulang selama masa kehamilan atau nifas, durasi penyembuhannya akan jauh lebih lama dibandingkan perempuan dengan kepadatan tulang yang optimal.

Proses menyusui juga dapat mempercepat berkurangnya kalsium. Oleh karena itu, tanpa asupan nutrisi yang memadai, risiko osteoporosis akan meningkat.

Itulah rangkuman terkait bahaya osteoporosis pada ibu hamil. Apabila Mama mengalami osteoporosis di masa kehamilan, jangan anggap remeh dan langsung segera atasi agar dampaknya tidak berkelanjutan ya, Ma.

FAQ Osteoporosis bagi Ibu Hamil

Apa penyebab ibu hamil bisa mengalami osteoporosis?

Penyebab utamanya karena kekurangan asupan kalsium dan vitamin D, sehingga tubuh mengambil kalsium dari tulang ibu hamil untuk janin. Faktor lain mencakup perubahan hormon seperti penurunan estrogen, riwayat keluarga osteoporosis, serta indeks massa tubuh rendah.

Apa saja dampak yang dirasakan ibu hamil ketika mengalami osteoporosis?

Dampak utama yang dirasakan ibu hamil ketika osteoporosis adalah nyeri tulang dan sendi, terutama punggung bawah serta pinggul, yang memburuk seiring berat badan bertambah. Risiko patah tulang juga meningkat, seperti fraktur kompresi tulang belakang yang mengubah postur tubuh.

Bagaimana cara ibu hamil dalam mencegah osteoporosis?

Cara ibu hamil dalam mencegah osteoporosis dengan memenuhi kebutuhan kalsium harian (sekitar 1.000-1.300 mg) dari susu, sayur hijau, atau suplemen atas saran dokter, serta vitamin D untuk penyerapan optimal. Olahraga ringan seperti jalan kaki atau yoga prenatal secara rutin, hindari jarak kehamilan terlalu dekat, dan pertahankan berat badan ideal.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dimas Prasetyo
EditorDimas Prasetyo
Follow Us

Latest in Pregnancy

See More

6 Bahaya Osteoporosis pada Ibu Hamil, Berisiko Patah Tulang

15 Jan 2026, 11:08 WIBPregnancy