Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
5 Cara Mencegah Campak pada Ibu Hamil, Hindari Kontak dengan Penderita
Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI
  • Memastikan riwayat vaksinasi MMR sebelum hamil sangat krusial karena vaksin perlindungan ini tidak boleh diberikan selama masa mengandung.

  • Menjauhi penderita dan memakai masker di tempat ramai sangat efektif untuk mencegah masuknya virus campak melalui saluran pernapasan.

  • Mencuci tangan dengan sabun dan memperkuat imun tubuh melalui nutrisi sehat termasuk benteng pertahanan utama untuk melindungi ibu hamil dan janin.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Campak merupakan salah satu penyakit virus yang sangat menular dan ditandai dengan munculnya ruam merah di seluruh tubuh. Meskipun sering kali dianggap sebagai penyakit anak-anak, infeksi campak pada masa kehamilan bisa membawa risiko komplikasi yang cukup serius.

Oleh karena itu, melakukan langkah pencegahan sedini mungkin sangatlah penting demi menjaga kesehatan serta melindungi perkembangan janin di dalam kandungan. Nah, berikut Popmama.com telah merangkum beberapa cara mencegah campak pada ibu hamil.

Yuk Ma, disimak agar dapat menjaga kesehatan selama hamil!

Deretan Cara Mencegah Campak pada Ibu Hamil

1. Memastikan riwayat vaksinasi MMR

Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Cara paling efektif untuk mencegah infeksi campak, yakni dengan memastikan kelengkapan riwayat vaksinasi MMR (Measles, Mumps, Rubella) jauh hari sebelum merencanakan kehamilan. Vaksin ini memberikan perlindungan antibodi jangka panjang yang sangat kuat untuk melawan serangan virus campak dari luar.

Perlu diingat bahwa vaksin MMR mengandung virus hidup yang dilemahkan, sehingga sama sekali tidak boleh diberikan saat mama sudah dalam kondisi mengandung. Jika status vaksinasi belum jelas, berkonsultasilah dengan dokter kandungan untuk melakukan tes darah demi memastikan ketersediaan antibodi di dalam tubuh.

2. Menghindari kontak dengan penderita

Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Virus campak menyebar dengan sangat mudah melalui percikan air liur (droplet) di udara ketika penderita bersin atau batuk. Oleh sebab itu, menjauhi kontak langsung dengan siapa pun yang sedang menunjukkan gejala demam dan ruam merah menjadi langkah pencegahan yang mutlak.

Bahkan, virus ini bisa bertahan hidup di udara atau pada permukaan benda selama beberapa jam setelah penderita meninggalkan ruangan tersebut. Menjaga jarak aman dan menghindari kunjungan ke tempat orang sakit sangat dianjurkan agar Mama tidak terpapar virus yang berisiko tinggi ini.

3. Rajin mencuci tangan menggunakan sabun

Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Menjaga kebersihan tangan merupakan protokol kesehatan dasar yang sangat ampuh untuk memutus rantai penyebaran berbagai macam penyakit menular. Tangan yang sering menyentuh berbagai permukaan benda di tempat umum berpotensi besar menjadi media perantara perpindahan virus ke dalam tubuh.

Pastikan Mama selalu mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir selama minimal dua puluh detik, terutama sebelum makan dan setelah dari toilet.

Jika fasilitas cuci tangan tidak tersedia, selalu sediakan cairan pembersih tangan berbahan dasar alkohol (hand sanitizer) di dalam tas saat bepergian.

4. Memakai masker saat berada di keramaian

Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Pusat perbelanjaan, transportasi umum, atau rumah sakit merupakan area berkumpulnya banyak orang dengan kondisi kesehatan yang tidak bisa diprediksi. Berada di tengah keramaian dengan ventilasi udara yang buruk akan meningkatkan risiko menghirup partikel virus yang bertebaran di udara.

Mengenakan masker medis berkualitas saat harus beraktivitas di ruang publik tertutup memberikan lapisan perlindungan ekstra pada saluran pernapasan. Masker ini akan menyaring udara serta meminimalkan kemungkinan masuknya virus melalui hidung maupun mulut selama masa kehamilan.

5. Memperkuat sistem kekebalan tubuh

Popmama.com/Kevin Daniel Karalo/AI

Langkah pencegahan dari luar tentu harus diimbangi dengan pertahanan tubuh yang kuat dari dalam melalui asupan nutrisi harian yang optimal. Sistem kekebalan tubuh yang prima akan menjadi perisai alami. Tubuh pun siap melawan setiap bibit penyakit yang mencoba menginfeksi tubuh mama.

Perbanyak konsumsi sayuran hijau, buah-buahan kaya vitamin C, dan protein tanpa lemak untuk memastikan kebutuhan nutrisi terpenuhi dengan baik. Selain itu, pastikan Mama mendapatkan waktu istirahat yang cukup setiap malam agar tubuh memiliki kesempatan untuk memulihkan sel-sel kekebalan secara maksimal.

Itulah beberapa cara mencegah campak pada ibu hamil yang sangat penting untuk diterapkan sebagai bentuk perlindungan diri.

Dengan kewaspadaan tinggi dan pola hidup yang bersih, kesehatan mama dan janin akan tetap terjaga dengan aman hingga tiba waktu persalinan.

FAQ Mencegah Campak saat Hamil

Apa bahaya campak bagi janin di dalam kandungan?

Infeksi virus campak selama kehamilan dapat meningkatkan risiko komplikasi serius seperti persalinan prematur, berat badan lahir rendah, hingga keguguran.

Apakah ibu hamil yang terkena campak bisa sembuh?

Bisa, penanganan medis yang cepat dan tepat dari dokter kandungan akan sangat membantu meredakan gejala serta mencegah risiko komplikasi lebih lanjut.

Bolehkah cek antibodi campak saat sedang hamil?

Sangat dianjurkan, terutama bagi mama yang ragu dengan riwayat vaksinasinya di masa kecil atau pernah melakukan kontak dekat dengan penderita.

Editorial Team