Jangan Ucapkan 7 Hal Ini pada Ibu Hamil yang Belum Kunjung Melahirkan

Memasuki usia kandungan 9 bulan, Mama tentunya semakin tak sabar untuk bertemu dengan si Kecil yang sebentar lagi akan lahir. Berbagai macam persiapan tentu akan dilakukan saat mendekati hari kelahirannya.
Namun, meskipun Mama telah mengetahui Hari Perkiraan Lahir (HPL) yang sudah ditentukan oleh dokter kandungan, namun ada beberapa orang justru memiliki kemungkinan untuk mengalami proses persalinan yang terlambat atau bisa dikatakan lewat dari tanggal HPL.
Hal ini tentunya sangat mendebarkan karena si Kecil belum kunjung lahir. Belum lagi kalau Mama diserang dengan pertanyaan-pertanyaan dari keluarga, teman, atau kerabat lainnya soal kelahiran Si Kecil yang terlambat.
Pasalnya, tak jarang juga perkataan mereka membuat ibu hamil merasa tak nyaman atau bahkan sedikit menyinggung perasaan.
Nah, kira-kira ucapan apa saja sih yang bikin Mama merasa tidak nyaman? Dilansir dari Very Well Family, kali ini Popmama.com sudah merangkumnya. Yuk, cari tahu!
1. Kapan sih tanggal perkiraan lahirnya?

Freepik/rawpixel.com Setiap Mama pastinya merasa sedih saat ditanya hal demikian. Pasalnya, Mama tak bisa melakukan apa-apa jika kelahiran bayi memang terlambat.
Tanggal perkiraan lahir atau due date sebetulnya tidak selalu akurat, bahkan bisa saja meleset dari prediksi dokter. Hal ini dikarenakan tidak bisa dijadikan patokan kapan Mama akan melakukan persalinan.
Perlu diingat bahwa kehamilan setiap Mama berbeda begitupun dengan waktu persalinan mereka. Lagi pula bayi yang ada di dalam kandungan juga tidak bisa membaca kapan tanggal perkiraan lahirnya.
2. Padahal perutnya sudah besar, lho!

healthline.com Aduh, rasanya menjengkelkan kalau ditanya terkait perut kita yang sudah besar, tetapi belum kunjung melahirkan.
Coba Mama beri pemahaman bahwa ukuran atau bentuk perut ibu hamil itu tidak ada hubungannya dengan kapan bayi akan lahir. Begitu juga dengan ukuran bayinya saat masih berada di dalam kandungan.
Besar atau kecilnya bentuk perut ibu hamil biasanya dipengaruhi oleh posisi bayi dan tipe tubuh Mama yang sedang mengandungnya.
3. Mama yakin tidak sedang mengandung anak kembar?

parenting.firstcry.com Bukannya hal ini sudah jelas? Jika janin dalam kandungan memang kembar, pastinya dokter sudah memberitahukan hal ini sejak jauh-jauh hari saat Mama melakukan tes ultrasonografi atau USG.
Duh, para Mama rasanya hanya bisa mengelus dada saat diberi pertanyaan ini.
4. Mama sudah coba ini dan itu belum?

freepik.com/freepik Selain diberi bermacam-macam pertanyaan yang merepotkan. Mama juga akan mendapat sejumlah saran dari keluarga atau sahabat yang mungkin pernah meleset dari tanggal HPL.
Cobalah untuk mencari informasi terkait berbagai metode induksi alami yang bisa merangsang kontraksi. Entah itu dengan merangsang puting, berhubungan seks atau bahkan melakukan olahraga ringan menggunakan gym ball.
Namun, sebaiknya Mama pun harus memilih-milih informasi karena saran tersebut bisa saja tidak memiliki dasar ilmu pengetahuan yang jelas.
5. Jangan duduk di situ, nanti ketubannya pecah

Freepik "Jangan duduk di situ, nanti ketubannya pecah."
Ini seolah menjadi salah satu kalimat yang bisa membuat ibu hamil serba salah ketika ingin duduk atau beraktivitas.
Hal-hal semacam ini hanya akan membuat ibu hamil merasa panik dan takut. Kenyataannya tidak semua orang di sekitar Mama benar-benar memberi saran yang membantu. Ada juga di antara mereka yang suka menakut-nakuti dengan mitos atau pepatah lama.
Padahal ketuban tidak akan pecah sampai akhirnya Mama siap dan waktunya tepat untuk melakukan proses bersalin. Jadi jangan khawatir, duduklah di tempat yang Mama inginkan.
6. Bukankah plasenta ada tanggal kadaluarsanya?

Freepik/bearfotos Tenang Ma, plasenta tidak memiliki waktu kadaluarsa. Apabila kehamilan melampaui waktu 40 minggu menjadi 41 minggu, Mama akan disarankan untuk melakukan tes khusus yang disebut Profil Biofisik (BPP), lengkap dengan tes non-stres.
Setelah melakukan tes ini Mama akan diberitahu bahwa bayi dalam keadaan baik, begitu pula dengan plasentanya.
7. Dulu waktu saya hamil sih, biasanya tidak akan melakukan itu

psychcentral.com Mama mungkin akan mendengar cerita-cerita dari para Mama lainnya yang pernah mengalami persalinan terlambat. Hal ini tentunya bagus, jika cerita dari mereka bisa membuat kekhawatiran Mama berkurang dan sedikit lega.
Namun, jika cerita-cerita tersebut malah membuat Mama semakin panik dan takut sebaiknya hiraukan saja. Mama punya hak untuk mendengar atau menolak setiap informasi dari orang lain.
Nah Ma, itulah beberapa hal yang sebaiknya tak diucapkan pada ibu hamil. Semoga ini bisa menjadi pembelajaran untuk Mama dan orang-orang di sekitar.





















