1. Perubahan hormon selama kehamilan
Selama masa kehamilan, tubuh mengalami lonjakan hormon seperti estrogen dan progesteron yang dapat memengaruhi kondisi kulit. Perubahan ini sering kali membuat kulit menjadi lebih sensitif dan rentan kehilangan kelembapan alaminya.
Akibatnya, area tertentu seperti siku yang memang cenderung lebih tebal dan jarang memiliki kelenjar minyak bisa menjadi lebih kering dibandingkan bagian tubuh lainnya. Inilah alasan kenapa siku terasa kasar saat disentuh.
2. Produksi minyak alami kulit menurun
Saat hamil, produksi sebum atau minyak alami kulit bisa menjadi tidak seimbang. Pada beberapa ibu hamil, kondisi ini justru menyebabkan kulit menjadi lebih kering dari biasanya.
Ketika minyak alami berkurang, kulit kehilangan lapisan pelindungnya sehingga lebih mudah mengalami dehidrasi. Area siku yang sering bergesekan pun jadi semakin rentan terlihat pecah-pecah dan kusam.
3. Kurangnya asupan cairan
Kebutuhan cairan tubuh meningkat selama kehamilan. Jika asupan air tidak mencukupi, tubuh akan lebih mudah mengalami dehidrasi, termasuk pada kulit.
Kulit yang kekurangan cairan akan tampak lebih kering, bersisik, dan terasa kasar. Siku menjadi salah satu area yang paling cepat menunjukkan tanda-tanda tersebut.
4. Paparan sabun atau produk yang terlalu keras
Penggunaan sabun dengan kandungan bahan kimia keras atau terlalu sering mencuci bagian tubuh tertentu bisa menghilangkan kelembapan alami kulit.
Saat hamil, kulit cenderung lebih sensitif terhadap produk tertentu. Jika tidak cocok, kulit siku bisa menjadi lebih kering bahkan iritasi ringan.
5. Gesekan berulang pada area siku
Kebiasaan menopang tubuh dengan siku, terutama saat duduk atau bekerja, dapat menyebabkan gesekan berulang pada area tersebut.
Gesekan ini membuat lapisan kulit menebal dan kehilangan kelembapan, sehingga siku terlihat lebih gelap, kasar, dan kering.
6. Perubahan cuaca dan lingkungan
Udara dingin atau terlalu kering dapat mempercepat hilangnya kadar air dalam kulit. Lingkungan ber-AC juga bisa menjadi faktor yang memperparah kondisi kulit kering.
Selama kehamilan, kulit lebih mudah bereaksi terhadap perubahan lingkungan, sehingga siku menjadi lebih cepat kering jika tidak dilindungi dengan baik.
7. Kurangnya perawatan kulit secara rutin
Kesibukan atau perubahan kondisi tubuh saat hamil terkadang membuat Mama melewatkan rutinitas perawatan kulit.
Padahal, tanpa perawatan seperti penggunaan pelembap atau eksfoliasi ringan, kulit siku akan semakin menumpuk sel kulit mati dan terlihat lebih kering serta kusam.